Memanfaatkan CSA Kementan, Petani Banyuasin Lakukan Pengukuran GRK Hadapi Dampak El Nino
- account_circle redaksi
- calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
- print Cetak

Lahan pertanian (padi) di Banyuasin Sumatera Selatan. (Sumber: Humas Kementan)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknologi CSA SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani, khususnya bagaimana melakukan pertanian pintar dalam menghadapi perubahan iklim ekstrim saat ini, hingga memasuki fenomena El Nino. Termasuk bagaimana cara mengantisipasi dan menangani penyakit tanaman, ujar Kabadan Dedi.
Kabadan menambahkan langkah-langkah terhadap antisipasi dan mitigasi dampak perubahan iklim atau El Nino yang dilakukan Program SIMURP diantaranya melalui pemupukan berimbang dan memasifkan penggunaan pupuk organik.
Karena tujuan utama dari Program SIMURP adalah menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), apabila GRK dapat ditekan maka akan frekuensi El Nino akan semakin berkurang, jelasnya lagi.
Kabupaten Banyuasin sebagai penerima manfaat SIMURP, telah menerapkan teknologi CSA. Diantaranya dengan pengambilan sampel gas rumah kaca (GRK) yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Lokasi pengambilan sampel di dua tempat berbeda. Yaitu pada lahan scalling up Kelompok Tani Melati I dan lahan konvensional yang berada di Desa Mekar Sari.
- Penulis: redaksi





Saat ini belum ada komentar