PIHPS Catat Harga Telur Ayam Ras Nasional Bertahan di Rp29.500 per Kg
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Harga telur ayam ras di tingkat pedagang eceran secara nasional tercatat Rp29.500 per kilogram pada Selasa (29/9/2026). Data tersebut berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional.
Harga tersebut menggambarkan rata-rata harga telur ayam ras di tingkat konsumen di berbagai wilayah Indonesia pada akhir September 2026.
Sementara itu, pergerakan harga di Jawa Timur menunjukkan tren berbeda. Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga telur ayam ras di wilayah tersebut mengalami penurunan sebesar 0,53 persen pada hari yang sama.
Harga Nasional Tercatat Rp29.500 per Kilogram
PIHPS Nasional secara rutin mencatat perkembangan harga berbagai komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran.
Data tersebut mencakup sejumlah kebutuhan pokok masyarakat, termasuk telur ayam ras, beras, minyak goreng, daging, bawang, serta komoditas pangan lainnya.
Pemantauan harga dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi pasar dan perkembangan harga pangan kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan.
Dengan adanya informasi tersebut, masyarakat dapat menjadikannya sebagai salah satu referensi dalam mengatur kebutuhan belanja rumah tangga.
Harga Telur di Jawa Timur Turun
Berbeda dengan rata-rata nasional, Siskaperbapo mencatat harga telur ayam ras di Jawa Timur mengalami penurunan 0,53 persen pada Selasa (29/9/2026).
Siskaperbapo merupakan sistem informasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memantau ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok di berbagai wilayah.
Pergerakan harga telur tersebut menjadi bagian dari dinamika harga pangan di Jawa Timur yang terjadi setiap hari.
Selain telur ayam ras, sejumlah komoditas lain juga mengalami perubahan harga. Beberapa komoditas, seperti daging ayam ras dan bawang merah, tercatat mengalami penurunan.
Sebaliknya, terdapat sejumlah kebutuhan pangan yang mengalami kenaikan harga, antara lain cabai dan minyak goreng.
Perbedaan pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasar pangan di setiap daerah dapat berbeda, meskipun komoditas yang dipantau sama.
Data Harga Jadi Acuan Masyarakat
Pemantauan harga secara berkala dinilai penting karena perubahan harga pangan dapat berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga.
Data PIHPS Nasional memberikan gambaran mengenai perkembangan harga pada skala nasional, sedangkan Siskaperbapo menyediakan informasi yang lebih spesifik mengenai kondisi pasar di Jawa Timur.
Informasi tersebut juga dapat dimanfaatkan pemerintah dan pelaku pasar untuk memantau perkembangan harga serta mengantisipasi gejolak yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.
Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan kanal informasi resmi ketika ingin mengetahui perkembangan harga bahan pokok.
Dengan pemantauan yang dilakukan secara konsisten, perkembangan harga telur ayam ras dan komoditas pangan lainnya dapat diketahui secara lebih transparan.
Perbedaan antara harga nasional dan regional sekaligus menunjukkan pentingnya pemantauan harga di berbagai tingkatan. Data yang akurat diperlukan agar perkembangan pasar pangan dapat dipantau dan kebijakan stabilisasi harga dapat disusun berdasarkan kondisi di lapangan.
Pada Selasa (29/9/2026), harga telur ayam ras secara nasional berada di angka Rp29.500 per kilogram, sementara di Jawa Timur tercatat mengalami penurunan 0,53 persen berdasarkan pemantauan Siskaperbapo.
- Penulis: Admin
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar