Mentan Perkuat Ekosistem Peternakan Terintegrasi, Bulog Siapkan Cadangan Jagung untuk Hadapi Paceklik
- account_circle Redaksi
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memperkuat rantai pasok jagung terintegrasi dengan melibatkan petani, koperasi, Perum Bulog, dan peternak. Skema ini disiapkan untuk membangun ekosistem peternakan nasional dari hulu hingga hilir sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku pakan dan melindungi peternak dari gejolak harga.
“Kita hari ini tunaikan janji. Setelah peternak seluruh Indonesia, perwakilannya ada seribu lebih, datang ke Jakarta menemui kami, kita rencanakan ke depan membangun ekosistem peternak. Kita mulai dari hulu sampai hilir,” kata Amran saat melakukan kunjungan di Blitar, Jawa Timur, sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Amran menjelaskan, pemerintah tengah menyiapkan sistem yang menghubungkan produksi jagung petani dengan kebutuhan pakan peternak. Dalam skema tersebut, petani jagung akan terhubung dengan koperasi dan peternak sebagai pihak yang menyerap hasil produksi.
Ketika produksi jagung melimpah, hasil panen berlebih akan diserap Bulog untuk disimpan sebagai cadangan melalui mekanisme resi gudang. Stok tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan kembali oleh peternak ketika pasokan mulai terbatas, terutama pada periode September hingga November.
“Tanam jagung, kemudian offtaker-nya peternak. Kalau berlebih jagungnya dibeli oleh Bulog, menjadi resi gudang. Begitu masa paceklik, September, Oktober, November, itu boleh diambil kembali oleh peternak yang mendampingi dari Bulog. Jadi nanti ini suatu ekosistem, ini solusi permanen,” jelasnya.
Menurut Amran, mekanisme tersebut diharapkan mampu menciptakan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku pakan bagi peternak. Dengan demikian, surplus produksi pada musim panen dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi kekurangan pasokan pada musim paceklik.
Ia juga menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam menjalankan sistem tersebut. Koperasi yang sudah beroperasi tidak perlu dibubarkan atau diganti, melainkan diperkuat agar mampu menjadi penghubung antara kebutuhan peternak dan produksi jagung petani.
Program ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas aspirasi lebih dari seribu perwakilan peternak dari berbagai daerah yang sebelumnya mendatangi Jakarta untuk menyampaikan berbagai persoalan usaha peternakan.
Amran menilai perlindungan terhadap petani dan peternak perlu menjadi perhatian pemerintah mengingat sektor tersebut menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 160 juta masyarakat Indonesia. Karena itu, kebijakan yang dijalankan diharapkan memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan usaha dan peningkatan kesejahteraan pelaku sektor pertanian dan peternakan.
Selain persoalan pasokan jagung, Amran turut menyoroti tata niaga telur yang dinilai masih menghadapi ketimpangan harga. Ia menyebut harga telur di tingkat peternak mengalami penurunan, sementara harga yang dibayar konsumen masih relatif tinggi.
Pemerintah, kata dia, akan mengawal agar peternak mendapatkan harga sesuai ketentuan. Koordinasi dengan aparat penegak hukum juga akan dilakukan untuk menindaklanjuti praktik pembelian yang tidak sesuai aturan.
“Jangan ganggu petani-peternak kita. Ini bayangkan, ini telur harga di peternak, jatuh. Harga di konsumen, tinggi,” ujarnya.
Melalui penguatan koperasi, integrasi produksi jagung, penyerapan hasil panen oleh Bulog, serta penyimpanan melalui mekanisme resi gudang, Kementerian Pertanian mendorong terbentuknya rantai pasok peternakan yang lebih terorganisasi.
Skema tersebut diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani jagung, menjaga ketersediaan bahan baku pakan bagi peternak, serta mengurangi tekanan akibat fluktuasi pasokan dan harga. Pemerintah menargetkan integrasi dari hulu hingga hilir ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan ekosistem peternakan nasional.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar