Mentan Syahrul mengatakan suksesnya pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVI adalah terjadinya transaksi atau perjanjian sebanyak-banyaknya. Harus ada terobosan-terobosan untuk menghasilkan transaksi yang signifikan karena suksesnya PENAS Petani Nelayan XVI adalah sukses kita bersama.

“PENAS Petani Nelayan XVI harus beda dengan PENAS Petani Nelayan sebelumnya. PENAS Petani Nelayan XVI harus naik kelas dan bertemakan teknologi pertanian yang modern”, ujar Mentan.

Menurut PJ Gubernur Provinsi Aceh, Achmad Marzuki pada saat membuka PEDA Aceh, Kamis (11/5/2023) di Halaman Unit Diklat Pertanian dan Perkebunan Saree mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya kepentingan untuk persiapan Penas saja, tapi juga untuk kemajuan pertanian, perkebunan dan kelautan Aceh dari hulu hingga hilir.

“Melalui kegiatan ini kita harapkan akan ada komunikasi dan pertukaran informasi agar para petani dan nelayan mendapatkan hal-hal baru. Penggunaan teknologi untuk kegiatan pertanian menjadi sebuah keniscayaan di era sekarang agar kualitas dan kuantitas produk lebih meningkat, ujarnya.