Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

  • account_circle Humas Polbangtan Gowa
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com, Sidoarjo – Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat apresiasi luas dari kalangan akademisi hingga mahasiswa. Hal ini mencuat setelah kunjungan langsung ke gudang Perum Bulog Sidoarjo bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang memperlihatkan kondisi stok beras nasional yang melimpah serta aktivitas penyerapan gabah petani yang berjalan masif.

Ketua Pusat Studi SDGs Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Nuning Roadiah, menyampaikan bahwa temuan di lapangan memperkuat optimisme terhadap keberhasilan program swasembada pangan yang tengah dijalankan pemerintah, khususnya oleh Kementerian Pertanian bersama Bulog.

“Berdasarkan pengamatan kami, setelah kami diajak masuk ke gudang Bulog. Kami sangat mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian dan juga Bulog, yang ternyata, kami tahu persis di gudang Bulog sekarang penuh dan optimisme kami sebagai masyarakat dan sebagai akademisi, bahwa program swasembada pangan ini benar-benar terwujud,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menuturkan, dinamika di gudang Bulog menunjukkan sistem logistik pangan yang hidup dan bergerak aktif. Aktivitas antrean truk pengangkut beras menjadi bukti nyata tingginya intensitas penyerapan hasil panen petani.

“Kami sudah melihat bagaimana gudang Bulog itu sekarang, terus hidup, terus bergerak. Banyak sekali tadi yang kami lihat antrean-antrean truk, yang kemudian akan memasukkan beras ke gudang Bulog,” tambahnya.

Gudang Bulog aktifitas pengangkut beras. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

Lebih lanjut, Nuning menilai bahwa dampak dari program swasembada pangan tidak hanya terlihat pada ketersediaan stok, tetapi juga pada kesejahteraan petani yang mengalami peningkatan melalui harga gabah yang lebih baik.

“Dampak swasembada pangan ini tentunya, program-program yang lain, yang bersinergi dengan bagaimana menyerap gabah petani dan lain sebagainya, ini menjadi dampak yang positif bagi masyarakat. Kenapa? Khususnya petani, hari ini mendapat harga gabah yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya,” jelasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas peran pemerintah dalam memberikan rasa aman dan jaminan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Kami atas nama akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, Kementerian Pertanian dan Bulog, yang telah memberikan semacam kenyamanan, semacam garansi, bagi masyarakat bahwa kita benar-benar swasembada pangan,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Muhammad Siril Aufa, menilai swasembada pangan bukan sekadar program, melainkan sebuah nilai perjuangan kolektif bangsa.

“Swasembada pangan ini merupakan sebuah indikator pencapaian yang menggambarkan bahwa negara Indonesia bisa mencapai sebuah kedaulatan pangan mandiri. Swasembada pangan merupakan sebuah nilai juang. Bukan cuma sebuah program atau sebuah capaian, tapi sebuah nilai juang. Tidak hanya bagi petani, tapi bagi kami mahasiswa, agar bisa ikut mendedikasikan diri kami agar tercapainya swasembada pangan,” ujarnya.

Menurutnya, capaian stok beras nasional yang tinggi menjadi bukti konkret keberhasilan kerja keras Kementerian Pertanian bersama para petani.

“Ternyata kalau melihat capaian dari seorang Menteri, bahasanya stoknya sangat memuaskan sekali. Itu merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dari Kementerian Pertanian. Melihat stok yang sebanyak ini bisa dilihat juga oleh seluruh teman-teman mahasiswa tadi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif yang harus terus dijaga melalui kolaborasi lintas sektor.

“Ini merupakan capaian dari Kementerian Pertanian, serta seluruh petani tanaman pangan yang ada di Indonesia. Kolaborasi dan sinergi ini harus kita tetap jaga, sehingga swasembada pangan tidak hanya berhenti di tahun ini, tapi juga berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, mahasiswa Polbangtan Malang, Danang Pramudya, menekankan peran aktif generasi muda dalam mendukung program swasembada pangan melalui keterlibatan langsung di lapangan sebagai bagian dari brigade pangan.

“Alhamdulillah kami mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian se-Indonesia telah ditugaskan ke beberapa titik swasembada pangan, yaitu sebagai brigade pangan atau petani milenial, di mana mahasiswa ini menjadi pendamping petani dalam swasembada pangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa telah diterjunkan ke berbagai wilayah strategis, termasuk Sumatera dan Kalimantan Tengah, untuk memperkuat implementasi program di lapangan.

