Rehabilitasi Irigasi MYP Sulsel Dorong Petani Tanam Padi Tiga Kali
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
- print Cetak

Sumber foto: ANTARA News Makassar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Harapan baru muncul bagi petani di Desa Bontonyeleng dan Palang Barae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Rehabilitasi jaringan irigasi melalui program multiyears project Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperluas area persawahan yang mendapatkan pasokan air.
Proyek yang dikerjakan pada periode September hingga Oktober 2026 tersebut difokuskan pada perbaikan infrastruktur pengairan untuk mendukung budidaya tanaman pangan di wilayah tersebut.
Kepala Desa Bontonyeleng, Andi Baso Mauragawali, mengatakan perbaikan irigasi akan memberikan manfaat tidak hanya bagi lahan yang selama ini sudah mendapatkan pasokan air, tetapi juga membuka peluang pengairan untuk lahan baru.
“Selain bisa mengaliri lahan saat ini, juga bisa mengaliri lahan baru apabila pekerjaan ini sudah selesai,” kata Andi Baso dalam keterangannya, Senin (27/9/2026).
Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan karena jaringan irigasi sebelumnya belum mampu mendistribusikan air secara optimal hingga ke area persawahan di bagian hilir.
Kondisi itu menjadi salah satu kendala petani dalam meningkatkan produktivitas. Pasokan air yang terbatas membuat sebagian lahan belum dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama pada periode tertentu.
Jamaluddin, salah seorang petani di Desa Bontonyeleng, mengatakan akses air menjadi persoalan yang selama ini dirasakan petani di wilayah tersebut.
Dengan adanya rehabilitasi saluran irigasi, ia berharap distribusi air ke area persawahan dapat lebih merata sehingga pola tanam petani dapat meningkat.
Saat ini, petani rata-rata hanya dapat menanam padi dua kali dalam setahun. Setelah jaringan irigasi berfungsi secara optimal, mereka berharap frekuensi tanam dapat meningkat menjadi tiga kali dalam setahun.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan jaringan irigasi yang direhabilitasi tersebut mampu mengairi lahan persawahan hingga sekitar 1.200 hektare.
Cakupan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Bulukumba.
Bagi petani, ketersediaan air yang lebih stabil menjadi faktor penting untuk memastikan kegiatan budidaya dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Andi Baso mengatakan luas persawahan di Desa Bontonyeleng dan Palang Barae cukup besar sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur pengairan yang memadai.
Menurut dia, keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik tidak hanya memberikan manfaat terhadap lahan yang sudah produktif, tetapi juga berpotensi membuka area pertanian baru.
Proses pembangunan jaringan irigasi saat ini terus berlangsung. Berdasarkan data yang tersedia, pengerjaan fisik telah mencapai sekitar 1,1 kilometer dari total target panjang jaringan sebesar 2,5 kilometer.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan petani.
Perbaikan jaringan tersebut juga diarahkan untuk memastikan distribusi air dapat menjangkau bagian ujung saluran hingga area persawahan di tingkat desa.
Program rehabilitasi irigasi menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat infrastruktur pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Dengan pasokan air yang lebih baik, petani diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam sekaligus memperoleh hasil produksi yang lebih optimal.
Bagi masyarakat Desa Bontonyeleng dan Palang Barae, keberhasilan proyek tersebut bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut peluang meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani.
Target peningkatan pola tanam dari dua menjadi tiga kali dalam setahun menjadi salah satu harapan utama yang muncul dari pembangunan tersebut.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan terus mengawal penyelesaian proyek hingga tuntas agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian di Bulukumba.
- Penulis: Admin
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar