Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SDM Pertanian » Ini Dia Alat Pertanian Kuno dari Zaman Majapahit yang Masih Bisa Digunakan Saat Ini!

Ini Dia Alat Pertanian Kuno dari Zaman Majapahit yang Masih Bisa Digunakan Saat Ini!

  • account_circle Saiful Rachman
  • calendar_month Sabtu, 15 Apr 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Alat pertanian yang digunakan pada masa Majapahit. Pertanian adalah salah satu sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi pada masa lalu dan hingga saat ini.

Pada masa Majapahit, pertanian menjadi sektor yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat, karena hampir seluruh penduduk pada masa itu bermata pencaharian sebagai petani.

Majapahit dikenal sebagai kerajaan yang maju dalam bidang pertanian. Salah satu faktor yang membuat pertanian maju pada masa itu adalah penggunaan alat pertanian yang canggih dan efektif.

Berikut ini adalah beberapa alat pertanian yang digunakan pada masa Majapahit:

  • Cangkul

Cangkul adalah alat pertanian yang paling umum digunakan pada masa Majapahit. Alat ini digunakan untuk membajak, menggemburkan tanah, dan membersihkan gulma. Cangkul pada masa itu terbuat dari kayu keras dengan bagian tajam terbuat dari besi.

  • Arit

Arit adalah ini umumnya digunakan untuk memotong padi atau tanaman lainnya. Pada masa Majapahit, arit terbuat dari kayu dan besi. Arit pada masa itu memiliki bentuk yang lebih simpel dibandingkan dengan arit modern.

  • Lembing

Lembing adalah alat pertanian yang digunakan untuk menanam padi atau tanaman lainnya. Pada masa Majapahit, lembing terbuat dari kayu dan memiliki bentuk yang khas. Alat ini sangat penting karena pada masa itu, padi masih ditanam dengan cara manual.

  • Lesung

Lesung adalah alat yang digunakan untuk menumbuk padi atau bahan makanan lainnya. Lesung pada masa Majapahit terbuat dari batu atau kayu dan digunakan bersamaan dengan alat pemukul yang disebut “alu”.

  • Alu

Alu adalah alat yang digunakan untuk memukul bahan makanan di dalam lesung. Pada masa Majapahit, alu terbuat dari batu atau kayu dan memiliki bentuk yang khas.

  • Gembor

Gembor adalah alat pertanian yang digunakan untuk menyiram tanaman. Pada masa Majapahit, gembor terbuat dari bambu atau kayu dan memiliki lubang di bagian bawahnya untuk mengeluarkan air.

  • Penulis: Saiful Rachman

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Anggur

      Gelar Ngobras, Kementan Hadirkan Tarto Blendhot Petani Anggur Sukses Dilahan Sempit

      • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
      • account_circle redaksi
      • 4Komentar

      JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pertanian perkotaan (urban farming) dalam berbagai programnya. Urban farming dikarenakan adanya keterbatasan lahan, terutama di DKI Jakarta dilakukan dengan memanfaatkan aneka ruang yang tersedia. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) sendiri terus mendorong tumbuhnya pertanian perkotaan yang mengoptimalkan teknologi dengan memanfaatkan keterbatasan lahan yang ada. “Kita menggerakan […]

    • Tanaman Lengkuas

      Tanaman Lengkuas, Manfaat dan Cara Menanamnya dalam Pot

      • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Tanaman lengkuas yang oleh masyarakat Jawa disebut dengan laos ini adalah jenis tanaman rimpang yang dapat tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah. Lengkuas ini kerap dijadikan sebagai bumbu masakan khas Indonesia dan Asia. Tanaman lengkuas tidak hanya mampu menyedapkan rasa makanan, ada banyak juga manfaat lengkuas bagi kesehatan. Selama berabad-abad, lengkuas ini telah dijadikan […]

    • Panen Jagung Manis Sempurna? Ini Waktu & Cara yang Paling Tepat!

      Panen Jagung Manis Sempurna? Ini Waktu & Cara yang Paling Tepat!

      • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Jagung manis adalah salah satu tanaman yang cepat panen. Hanya dalam waktu sekitar 65–75 hari setelah tanam, kamu sudah bisa memetik hasilnya. Umumnya, masa panen jagung manis jatuh antara Agustus hingga Oktober, tergantung kapan kamu mulai menanam. Namun, meskipun cepat tumbuh, memanen jagung manis tidak bisa sembarangan. Jika dipetik terlalu dini, rasanya hambar […]

    • Polbangtan

      Semangat Dies Natalis ke-5, Polbangtan Kementan Komitmen Bangun SDM Pertanian Unggul

      • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
      • account_circle redaksi
      • 7Komentar

      GOWA – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa adalah salah satu kampus vokasi di bawah Pusat Pendidikan BPPSDMP Kementerian Pertanian. Kampus yang sebelumnya bernama STPP tersebut telah bertransformasi menjadi politeknik pembangunan pertanian (2018) dengan misi menjadi Politeknik unggul dalam menyiapkan sumber daya manusia yang maju, mandiri, dan modern. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengarahkan Polbangtan agar […]

    • Ternak hewan yang paling menguntungkan.

      Mengenal Sistem Peternakan Berkelanjutan, Solusi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Peternakan

      • calendar_month Selasa, 21 Nov 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 3Komentar

      Peternakan adalah salah satu sektor yang berperan penting dalam perekonomian dan ketahanan pangan Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020, sektor ternak menyumbang 3,18 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan mencapai nilai produksi sebesar Rp 284,6 triliun. Selain itu, sektor ternak juga menyerap tenaga kerja sebanyak 13,4 juta orang, terutama […]

    • La Nina Menggeliat: Waspada Hujan Lebat dan Banjir diBulan Agustus

      La Nina Menggeliat: Waspada Hujan Lebat dan Banjir di Bulan Agustus

      • calendar_month Senin, 5 Agt 2024
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      wartanionline.com – Fenomena La Nina diperkirakan akan semakin menggeliat pada Agustus ini, meningkatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat menyebabkan banjir di berbagai wilayah. La Nina, yang merupakan fenomena iklim yang menyebabkan curah hujan meningkat secara berlebihan di suatu kawasan, berlawanan dengan El Nino yang ditandai dengan suhu tinggi di Samudera Pasifik sekitar ekuator. Menurut Lembaga […]

    expand_less