“Contohnya kemarin sudah di Sumatera Selatan, dan juga yang saat ini insya Allah akan diberangkatkan ke Kalimantan Tengah untuk membantu program swasembada pangan,” jelasnya.

Danang berharap keterlibatan mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program swasembada pangan nasional.

“Harapannya semoga kami sebagai mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian yang dinaungi langsung oleh Kementerian Pertanian ini dapat turut serta sebagai generasi muda yang tentunya mensukseskan program swasembada pangan dari Kementerian Pertanian,” tutupnya.

Kunjungan ini semakin mempertegas bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan sekaligus kedaulatan pangan nasional secara berkelanjutan.

  • Penulis: Humas Polbangtan Gowa
  • Editor: Editor wartanionline.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mencegah Tanaman Hias Mati Saat Ditinggal Mudik

    Tips Mencegah Tanaman Hias Mati Saat Ditinggal Mudik Lebaran

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Mudik Lebaran menjadi momen yang dinantikan banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, bagi pecinta tanaman hias, meninggalkan tanaman dalam waktu lama bisa menjadi kekhawatiran tersendiri. Tanaman yang tidak dirawat dengan baik selama ditinggal mudik bisa layu atau bahkan mati. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga tanaman hias tetap segar selama […]

  • Memasuki Masa Panen, Petani Sukabumi Justru Resah. Apa Pasalnya?

    Memasuki Masa Panen, Petani Sukabumi Justru Resah. Apa Pasalnya?

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle redaksi
    • 2Komentar

    wartanionline.com – Memasuki awal Januari, musim panen seharusnya menjadi momen kebahagiaan bagi para petani. Namun, harapan untuk meraih keuntungan justru terasa jauh dari kenyataan. Para petani di Sukabumi justru diliputi keresahan. Pasalnya, di beberapa wilayah, harga gabah di tingkat petani anjlok hingga Rp5.000 per kilogram, jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar […]

  • Jenis media tanam bahan organik yang ramah lingkungan

    Tanam dengan Sehat dan Ramah Lingkungan: 5 Jenis Media Tanam Organik yang Populer dan Efektif

    • calendar_month Jumat, 12 Mei 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Jenis media tanam bahan organik yang ramah lingkungan. Media tanam organik menjadi pilihan populer bagi para petani dan tukang kebun yang ingin menanam tanaman dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan sehat. Dibandingkan dengan media tanam konvensional yang menggunakan bahan kimia, media tanam organik menggunakan bahan organik seperti kompos, pupuk kandang, dan limbah organik lainnya […]

  • purworejo

    Program CSA Terbukti Tingkatkan Produktivitas, Wakil Bupati Purworejo Apresiasi Kinerja Kementan

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2023
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menyiapkan langkah-langkah strategisnya dalam menghadapi El Nino. Diantaranya dengan mempersiapkan berbagai upaya antisipasi adaptasi dan mitigasi El Nino di sektor pertanian yang siap dilaksanakan setiap daerah.  Kementan juga terus mendorong dan membantu petani dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan. Program Climate Change Agriculture (CSA) Strategic […]

  • Berternak lele

    5 Rahasia Memilih Bibit Lele Berkualitas untuk Sukses Ternak Lele

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Berternak lele bisa menjadi usaha yang menguntungkan, tetapi kesuksesan awalnya dimulai dari pemilihan bibit ikan yang berkualitas. Berikut adalah lima tips penting yang harus diperhatikan saat memilih bibit ikan lele: 1. Pilih Bibit dari Indukan Berkualitas Pastikan bibit lele yang dipilih berasal dari indukan yang sehat dan berkualitas tinggi. Indukan lele yang baik […]

  • Enam rekomendasi bisnis ternak tahun 2023 yang memiliki potensi menguntungkan, mulai dari budidaya ikan lele hingga ternak kroto.

    Mengoptimalkan Potensi Bisnis Ternak, Inilah 6 Rekomendasi yang Menguntungkan di Tahun 2023

    • calendar_month Kamis, 29 Jun 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Rekomendasi bisnis ternak tahun 2023 yang menguntungkan. Ingin memulai usaha ternak yang menghasilkan pendapatan? Ternak hewan bisa menjadi pilihan yang menarik untuk meraih keuntungan dan menciptakan sumber penghasilan yang stabil. Tapi pertanyaannya adalah, bisnis ternak apa yang paling menguntungkan di tahun 2023? Dalam artikel ini, kami telah merangkum enam rekomendasi bisnis ternak tahun 2023 yang […]

expand_less