Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Kementan Gencarkan Realisasi Program CSA di Daerah

Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Kementan Gencarkan Realisasi Program CSA di Daerah

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Rabu, 9 Agt 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Untuk itu, Bustanul berharap jika nanti program ini telah selesai pada Juni 2024, petani dan penyuluh bisa melanjutkan teknologi yang telah diterapkan dalam SIMURP. Bukan hanya dilanjutkan, teknologi CSA juga bisa diresonansi dan refleksikan di wilayah lain. “Kalau kita tidak lanjutkan, nantinya program ini hanya sekedar proyek saja,” katanya.

Dalam program SIMURP, teknologi yang diterapkan yakni varietas unggul, pupuk berimbang, pemanfaatan air yang efisien dan penggunaan alat mesin pertanian. Teknologi tersebut sesuai kondisi iklim yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini yakni El Nino. Apalagi BMKG telah memprediksi El Nino akan hadir pada Agustus-September dalam kondisi sedang dan moderat.

Bustanul mengungkapkan, program CSA dalam proyek SIMURP ini mendapat apresiasi dari Bank Dunia. Pasalnya, dengan beberapa kegiatan mampu meningkatkan produksi, produktivitas dan kesejahteraan petani. Bahkan program tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi semua negara dalam menghadapi perubahan iklim dan efek Gas Rumah Kaca.

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less