Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tani Preneur » Cara Membuat Tanaman Lidah Mertua Berbunga dan Perawatannya

Cara Membuat Tanaman Lidah Mertua Berbunga dan Perawatannya

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Lidah mertua (Dracaena trifasciata) merupakan tanaman hias populer yang banyak ditanam oleh para pecinta tanaman.

Tanaman ini memiliki tampilan khas dengan daun kaku dan runcing menyerupai pedang. Beberapa varietas lidah mertua bahkan dapat menumbuhkan bunga kecil yang semakin mempercantik tampilannya.

Bunga lidah mertua biasanya mekar pada malam hari dan memiliki aroma manis yang mirip vanili serta melati. Setelah mekar, bunga dapat bertahan selama dua hingga tiga minggu, tergantung pada varietasnya.

Namun, bunga lidah mertua jarang ditemukan pada tanaman yang ditanam di dalam ruangan. Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar lidah mertua berbunga.

1. Tunggu hingga Lidah Mertua Matang

Tanaman lidah mertua yang masih muda tidak akan bisa berbunga. Memaksakan tanaman untuk berbunga justru dapat menyebabkan stres pada tanaman.

Oleh karena itu, biarkan lidah mertua tumbuh dengan alami dan tunggu hingga usianya mencapai minimal dua tahun sebelum mencoba membuatnya berbunga.

2. Jangan Terburu-buru Mengganti Pot

Lidah mertua lebih mungkin berbunga ketika akarnya sedikit terikat dalam pot. Jika akar sudah mengisi seluruh pot hingga ke tepi bagian dalam, tunggu satu atau dua musim tanam sebelum memindahkannya ke pot baru.

Hal ini akan menciptakan kondisi yang memungkinkan tanaman berbunga. Namun, tetap perhatikan tanda-tanda pertumbuhan yang tidak sehat, seperti daun yang tumbuh kerdil atau menguning.

3. Berikan Cahaya Matahari yang Cukup

Lidah mertua memang bisa tumbuh dalam cahaya redup, tetapi kondisi ini tidak ideal untuk berbunga. Pastikan tanaman mendapatkan cahaya tidak langsung selama enam jam sehari.

Lidah mertua juga dapat mentoleransi sinar matahari terang selama beberapa jam setiap hari. Menempatkannya di dekat jendela yang menghadap ke tenggara dapat meningkatkan peluang tanaman berbunga.

4. Kurangi Frekuensi Penyiraman

Tanaman lidah mertua tahan terhadap kekeringan dan tidak menyukai tanah yang terlalu basah. Tanah yang terlalu lembap dapat menyebabkan tanaman sulit tumbuh optimal, bahkan membusuk.

Oleh karena itu, biarkan tanah benar-benar mengering sebelum menyiramnya kembali. Penyiraman yang tepat juga membantu lidah mertua mendapatkan nutrisi yang cukup untuk berbunga.

5. Berikan Pupuk yang Tepat

Untuk merangsang pembungaan, gunakan pupuk tanaman hias dengan formula NPK seimbang, seperti 10-10-10. Berikan pupuk sebulan sekali atau setiap enam minggu selama musim tanam.

Hindari penggunaan pupuk tambahan selama musim dingin, serta pupuk penambah bunga komersial yang bisa menyebabkan penumpukan garam dalam media tanam.

Varietas Lidah Mertua yang Bisa Berbunga

Ada lebih dari 70 varietas lidah mertua, tetapi tidak semuanya dapat berbunga. Beberapa varietas yang diketahui bisa berbunga antara lain:

  • Dracaena trifasciata
  • Dracaena gracilis
  • Dracaena longiflora
  • Dracaena terbuka
  • Dracaena cylindrica

Bunga lidah mertua biasanya berbentuk seperti laba-laba dengan warna putih, hijau kekuningan, merah anggur, hingga merah muda, tergantung varietasnya.

Tanda pertama tanaman siap berbunga adalah munculnya tangkai bunga hijau tipis dari bagian tengah mahkota daun.

