Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perkebunan » Mengenal Penyakit Layu Bakteri pada Tanaman Nilam

Mengenal Penyakit Layu Bakteri pada Tanaman Nilam

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Budidaya Nilam harus juga Mengenal Penyakit layu bakteri pada tanaman nilam disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum E.F. Smith, yang dulu dikenal sebagai Pseudomonas solanacearum. Penyakit ini dapat menyerang tanaman muda maupun tua, menyebabkan kelayuan yang tidak teratur dari cabang ke cabang. Tanaman yang terinfeksi akan mengalami kelayuan dalam waktu 2–5 hari setelah infeksi terjadi. Berikut adalah beberapa langkah untuk mengendalikan penyakit layu bakteri:

Gejala Serangan

Gejala serangan meliputi layu yang terjadi pada tanaman muda dan tua. Kelayuan ini terjadi secara tidak teratur dari satu cabang ke cabang lainnya. Setelah terinfeksi, tanaman akan mengalami kelayuan dalam waktu 2–5 hari.

Pengendalian Penyakit

  1. Eradikasi: Langkah pertama dalam pengendalian adalah memusnahkan sumber penyakit. Tanaman yang sakit harus dicabut dan dibakar atau disuling untuk mencegah penyebaran bakteri.
  2. Memutus Siklus Hidup Penyebab Penyakit: Hindari menanam nilam selama 2-3 tahun di lahan yang pernah terserang penyakit untuk memutus siklus hidup bakteri.
  3. Pergiliran Tanaman: Lakukan rotasi tanaman dengan jenis tanaman yang bukan inang bakteri, seperti jagung, untuk mengurangi populasi bakteri di tanah.
  4. Perbaikan Saluran Air: Pada saat curah hujan tinggi, pastikan saluran air di kebun berfungsi dengan baik untuk mencegah genangan air yang dapat meningkatkan kelembapan tanah dan mempercepat penyebaran penyakit.
  • Penulis: redaksi

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Swasembada, Saatnya Bangun Ketahanan Pangan yang Adil dan Berkelanjutan

      Swasembada, Saatnya Bangun Ketahanan Pangan yang Adil dan Berkelanjutan

      • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Swasembada pangan selama ini kerap dijadikan tolok ukur keberhasilan sektor pertanian nasional. Namun, menurut Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari, capaian tersebut belum tentu menjamin ketahanan pangan jangka panjang. “Kalau tidak dilakukan secara komprehensif, swasembada tidak otomatis menjamin ketahanan pangan secara berkelanjutan,” ungkap Puji saat diwawancarai media, Selasa (22/7/2025). Ketahanan […]

    • Nino

      Siap Hadapi El Nino Wujud Nyata Petani Muda Anggota Negara ASEAN Jaga Ketahanan Pangan Dunia

      • calendar_month Minggu, 11 Jun 2023
      • account_circle redaksi
      • 3Komentar

      PADANG – Ancaman El Nino yang bisa mengganggu pertanian, disikapi oleh petani Indonesia dan ASEAN. Dalam kegiatan Temu Petani ASEAN, para petani menyatakan siap menjaga pangan dari ancaman El Nino. Temu Petani ASEAN Asean Dialogue Patners Exchange Farmer Visit 2023 adalah bagian dari kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI di Padang, […]

    • Berdasarkan catatan World Heritage Convention, situs Kuk juga jadi contoh yang amat baik atas transformasi praktik pertanian zaman kuno.

      Situs Kuk: Warisan Dunia UNESCO di Papua Nugini, Jejak Pertanian Purba dari Zaman Kuno hingga Peradaban Modern

      • calendar_month Minggu, 23 Jul 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Situs Kuk adalah sebuah situs arkeologi yang terletak di Rawa Kuk, Lembah Wahgi Atas, Papua Nugini. Situs ini telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. Penggalian arkeologi di situs ini telah mengungkap jejak transisi dari eksploitasi tanaman menjadi praktik pertanian sekitar 7.000-6.400 tahun yang lalu di Pulau Papua. Salah satu catatan dari World Heritage Convention menyebutkan […]

    • Meningkatkan Kesadaran akan Pentingnya Hari Tani Nasional dalam Mempromosikan Pertanian Berkelanjutan

      Meningkatkan Kesadaran akan Pentingnya Hari Tani Nasional dalam Mempromosikan Pertanian Berkelanjutan

      • calendar_month Minggu, 24 Sep 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 2Komentar

      Hari Tani Nasional adalah perayaan yang diadakan setiap tahun pada tanggal 24 September untuk menghormati peran petani dalam memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga ketahanan pangan suatu negara. Peringatan ini memberikan kesempatan bagi kita semua untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya pertanian berkelanjutan, dan bagaimana setiap individu dapat berkontribusi dalam mendukung para petani kita. Pentingnya Hari Tani […]

    • Program IPDMIP

      Tingkatkan Etos Pertanian, Kementan Himbau Pemda Teruskan Program Andalannya

      • calendar_month Jumat, 17 Feb 2023
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      SURABAYA –  Pemerintah mengingatkan pentingnya pengadaan sistem irigasi yang memadai untuk mendukung pola tanam pertanian dan menghasilkan produksi komoditas pangan dalam jangka panjang. Maka  keberlanjutan sistem irigasi menjadi tanggung jawab dan kewenangan semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun kewenangan kabupaten. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, keberadaan air merupakan faktor penting […]

    • panen

      Rahasia Panen Melimpah: Trik Sukses Meningkatkan Produktivitas Pertanian

      • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      wartanionline.com – Hasil panen merupakan salah satu aspek penting dalam sektor pertanian, terutama di Indonesia. Meningkatkan produktivitas pertanian selalu menjadi tujuan utama para petani di seluruh dunia. Berikut adalah beberapa rahasia dan trik mengejutkan yang bisa membantu Anda mencapai panen melimpah dan sukses dalam dunia pertanian. 1. Pemilihan Varietas Tanaman yang Tepat Langkah awal yang […]

    expand_less