Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peternakan » Peternakan Jadi Penyumbang Emisi Tertinggi di Sektor Pangan

Peternakan Jadi Penyumbang Emisi Tertinggi di Sektor Pangan

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa sektor peternakan menyumbang emisi gas rumah kaca dua kali lebih besar dibandingkan dengan sektor tanaman yang dikonsumsi oleh manusia. Temuan ini memberikan gambaran baru tentang dampak pola makan manusia terhadap perubahan iklim, di mana sektor pangan menjadi penyumbang emisi yang signifikan.

Emisi Gas Rumah Kaca dari Produksi Pangan

Laporan yang diterbitkan dalam jurnal Nature Food ini memetakan aktivitas pertanian secara mendetail di seluruh dunia. Penelitian ini menganalisis emisi karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O) yang dihasilkan dari proses produksi dan konsumsi makanan. Dari tahun 2007 hingga 2013, emisi dari sektor pangan mencapai 17,318 miliar metrik ton setara CO2 per tahun, yang berkontribusi sebesar 35 persen terhadap total emisi yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

Para peneliti meneliti emisi yang berasal dari lebih dari 170 produk tanaman dan 16 produk hewan yang diproduksi di hampir 200 negara. Hasilnya, sektor makanan berbasis hewan menyumbang 57 persen dari total emisi pangan, termasuk emisi yang terkait dengan tanaman yang ditanam untuk pakan ternak. Sementara itu, produk tanaman yang dikonsumsi langsung oleh manusia hanya menyumbang sekitar 29 persen dari total emisi pangan. Sisanya, sekitar 14 persen, berasal dari komoditas lain seperti kapas dan karet.

Studi ini, yang tidak mencakup sektor perikanan, juga menunjukkan bahwa pola makan berbasis tanaman dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan pola makan yang melibatkan produk hewani. Meskipun demikian, peneliti utama, Atul Jain dari University of Illinois, menyatakan bahwa ia ingin memahami secara lebih mendalam bagaimana pola makan berbasis tanaman mempengaruhi emisi, dan ia mengakui bahwa ada alasan pribadi yang mendorongnya untuk menyelidiki masalah ini lebih lanjut.

Sapi Sebagai Penyumbang Emisi Terbesar

Salah satu temuan paling mencolok dari studi ini adalah bahwa daging sapi menjadi komoditas yang menyumbang emisi terbesar. Daging sapi menyumbang sekitar 25 persen dari total emisi pangan, jauh lebih besar dibandingkan produk hewani lainnya. Peternakan sapi di Amerika Selatan, terutama di negara-negara seperti Brasil, dikenal sebagai sumber utama emisi gas rumah kaca dalam produksi pangan.

Sementara itu, dari sektor tanaman, padi menjadi penyumbang emisi terbesar dengan kontribusi sekitar 12 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pertanian padi di Asia Tenggara, termasuk negara-negara besar penghasil padi seperti Indonesia, India, dan China, juga berperan penting dalam mempengaruhi jejak karbon global.

Pentingnya Pertimbangan Faktor-Faktor Lain

Studi ini juga mengukur dampak dari tanaman yang dikonsumsi manusia dan tanaman yang digunakan sebagai pakan ternak secara terpisah. Peneliti memperhitungkan berbagai faktor lain, seperti transportasi dan perdagangan, yang turut menyumbang terhadap emisi total. Selain itu, penelitian ini juga memperhitungkan peran tanaman dalam menyerap karbon, yang penting untuk memberikan gambaran lengkap tentang emisi yang terkait dengan produksi pangan.

Salah satu tantangan terbesar dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data konsumsi pangan yang lebih rinci dari berbagai wilayah dunia. Dengan data yang lebih akurat, peneliti berharap dapat mengembangkan alat yang memungkinkan individu untuk menghitung jejak karbon dari makanan yang mereka konsumsi, dan memberikan informasi lebih jelas mengenai pilihan makanan yang lebih ramah lingkungan.

Meningkatnya Permintaan Pangan dan Dampaknya Terhadap Perubahan Iklim

Studi ini menyoroti bahwa dengan meningkatnya permintaan pangan global, emisi dari sektor pangan juga diperkirakan akan semakin meningkat, memperburuk dampak pemanasan global. Seiring dengan pertumbuhan populasi dunia, permintaan akan produk pangan—terutama yang berbasis hewan—diperkirakan akan terus meningkat, yang pada gilirannya dapat memperburuk perubahan iklim.

