Caranya adalah dengan memasukkan biji-biji cabe tersebut pada larutan nutrisi atau air mineral biasa.

Kemudian, diamkan selama satu malam dan lihat keesokan harinya. Jika ada biji-biji cabe yang tenggelam, maka biji tersebut bisa kita gunakan sebagai bahan bibit tanaman.

Sementara, untuk biji yang mengapung ini sudah dapat dipastikan tidak bisa digunakan sebagai bibit karena itu adalah biji kopong.

  1. Mulai Penyemaian

Inilah cara penyemaian biji cabe, yaitu:

  • Gunakanlah media semai yang berupa tanah yang telah dicampur dengan sekam dan pupuk kandang, perbandingganya adalah 2: 1: 1.
  • Selanjutnya, taburkan benih tersebut di atas media tanam dan tutup tipis dengan menggunakan tanah campuran hingga benar benar tertutup.
  • Setelah itu, letakkan di ruangan yang mempunyai penyinaran kurang dan tutuplah permukaan media semai itu dengan kain hitam yang memiliki pori- pori besar.
  • Maka, kurang lebih sekitar 3 hingga 5 hari tunas pada benih tersebut sudah muncul.
  • Tunggulah hingga tunas sudah mencapai ketinggian sekitar 5 hingga 10cm untuk dapat dipindahkan ke media tanam.
  1. Pindahkan ke Media Tanam

Supaya cabe yang ditanam cepat berbuah, maka kita bisa memilih dua media tanam, yaitu media tanam pot atau dengan cara hidroponik.