Program CSA Terbukti Tingkatkan Produktivitas, Wakil Bupati Purworejo Apresiasi Kinerja Kementan
- account_circle redaksi
- calendar_month Rabu, 30 Agt 2023
- print Cetak

Kegiatan Farmer Field Day (FFD) Scalling Up teknologi CSA atau Hari Temu Lapang Petani di Desa Tegalrejo, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Rabu (30/8/2023). (Sumber: Humas Kementan)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Karena itu, sekarang ini kita tidak bisa lagi dengan cara lama, tapi harus sudah menggunakan cara baru dalam meningkatkan produksi pangan. Dengan jumlah penduduk kita mencapai 280 juta jiwa, hadirnya pertanian yang makin maju, makin modern dan mandiri akan sangat berarti. Karena penduduk Indonesia sangat besar,” ujar Mentan Syahrul.
Mentan Syahrul juga memastikan jika kebutuhan beras dalam menghadapi cuaca buruk El Nino dalam kondisi aman.
Untuk menyikapi perubahan iklim tak menentu, pelaku pertanian dituntut membuat pertanian agar lebih ramah lingkungan sekaligus berdapatasi dengan fenomena alam lainnya, sehingga produktivitas dan keragaman komoditi pertanian bisa dicapai, ujar Mentan Syahrul.
Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan tantangan pembangunan pertanian, climate change, degradasi lahan, saprodi terbatas, pupuk kimia mahal, produksi tidak efisien dan menurun.
“Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa. Oleh karena itu gencarkan olah tanah, olah tanam, dan manfaatkan lahan pekarangan, terutama pangan lokal. Semua harus mendukung Gerakan ketahanan pangan nasional,” ujar Dedi.
- Penulis: redaksi





Saat ini belum ada komentar