Masa Depan Pangan dan Perubahan Iklim

Pola makan berbasis tanaman memang secara umum lebih ramah lingkungan, namun penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor lainnya, seperti cara dan lokasi produksi pangan, serta dampak dari berbagai aktivitas yang mendukungnya. Menjaga keseimbangan antara produksi pangan dan perlindungan terhadap lingkungan menjadi tantangan besar yang perlu dihadapi oleh pemerintah, produsen, serta konsumen itu sendiri.

Mengurangi emisi gas rumah kaca yang berasal dari sektor pangan memerlukan pendekatan yang holistik, yang mencakup perubahan pola makan, inovasi dalam metode pertanian, serta kebijakan yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Seiring dengan kesadaran akan pentingnya mengurangi jejak karbon, masyarakat diharapkan lebih selektif dalam memilih makanan yang mereka konsumsi, serta mendukung inisiatif yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan.

  • Penulis: redaksi

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Cara Menanam Tanaman Obat dalam Pot

      Cara Menanam Tanaman Obat dalam Pot dan Tips Perawatannya

      • calendar_month Kamis, 25 Mei 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Cara menanam tanaman obat dalam pot dan tips perawatannya. Keberhasilan dalam menanam tanaman dapat diukur dari pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh tanaman tersebut. Meskipun banyak orang mengalami kegagalan dalam berkebun, hal ini seharusnya tidak mengurangi motivasi untuk terus menanam tanaman yang diinginkan. Penting bagi Anda untuk tetap bersemangat dalam menyalurkan hobi berkebun ini. Salah […]

    • Intensifikasi Pertanian Untuk Antisipasi Kelangkaan Pangan

      Intensifikasi Pertanian Untuk Antisipasi Kelangkaan Pangan

      • calendar_month Rabu, 1 Feb 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 6Komentar

      Intensifikasi pertanian adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengoptimalkan lahan perhatian yang telah ada. Dalam melakukan intensifikasi pertanian ini ada beberapa cara yang penting yang perlu kamu ketahui dalam melakukannya. Cara ini umumnya disebut juga dengan Panca Usaha Tani, yaitu: Pengolahan tanah yang baik. Pengairan atau irigasi yang teratur. […]

    • Polbangtan Gowa

      Mahasiswa Jalani Test Urine, Wujudkan Kampus Polbangtan Gowa Bebas Narkoba

      • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
      • account_circle redaksi
      • 3Komentar

      wartanionline.com – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa bersama BNN Kabupaten Bone gelar test urine di kampus 2 pada rabu, 11 juni 2025. Tes yang diikuti seluruh mahasiswa tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Direktur 3 bagian kemahasiswaan dan alumni Dr. Kisman Arsyad. Direktur Polbangtan Gowa Detia Tri Yunandar menyampaikan bahwa dasar pelaksanaan tes urine tersebut dilakukan […]

    • Patreon

      Gampang Banget! Cara Langganan Patreon Buat Dukung Kreator Favorit Kamu

      • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Pernah nggak sih kamu mikir, “Ini kreator kok konsisten banget ya bikin konten keren tiap minggu?” Nah, jawabannya bisa jadi: mereka didukung sama orang-orang kayak kamu—lewat platform keren bernama Patreon. Buat kamu yang suka banget sama karya-karya dari ilustrator, musisi, YouTuber, penulis, podcaster, atau bahkan guru online, ini saatnya jadi pahlawan tanpa jubah. Yuk, […]

    • BGN Gelar Pelatihan Penjamah Makanan SPPG Bitung, Tegaskan Pentingnya Higienitas dan Keamanan Pangan

      BGN Gelar Pelatihan Penjamah Makanan SPPG Bitung, Tegaskan Pentingnya Higienitas dan Keamanan Pangan

      • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Dalam upaya memperkuat mutu pelayanan gizi dan menjamin keamanan pangan di daerah, Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Pelatihan Penjamah Makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bitung tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Nalendra, Minggu (28/9/2025), diikuti oleh 245 peserta dari lima SPPG, yaitu Ranowulu, Madidir, Paceda, Kakenturan, dan Maesa. Koordinator […]

    • Peran Generasi Muda dalam Modernisasi Pertanian

      Peran Generasi Muda dalam Modernisasi Pertanian

      • calendar_month Senin, 26 Feb 2024
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Modernisasi pertanian menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan di tengah pertumbuhan populasi global. Dalam upaya ini, peran generasi muda sangatlah penting. Mengapa Generasi Muda? Kemahiran Teknologi: Generasi muda umumnya lebih adaptif dan terampil dalam teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk mengadopsi teknologi pertanian modern, seperti smart farming, Internet of […]

    expand_less