Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peternakan » Mahasiswa Polbangtan Gowa Gelar Vaksinasi Rabies Gratis di Bone

Mahasiswa Polbangtan Gowa Gelar Vaksinasi Rabies Gratis di Bone

  • account_circle redaksi
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com, BONE — Memperingati Hari Rabies Sedunia, Himpunan Mahasiswa Peternakan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa berkolaborasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Bone menggelar vaksinasi gratis dan edukasi kesehatan hewan di Desa Callaccu, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan mendukung pencegahan rabies sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan hewan.
Kegiatan menyasar hewan penular rabies (HPR), khususnya anjing peliharaan warga, melalui vaksinasi gratis dan pemeriksaan kesehatan dasar. Selain melindungi hewan, kegiatan ini mendorong masyarakat menerapkan pemeliharaan hewan yang bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.

Giat ini dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bone, A. Abd. Gafur, bersama petugas peternakan Kecamatan Awangpone, Nur Fadilah Herman dan Sukman. Turut hadir pendamping mahasiswa, Abrahan, serta Ketua Himpunan Mahasiswa Peternakan Polbangtan Gowa, Aidil Fitrianzah.

Aidil mengatakan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada vaksinasi, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu perkuliahan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Mahasiswa Polbangtan Gowa berkolaborasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Bone menggelar vaksinasi gratis dan edukasi kesehatan hewan di Desa Callaccu, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone. (Dok Humas Polbangtan Gowa)

“Sebagai mahasiswa peternakan, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di kampus dan turun langsung membantu masyarakat. Kolaborasi bersama Dinas Peternakan Bone ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan rabies di Kabupaten Bone,” ujarnya.

Menurut Aidil, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kesehatan hewan merupakan bagian penting dari pembelajaran vokasi. Melalui praktik lapangan, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan teknis, meningkatkan kepedulian sosial, serta memahami peran tenaga peternakan dalam menjaga kesehatan hewan dan melindungi masyarakat.

Kolaborasi Polbangtan Gowa dan Dinas Peternakan Kabupaten Bone juga menjadi bentuk sinergi antara institusi pendidikan vokasi dan pemerintah daerah. Kerja sama ini diharapkan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hewan, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya rabies, serta mendorong partisipasi dalam pencegahan penyakit hewan menular.

Antusiasme warga terlihat dari kehadiran pemilik hewan yang membawa peliharaan mereka untuk mendapatkan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting karena pencegahan rabies membutuhkan keterlibatan pemerintah, petugas kesehatan hewan, institusi pendidikan, dan pemilik hewan.

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia dan berakibat fatal. Karena itu, vaksinasi hewan penular rabies, pengawasan kesehatan hewan, serta edukasi masyarakat menjadi langkah penting untuk menekan risiko penularan.

Masyarakat juga perlu mengetahui pertolongan pertama jika mengalami gigitan atau cakaran hewan yang dicurigai berisiko rabies. Luka harus segera dicuci menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit, kemudian korban perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis untuk penilaian risiko dan penanganan lebih lanjut.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia pertanian untuk mendorong pembangunan pertanian yang maju dan berkelanjutan.

Pengembangan kompetensi generasi muda, termasuk di bidang peternakan dan kesehatan hewan, diperlukan agar mereka mampu menjawab tantangan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong pendidikan vokasi pertanian yang menitikberatkan pada keterampilan, pengalaman praktik, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan sektor pertanian. Keterlibatan mahasiswa Polbangtan Gowa dalam vaksinasi dan edukasi kesehatan hewan menjadi salah satu bentuk penerapan pembelajaran vokasi melalui pengabdian kepada masyarakat.

Direktur Polbangtan Gowa, Ismaya Nita Rianti Parawansa, menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan.Melalui kegiatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa dapat mengasah kompetensi teknis sekaligus membangun kepedulian sosial dan tanggung jawab profesional.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang menghubungkan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat. Kegiatan vaksinasi dan edukasi kesehatan hewan menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membentuk lulusan yang kompeten, terampil, dan memiliki kepedulian sosial.

Pengalaman praktik di lapangan juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan sesuai bidang keilmuan sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Hal ini diharapkan memperkuat kesiapan lulusan pendidikan vokasi pertanian untuk berkontribusi dalam pembangunan peternakan, khususnya di bidang kesehatan hewan dan pencegahan penyakit zoonosis.

Kegiatan vaksinasi gratis dalam rangka Hari Rabies Sedunia ini menunjukkan peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan SDM peternakan yang kompeten dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sinergi Polbangtan Gowa dan Dinas Peternakan Kabupaten Bone juga memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mendukung pencegahan penyakit hewan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Himpunan Mahasiswa Peternakan Polbangtan Gowa dan Dinas Peternakan Kabupaten Bone berharap kesadaran masyarakat tentang vaksinasi dan pemeliharaan hewan yang bertanggung jawab semakin meningkat. Kolaborasi mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan memperkuat pencegahan rabies secara berkelanjutan serta mendukung kesehatan hewan dan manusia.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Balai Karantina Kalbar Amankan 1.286 Telur Penyu dari Upaya Penyelundupan

    Balai Karantina Kalbar Amankan 1.286 Telur Penyu dari Upaya Penyelundupan

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Balai Karantina Kalbar bersama Satgas Pamtas TNI AD mengamankan 1.286 butir telur penyu di Sambas untuk kepentingan konservasi satwa dilindungi.

  • Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Soroti Keberhasilan Swasembada Beras

    Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Soroti Keberhasilan Swasembada Beras

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaksi
    • 3Komentar

    wartanionline.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada beras dan berada di jalur kuat menuju swasembada pangan nasional. Penegasan tersebut kembali disampaikan Presiden saat menghadiri agenda Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar pada Jumat (13/2/2026). Di hadapan para pelaku ekonomi, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa capaian […]

  • Manfaat Sensus Pertanian 2023 untuk Petani dan Pelaku Usaha

    Manfaat Sensus Pertanian 2023 untuk Petani dan Pelaku Usaha, Cek di Sini!

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Manfaat Sensus Pertanian 2023 untuk petani dan pelaku usaha. Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan Sensus Pertanian yang merupakan sensus yang diadakan setiap 10 tahun sekali. Pada tahun 2023 ini, BPS mengusung tema “Mencatat pertanian Indonesia untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani” dalam pelaksanaan sensus tersebut. Sensus Pertanian 2023 atau disingkat ST2023 direncanakan akan berlangsung […]

  • Mekanisasi Pertanian

    Teknologi Mekanisasi Pertanian, Cek Faktanya Di Sini!

    • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
    • account_circle Saiful Rachman
    • 5Komentar

    Mekanisasi pertanian adalah segala aktifitas inovasi teknologi yang memiliki tujuan untuk memudahkan proses bertani. Mekanisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi alat mesin pertanian (Alsintan) ini dinilai juga dapat membuka peluang kerja dan usaha baru. Salah satunya adalah melalui usaha penyewaan dan tenaga service yang dikelola usaha jasa alat dan mesin pertanian (UPJA). Dengan adanya mekanisasi pertanian […]

  • Buah yang kerap muncul di drama Korea ini, buah Persik ternyata dapat ditanam di daerah tropis! Berikut tips kami, untuk cara menanamnya.

    Ternyata Buah Persik dapat Ditanam di Indonesia, Tertarik Mencoba?

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Buah Persik adalah buah yang sering dikaitkan dengan negara di Asia Timur seperti Cina, Korea, dan Jepang. Bahkan buah persik juga dikenal dengan sebutan Momo, yaitu sebutannya di Jepang. Meski begitu, buah persik ternyata dapat ditanam di Indonesia. Tertarik untuk mencoba menanamnya? Berikut tips dari kami. Ternyata Buah Persik dapat Ditanam di Indonesia, Tertarik Mencoba? […]

  • 5 Tanaman Wangi yang Cocok Diletakkan di Rumah

    5 Tanaman Wangi yang Cocok Diletakkan di Rumah

    • calendar_month Rabu, 13 Des 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Rumah yang nyaman dan harum adalah impian semua orang. Selain membuat penghuninya merasa rileks dan nyaman, aroma harum juga dapat membantu menghilangkan stres dan meningkatkan mood. Salah satu cara untuk menghadirkan aroma harum di rumah adalah dengan meletakkan tanaman hias yang wangi. Tanaman hias wangi dapat memberikan kesegaran dan nuansa alami yang menyegarkan. Berikut ini […]

expand_less