Fakta Daun Kratom, Komoditi Ekspor Indonesia yang Masih Penuh Kontroversi
- account_circle Saiful Rachman
- calendar_month Selasa, 24 Okt 2023
- print Cetak

Rencana Kementerian Perdagangan Indonesia untuk mengeksplorasi peluang ekspor tanaman herbal kratom terutama di Amerika Serikat. (Image by Freepik)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Infeksi Salmonella merupakan risiko yang terkait dengan penggunaan kratom, dengan laporan kasus di Amerika Serikat pada 2018.
Selain itu, kandungan mitragynine dalam kratom dapat menyebabkan kecanduan dan gejala putus obat yang serius seperti agitasi, mual, dan depresi.
Tak hanya itu saja, penggunaan kratom dalam jangka panjang dapat menyebabkan munculnya gejala putus obat (withdrawal symptoms) saat penggunaan tersebut dihentikan, termasuk:
- Agitasi
- Agresi
- Mual dan muntah
- Menggigil
- Diare
- Nyeri otot atau sendi
- Hipotermia
- Gampang berkeringat
- Gemetar
- Depresi
Kontroversi seputar keamanan dan kegunaan daun kratom menjadi perhatian serius, baik bagi eksportir Indonesia maupun pemerintah yang perlu mengkaji kembali regulasi terkait.
Sementara industri ekspor tetap berlanjut, perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dan reputasi Indonesia di mata dunia menjadi hal penting untuk dipertimbangkan.***
- Penulis: Saiful Rachman




