Dongkrak Produktivitas Padi dan Jagung, Kementan Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian
- account_circle redaksi
- calendar_month Kamis, 7 Des 2023
- print Cetak

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Volume 48, tema "Peningkatan Produksi Padi dan Jagung", Selasa-Rabu (5-6/12/2023). (Sumber: Humas Kementan)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Narasumber terakhir dari Balai Besar Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BBPSIP), Suprihanto menjelaskan tentang tantangan bagi ketahanan pangan di Indonesia. Saat ini yang terbesar adalah perubahan iklim dan perkembangan penduduk. Maka untuk pemenuhan kebutuhan beras nasional th 2023 dengan jumlah penduduk lebih kurang 278,8 juta jiwa diperlukan sebesar 35,3 juta ton, ini mengacu tahun lalu, jelasnya.
Sedangkan luas panen padi pada 2023 diperkirakan sekitar 10,20 juta ha,mengalami penurunan sebanyak 255,79 ribu ha atau 2,45 % dibandingkan luas panen padi di 2022 yang sebesar 10,45 juta hektar.
Suprihanto menambahkan bahwa untuk peningkatan produktivitas padi diperlukan teknologi yang spesifik agroekosistem. Teknologi budidaya padi spesifik agroekosistem telah tersedia dan telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas padi. Selain itu juga telah tersedia VUB padi potensi haasil tinggi dan mempunyai ketahanan terhadap cekaman biotik dan abiotic, tutupnya. (HV/NF)
- Penulis: redaksi





The words are like brush strokes on a canvas, painting ideas in my mind.
24 Desember 2024 10:48 pm