10 Destinasi Kopi Terbaik di Dunia, Ada Vietnam hingga Kolombia
- account_circle Admin
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi Kopi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Bagi pencinta kopi, menikmati secangkir kopi bukan sekadar soal rasa. Berkunjung langsung ke daerah penghasil kopi, melihat proses pengolahan biji, hingga menikmati budaya minum kopi masyarakat setempat bisa menjadi pengalaman perjalanan tersendiri.
Hal tersebut tergambar dalam Holafly Coffee Travel Index, indeks yang dirilis perusahaan penyedia eSIM perjalanan Holafly untuk memetakan destinasi kopi terbaik di dunia.
Indeks tersebut mengevaluasi 18 wilayah kopi yang diakui secara global berdasarkan lima kategori, yakni warisan asal kopi, kepadatan kafe, infrastruktur wisata kopi, keterjangkauan kopi spesial, serta permintaan global.
Masing-masing kategori memiliki bobot yang sama, yakni 20 persen. Skor akhir dihitung dalam skala 100 poin dengan menggunakan berbagai data publik dan metrik perjalanan.
Hasilnya, terdapat 10 destinasi yang dinilai menawarkan kombinasi menarik antara sejarah kopi, pengalaman wisata, ketersediaan kafe, harga, hingga popularitas global.
10 Destinasi Kopi Terbaik Dunia
Berikut daftar 10 destinasi kopi terbaik berdasarkan Holafly Coffee Travel Index:
-
Eje Cafetero, Kolombia — 71,4
-
Ho Chi Minh, Vietnam — 66,8
-
Addis Ababa, Ethiopia — 64,1
-
Melbourne, Australia — 62,5
-
Roma, Italia — 58,9
-
Minas Gerais, Brasil — 57,3
-
Antigua, Guatemala — 54,2
-
Havana, Kuba — 52,8
-
Kigali, Rwanda — 49,1
-
Sana’a dan Haraz, Yaman — 46,5
Menariknya, Asia Tenggara hanya diwakili oleh satu destinasi, yakni Ho Chi Minh, Vietnam.
Ho Chi Minh, Surga Kopi di Asia Tenggara
Ho Chi Minh menempati posisi kedua dengan skor 66,8. Kota terbesar di Vietnam tersebut dikenal memiliki budaya kopi yang kuat sekaligus berkembangnya tren kedai kopi modern.
Salah satu daya tariknya adalah penggunaan biji kopi Robusta yang menjadi ciri khas Vietnam. Kopi di Ho Chi Minh juga hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kopi hitam pekat hingga kopi susu dan kopi es dengan cita rasa manis.
Wisatawan dapat menikmati kopi dengan suasana sederhana di warung pinggir jalan menggunakan bangku plastik kecil. Bagi yang menginginkan suasana lebih nyaman, tersedia pula kedai kopi modern dengan ruangan berpendingin udara dan desain yang lebih kekinian.
Selain cita rasa, harga kopi spesial di Ho Chi Minh juga dinilai relatif terjangkau. Kondisi tersebut membuat kota ini menjadi salah satu destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi budaya kopi tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Eje Cafetero Jadi Destinasi Terbaik
Posisi puncak ditempati Eje Cafetero di Kolombia dengan skor 71,4.
Kawasan yang dikenal sebagai segitiga kopi Kolombia ini dinilai memiliki kombinasi kuat antara warisan kopi, pengalaman wisata, akses menuju perkebunan, serta harga kopi yang relatif terjangkau.
Wisatawan tidak hanya dapat menikmati kopi, tetapi juga berkesempatan mengunjungi perkebunan dan melihat secara langsung proses produksi kopi.
Salah satu pengalaman yang dapat dilakukan adalah mengikuti tur perkebunan hingga melihat proses panen bersama keluarga petani setempat.
Di sejumlah kota regional di kawasan tersebut, wisatawan juga dapat menikmati kopi spesial dengan harga yang relatif terjangkau. Pengalaman tersebut memungkinkan pengunjung mencicipi kopi di wilayah tempat biji kopi tersebut dibudidayakan.
Eje Cafetero juga menawarkan pengalaman wisata di luar kopi. Wisatawan dapat menjelajahi hutan berkabut di sekitar Salento serta mengunjungi perkebunan kopi bersejarah.
Kombinasi antara lanskap alam, budaya, sejarah, dan tradisi kopi itulah yang membuat Eje Cafetero berada di posisi teratas dalam Holafly Coffee Travel Index.
Dari Ethiopia hingga Yaman
Selain Kolombia dan Vietnam, daftar tersebut menunjukkan bahwa budaya kopi tersebar di berbagai belahan dunia.
Addis Ababa di Ethiopia menempati posisi ketiga dengan skor 64,1. Ethiopia sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah penting dalam sejarah perkembangan kopi dunia.
Melbourne di Australia berada di posisi keempat dengan skor 62,5. Kota tersebut dikenal memiliki budaya kopi modern yang kuat dan ekosistem kedai kopi yang berkembang.
Sementara itu, Roma di Italia berada di peringkat kelima dengan skor 58,9. Tradisi menikmati espresso menjadi salah satu bagian penting dari budaya kopi Italia.
Minas Gerais di Brasil menempati posisi keenam dengan skor 57,3. Wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan penting dalam industri kopi Brasil.
Antigua di Guatemala berada di posisi ketujuh dengan skor 54,2, disusul Havana, Kuba, dengan skor 52,8.
Kigali, Rwanda, menempati posisi kesembilan dengan skor 49,1. Sementara Sana’a dan Haraz di Yaman berada di peringkat ke-10 dengan skor 46,5.
Daftar tersebut menunjukkan bahwa pengalaman wisata kopi tidak hanya ditentukan oleh kualitas biji kopi. Sejarah, budaya, akses menuju perkebunan, perkembangan kafe, harga, serta pengalaman wisata secara keseluruhan turut menjadi bagian penting dalam membentuk sebuah destinasi kopi.
Bagi wisatawan pencinta kopi, daftar ini bisa menjadi referensi untuk menentukan perjalanan berikutnya—bukan hanya untuk mencari secangkir kopi, tetapi juga untuk mengenal cerita dan budaya yang berada di baliknya.
- Penulis: Admin
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar