Setiap tahun di musim semi, pohon tersebut mengeluarkan tunas baru.

Ketika musim gugur, akan banyak daun Ginkgo berwarna cerah yang berguguran disertai dengan tumbuhnya kacang Ginkgo yang gemuk.

“Sayangnya, akibat topan yang melanda Hiroshima pada Agustus 2021, batang pohon ini patah.

Ketika saya mengetahui bahwa pohon ini rusak karena angin, saya berfikir, ‘apakah ini akhir hidup dari pohon tersebut?’.

Namun saya ingin melakukan sesuatu untuk pohon ini, karena ia telah bertahan begitu lama. Jadi saya berkonsultasi dengan seorang ahli pohon, dan syukurlah ia bisa menghasilkan tunas baru”, ujar Pendeta Yagi.

“Pohon ini adalah saksi hidup dari kejadian bom atom, jadi kita harus selalu menghargai dan merawatnya secara tulus.

Saya harap, akan ada lebih banyak orang yang dapat mengunjungi dan menyentuh secara langsung pohon ini.

Agar mereka dapat merasakan secara langsung, kekuatan dari pohon tersebut.”***