Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Mendag Budi Santoso: G20 Tolak Pangan Dijadikan Senjata Tekanan Geopolitik

Mendag Budi Santoso: G20 Tolak Pangan Dijadikan Senjata Tekanan Geopolitik

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menyampaikan hasil Pertemuan Menteri Perdagangan G20 yang digelar di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, Sabtu (3/10/2026). Salah satu poin penting pertemuan tersebut adalah sikap bersama para Menteri Perdagangan G20 yang menolak penggunaan komoditas pangan sebagai instrumen tekanan dalam konflik geopolitik.

“Para Menteri Perdagangan G20 menolak upaya menjadikan pangan sebagai instrumen tekanan geopolitik. Pangan berhubungan dengan kelangsungan hidup dan upaya penekanan melalui pangan tidak dapat dibenarkan,” ujar Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Budi, pangan merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup manusia. Karena itu, akses terhadap pangan perlu dijaga agar tidak terganggu oleh kepentingan atau konflik politik antarnegara.

Kesepakatan tersebut juga menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk menjaga stabilitas rantai pasok dan memastikan akses pangan tetap tersedia, khususnya bagi negara-negara yang rentan terhadap gangguan perdagangan global.

Budi mengatakan posisi Indonesia dalam forum G20 jelas, yakni mendorong agar persoalan pangan tidak dijadikan bagian dari tekanan dalam konflik geopolitik.

Menurut dia, kebijakan perdagangan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat harus didasarkan pada prinsip yang transparan dan mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas.

Selain isu pangan, Indonesia juga menyoroti prinsip Most Favored Nation (MFN) dalam sistem perdagangan multilateral di bawah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Budi menilai prinsip MFN penting untuk menjaga kepastian dan perlakuan nondiskriminatif dalam perdagangan internasional.

Ia juga mengingatkan bahwa pelemahan prinsip MFN dapat berdampak terhadap penerapan Special and Differential Treatment (SDT) yang selama ini memberikan ruang kebijakan tertentu bagi negara berkembang.

Karena itu, Indonesia mendorong WTO untuk terus memperkuat aturan perdagangan multilateral yang dapat memberikan kepastian dan perlakuan yang adil bagi seluruh anggotanya.

Dalam pertemuan tersebut, Budi juga menyampaikan pandangan Indonesia mengenai isu excess capacity atau kelebihan kapasitas produksi.

Menurut dia, penilaian terhadap kelebihan kapasitas harus dilakukan berdasarkan analisis dan bukti, bukan semata-mata berdasarkan label atau pertimbangan politik.

“Excess capacity harus mengacu pada temuan yang analitis dan berbasis bukti, bukan pada label politik,” kata Budi.

Ia menjelaskan bahwa setiap sektor industri memiliki karakteristik berbeda, mulai dari siklus produksi, struktur rantai pasok, teknologi, hingga tingkat permintaan.

Oleh sebab itu, penilaian excess capacity perlu mempertimbangkan kondisi nyata di masing-masing sektor, termasuk keseimbangan antara permintaan dan penawaran serta tingkat utilisasi kapasitas produksi.

Isu praktik kerja paksa juga menjadi perhatian dalam pembahasan perdagangan G20.

Budi menegaskan komitmen Indonesia untuk menghapus praktik kerja paksa sebagai bagian dari upaya melindungi hak dan martabat pekerja.

Namun, Indonesia juga menekankan pentingnya memastikan bahwa isu perlindungan pekerja tidak digunakan sebagai instrumen tekanan politik dalam hubungan perdagangan antarnegara.

Menurut Budi, berbagai persoalan perdagangan global membutuhkan pendekatan kolaboratif dengan tetap menghormati perbedaan kebijakan dan orientasi ekonomi masing-masing negara.

Indonesia bersama negara-negara anggota G20 mendorong penguatan kerja sama untuk menghadapi berbagai tantangan perdagangan global.

Dialog berbasis data dinilai penting untuk mencegah ketegangan geopolitik mengganggu kelancaran arus barang dan jasa internasional.

Bagi Indonesia, perdagangan internasional diharapkan tetap menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi, bukan menjadi sumber tekanan baru dalam hubungan antarnegara.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan juga berkomitmen mengawal implementasi berbagai hasil pembahasan G20 tersebut di tingkat global.

Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas perdagangan, memperkuat kepastian hukum, serta memastikan sistem perdagangan internasional tetap terbuka, transparan, dan memberikan manfaat bagi negara maju maupun berkembang.

  • Penulis: Admin
  • Editor: Editor wartanionline.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Kerja dan Proses Kultur Jaringan pada Bidang Pertanian

    Mengenal Lebih Dalam tentang Kultur Jaringan: Cara Kerja dan Prosesnya

    • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Cara kerja dan proses kultur jaringan pada bidang pertanian. Kultur jaringan atau tissue culture juga sangat penting dalam bidang pertanian, terutama dalam pengembangan tanaman baru, perbanyakan tanaman, dan pengujian ketahanan tanaman terhadap penyakit. Kultur jaringan merupakan teknik penting dalam bidang pertanian, yang memungkinkan pengembangan tanaman baru dan perbanyakan tanaman secara aseksual. Keuntungan utama dari teknologi […]

  • Tanaman Kaliandra Sebagai Sumber Energi Alternatif

    Tanaman Kaliandra Sebagai Sumber Energi Alternatif, Cek Di Sini Faktanya!

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Tanaman kaliandra dalam bahasa Latin disebut dengan Calliandra calothyrsus. Kaliandra merupakan tanaman yang mudah tumbuh liar atau semak yang biasa kita temui di daerah sekitar kehutanan maupun lereng-lereng bukit di kawasan Indonesia. Tanaman kaliandra ini memiliki keunggulan, karena dapat tumbuh dengan baik pada musim kemarau walaupun pertumbuhannya tidak sebagus jika di tanam pada saat musim […]

  • HardaWebPro: Pendidikan Coding Harus Dimulai dari Tingkat SMP

    HardaWebPro: Pendidikan Coding Harus Dimulai dari Tingkat SMP

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Menurut kami, pendidikan coding tingkat SMP memang perlu dimulai lebih awal. Lalu siswa kelas tujuh sampai sembilan punya ruang latihan logika sebelum tekanan ujian SMA dan kuliah menyempitkan waktu eksperimen. Sikap itu selaras dengan cara kerja HardaWebPro. Praktisi web developer ini melihat jarak antara minat anak muda dan standar situs perusahaan yang mitra bisnis […]

  • CSA Kementan

    Teknologi CSA Kementan Hadirkan Produktivitas Ubinan Petani Pinrang Meningkat

    • calendar_month Rabu, 2 Nov 2022
    • account_circle redaksi
    • 4Komentar

    Pinrang – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang kembali menggelar kegiatan Temu Lapang Petani atau Farmer Field Day. Kegiatan Farm Field Day (FFD) merupakan kegiatan antara petani, penyuluh, peneliti serta stake holder lainnya saling bertukar informasi dalam mengembangkan sektor pertanian. Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo selalu menekankan SDM harus terus diperkuat. […]

  • Memanfaatkan Halaman Rumah Menjadi Kebun Kangkung: Panduannya

    Menyulap Halaman Rumah Menjadi Kebun Kangkung: Panduan Praktis

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Memanfaatkan halaman rumah sebagai kebun sayur tidak hanya menyenangkan tetapi juga bermanfaat. Salah satu sayuran yang mudah ditanam dan cepat panen adalah kangkung. Berikut panduan praktis untuk menyulap halaman rumah Anda menjadi kebun kangkung yang subur. 1. Persiapan Lahan Langkah pertama dalam menanam kangkung adalah mempersiapkan lahan. Pilih lokasi yang mendapat sinar matahari langsung […]

  • Polbangtan Kementan Terapkan Tanam Modern, 75 Hektare Digarap dengan Drone

    Polbangtan Kementan Terapkan Tanam Modern, 75 Hektare Digarap dengan Drone

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Humas Polbangtan Gowa
    • 0Komentar

    wartanionline.com, Banjar — Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menunjukkan aksi nyata dalam penerapan pertanian modern melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa terlibat langsung dalam percepatan tanam di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 75 hektare dengan memanfaatkan teknologi drone. Seluruh proses penanaman […]

expand_less