wartanionline.com – Bunga kamboja atau Plumeria dikenal sebagai tanaman hias yang tangguh dan mampu hidup di lingkungan kering. Namun, di balik kesan kuat tersebut, kamboja memiliki satu titik lemah yang sering dikeluhkan para pencinta tanaman: bonggol atau batangnya mudah membusuk jika perawatan tidak tepat. Kondisi ini umumnya dipicu oleh kelembapan berlebih, kesalahan penyiraman, atau media tanam yang tidak sesuai.

Agar bunga kamboja tetap sehat, tumbuh subur, dan rajin berbunga, berikut beberapa langkah perawatan penting yang dapat dilakukan untuk mencegah bonggol membusuk.

1. Gunakan Media Tanam yang Cepat Mengalirkan Air

Kamboja tidak menyukai tanah yang menahan air terlalu lama. Media tanam ideal adalah campuran tanah, pasir kasar, dan sekam bakar atau kerikil halus. Kombinasi ini membantu air cepat mengalir keluar sehingga akar dan bonggol tidak terus-menerus lembap.

Untuk kamboja dalam pot, pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup. Genangan air di dasar pot merupakan penyebab utama pembusukan batang.

2. Atur Pola Penyiraman dengan Bijak

Kesalahan paling umum dalam merawat kamboja adalah terlalu sering menyiram. Tanaman ini lebih tahan kekeringan dibandingkan kelebihan air. Penyiraman sebaiknya dilakukan hanya saat media tanam benar-benar kering, terutama pada musim hujan.

Pada musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan 2–3 kali seminggu, sedangkan pada musim hujan cukup sesekali atau bahkan dihentikan sementara jika tanah masih lembap.

3. Pastikan Tanaman Mendapat Sinar Matahari Penuh

Kamboja membutuhkan sinar matahari langsung setidaknya 6–8 jam per hari. Paparan sinar matahari membantu menjaga batang tetap kering dan kuat, sekaligus mencegah berkembangnya jamur penyebab busuk bonggol.

Tanaman kamboja yang diletakkan di area terlalu teduh cenderung memiliki batang lembek dan rentan terserang penyakit.

4. Hindari Luka pada Batang dan Bonggol

Luka pada batang dapat menjadi pintu masuk jamur dan bakteri. Saat memangkas cabang atau memindahkan tanaman, gunakan alat yang bersih dan tajam. Jika terdapat luka, oleskan fungisida atau kapur pertanian untuk membantu proses pengeringan dan mencegah infeksi.

Langkah ini sangat penting terutama pada tanaman kamboja yang masih muda atau baru ditanam.

5. Perhatikan Tanda Awal Pembusukan

Bonggol yang mulai membusuk biasanya ditandai dengan tekstur batang yang lembek, berubah warna kehitaman, atau mengeluarkan bau tidak sedap. Jika tanda ini muncul, segera potong bagian yang busuk hingga tersisa jaringan batang yang sehat.

Setelah dipotong, biarkan batang mengering selama beberapa hari sebelum ditanam kembali. Proses pengeringan ini membantu menutup luka dan mengurangi risiko busuk berulang.

6. Gunakan Pupuk Secara Seimbang

Pupuk memang penting untuk pertumbuhan, namun penggunaan pupuk nitrogen berlebihan dapat membuat batang terlalu lunak dan rentan busuk. Gunakan pupuk dengan kandungan seimbang, atau pupuk khusus tanaman berbunga, dan aplikasikan sesuai dosis yang dianjurkan.

Dengan perawatan yang tepat, bunga kamboja dapat tumbuh kokoh, sehat, dan menghasilkan bunga yang indah sepanjang tahun. Kunci utamanya adalah menghindari kelembapan berlebih dan memastikan sirkulasi udara serta sinar matahari yang cukup. Tanaman kamboja yang dirawat dengan benar bukan hanya mempercantik taman, tetapi juga menjadi simbol keanggunan tropis yang tahan lama.