Ciri Khas Bunga Lidah Mertua

  • Mekar pada malam hari dengan aroma kuat dan harum.
  • Mekarnya dimulai dari bagian bawah tangkai lalu bergerak ke atas.
  • Setelah bunga mekar, akan muncul buah kecil yang tidak bisa dimakan.
  • Bunga lidah mertua beracun bagi manusia dan hewan peliharaan, sehingga perlu berhati-hati.
  • Setelah bunganya gugur, gugusan daun (roset) tidak akan berbunga lagi, tetapi tanaman tetap mempertahankan daunnya yang panjang dan ramping.
  • Penulis: redaksi

Komentar (2)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Kenali Jenis Pupuk Organik

      Kenali Jenis Pupuk Organik: Fungsi dan Nilai Ekonomis

      • calendar_month Selasa, 2 Apr 2024
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      Wartanionline.com – Kenali jenis pupuk organik, komponen vital dalam pertanian berkelanjutan. Meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekologi telah mendorong penggunaan pupuk organik.   Apa Itu Pupuk Organik? Pupuk organik adalah produk yang berasal dari sisa-sisa organik, seperti kompos tanaman, kotoran hewan, dan bahan alami lainnya. Ini mendukung pertumbuhan tanaman dengan memperkaya tanah dengan nutrisi. […]

    • Mengenal Tiga Bunga Nasional Indonesia: Lebih dari Sekadar Tanaman Hias

      Mengenal Tiga Bunga Nasional Indonesia: Lebih dari Sekadar Tanaman Hias

      • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
      • account_circle redaksi
      • 2Komentar

      wartanionline.com – Indonesia adalah negeri yang kaya akan alam dan budaya, membentang dari Sabang hingga Merauke. Di balik keindahan alamnya, Indonesia juga memiliki beragam simbol yang mencerminkan identitas, nilai luhur, dan kebanggaan bangsa salah satunya adalah penetapan tiga bunga nasional. Bunga nasional bukan sekadar tanaman hias. Ia merupakan representasi dari jati diri bangsa, melambangkan kesucian, […]

    • Kolaborasi Kementan dan Pemkab Sidrap Cetak Petani Tangguh Wujudkan Swasembada

      Kolaborasi Kementan dan Pemkab Sidrap Cetak Petani Tangguh Wujudkan Swasembada

      • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com, GOWA – Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat swasembada pangan nasional mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Dukungan tersebut terlihat dari pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan yang digelar Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa pada 27–29 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti 1.380 anggota Brigade Pangan di 28 lokasi se-Kabupaten Sidrap, […]

    • Penelitian terbaru oleh ICP, polusi udara menyebabkan panen global berkurang. Untuk kedelai, dampak penurunannya hingga 6-16%.

      Polusi Udara Bisa Ancam Produksi Kedelai Global, Tahu dan Tempe Terancam Punah? Ini Faktanya

      • calendar_month Rabu, 30 Agt 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 3Komentar

      Polusi udara merupakan salah satu masalah lingkungan yang paling serius di dunia. Polusi udara dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit pernapasan, penyakit kardiovaskular, dan kanker. Namun, polusi udara juga dapat berdampak negatif pada tanaman, termasuk tanaman pangan. Hal ini dapat menyebabkan penurunan hasil panen dan kerugian ekonomi yang signifikan. Ozon di permukaan tanah merupakan […]

    • Intensifikasi Pertanian Untuk Antisipasi Kelangkaan Pangan

      Intensifikasi Pertanian Untuk Antisipasi Kelangkaan Pangan

      • calendar_month Rabu, 1 Feb 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 6Komentar

      Intensifikasi pertanian adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengoptimalkan lahan perhatian yang telah ada. Dalam melakukan intensifikasi pertanian ini ada beberapa cara yang penting yang perlu kamu ketahui dalam melakukannya. Cara ini umumnya disebut juga dengan Panca Usaha Tani, yaitu: Pengolahan tanah yang baik. Pengairan atau irigasi yang teratur. […]

    • Alat Semprot Pertanian

      Alat Semprot Pertanian : Jenis dan Kegunaannya

      • calendar_month Senin, 14 Nov 2022
      • account_circle Saiful Rachman
      • 4Komentar

      Alat semprot pertanian yang sering digunakan oleh petani ada banyak jenisnya. Alat penyemprot ini digunakan untuk membantu petani dalam mengaplikasikan pestisida pada tanaman. Penyemprotan oleh petani ini dilakukan supaya tanaman mendapat pestisida secara merata. Berikut ini delapan jenis alat semprot pertanian yang perlu kamu ketahui, yaitu: 1. Knapsack Sprayer Manual Knapsack ini masih menggunakan sistem […]

    expand_less