Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SDM Pertanian » Kementan Gelar Pelatihan Cegah PMK

Kementan Gelar Pelatihan Cegah PMK

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyebar di sebagian wilayah Indonesia, 18 Provinsi dan 180 Kab/Kota. Berdasarkan data per 12 Juni 2022, dari 140.298 ternak yang sakit, sebanyak 36.924 dinyatakan sembuh.

Kementerian Pertanian melalui unit-unit kerjanya melakukan langkah solutif untuk mengatasi PMK. Di antaranya dengan mengadakan Posko, Tata Kelola lalu lintas ternak, bantuan obat, vitamin, vaksinasi, pelatihan-pelatihan dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta masyarakat tidak panik menanggapi kondisi tersebut.
“PMK dapat ditangani, tidak perlu panik. PMK dapat disembuhkan dengan tingkat kematian yang relatif rendah. PMK tidak membahayakan manusia, dengan daging manusia bisa dikonsumsi dengan protokol pemotongan yang baik,” ujar Mentan Syahrul.

Langkah solutif dan antisipatif telah ditempuh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), yang secara teknis dilaksanakan oleh UPT Pelatihan dan Pendidikan Pertanian.

Seluruh komponen di bawah BPPSDMP wajib turun, terutama tenaga medik dan paramedik, untuk peran aktif menanggulangi penyebaran PMK. “Semua harus turun ke lapangan,” seru Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi.

Untuk segera memutus penyebaran PMK, sebanyak 86 kegiatan telah diselenggarakan BPPSDMP di hampir seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk Pelatihan, Bimbingan Teknis, Sosialisasi, Pendampingan, Webinar, Desinfektan Kandang, Vaksinasi, hingga Pengobatan Hewan Ternak.

Melalui UPT Pelatihan BPPSDMP khususnya yang bergerak di subsektor peternakan dan Kesehatan hewan, telah dilaksanakan berbagai pelatihan untuk pencegahan dan penanggulangan PMK dilakukan secara offline dan online, terutama di wilayah wabah PMK.

“Secara offline, Pelatihan Pengendalian dan Penanganan PMK telah dilaksanakan di wilayah Mojokerto Jawa Timur, Jawa Barat meliputi Depok, Bogor, Depok, dan Tangerang serta Bangka Tengah dengan total peserta mencapai 160 orang, “terang Dedi.

Pelatihan penanggulangan ini diberikan oleh dokter hewan dan medik veteriner yang dibantu oleh berbagai unsur mulai dari pemerintah, tokoh mayarakat, dan mahasiswa.

Sementara, Pelatihan Vaksinasi juga diselenggarakan di Kota Batu dengan sasaran peserta terdiri dari dokter hewan, paramedik, dan mahasiswa FKH Surabaya dan Malang. Diharapkan dengan pelatihan ini dapat memperlengkapi peserta pelatihan untik menjadi tenaga vaksinator cadangan yang berkompeten. Sedangkan di wilayah Mojokerto telah diselenggarakan pemberian Vitamin C dan perlakuan desinfektan total di 28 wilayah.

Pelatihan tidak hanya Jawa Barat dan Jawa Timur sebagai wilayah terdampak terbanyak, UPT Pelatihan Binuang dan Kupang bergerak menyelenggarakan Pelatihan dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian PMK untuk wilayah Kalimantan hingga Provinsi NTT, khususnya Kota Kupang.

“Sembilan UPT Pendidikan Pertanian juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengendalian penyebaran PMK. Mulai dari memberikan pelatihan pengendalian hingga menyediakan tambahan tenaga vaksinasi dengan melatih mahasiswa, serta pemberian vaksinasi dua gelombang dengan target 100 dan 200 ekor per hari di wilayah Dinas Peternakan Kota/Kab Malang,” kata Dedi lagi.
Dedi menambahkan jika BPPSDMP akan memanfaatkan berbagai kegiatan transfer of knowledge untuk mendukung upaya penanggulangan PMK. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi peserta dalam pengendalian dan pemberantasan PMK sekaligus mengurangi penyebaran.

“Untuk menanggulangi PMK ada berbagai cara, ada berbagai teknik, ada berbagai pendekatan. Jadi pelatihan ini sangat penting dan urgent,” ujarnya.

Pelatihan secara online untuk pencegahan dan pengendalian PMK diantaranya melalui webinar. Sebanyak 22.278 orang mengikuti pelatihan melalui zoom dan Youtube, dan 12.478 orang mengikuti Pelatihan online Vaksinasi PMK. Sedangkan diseminasi pencegahan dan Pelatihan PMK melalui Program-program Utama BPPSDMP diantaranya melalui Bertani On Cloud, MSPP dan MAF yang diikuti sebanyak17.646 peserta. (NF)

  • Penulis: admin

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Inilah cara menanam tanaman kencur di polybag.

      Cara Menanam Tanaman Kencur di Polybag, Tanaman yang Bisa sebagai Fungisida Alami

      • calendar_month Minggu, 27 Agt 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Tanaman Kencur, lengkuas dan jahe bukan hanya sebagai bumbu dapur yang memberikan aroma khas pada masakan. Ternyata, tanaman-tanaman rimpang ini juga bisa dimanfaatkan sebagai fungisida alami untuk mengatasi masalah jamur pada tanaman. Selain itu, kencur merupakan tanaman herbal yang mudah tumbuh dan dapat diolah menjadi fungisida alami dengan langkah-langkah yang tepat. Jika Anda tertarik untuk […]

    • Jenis Tumbuhan Obat-obatan

      Jenis Tumbuhan Obat-obatan: Manfaat dan Cara Pembuatan

      • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      Wartanionline.com – Jenis tumbuhan obat-obatan telah lama menjadi bagian dari pengobatan tradisional di berbagai budaya, termasuk di Indonesia. Dengan kekayaan alam yang luar biasa, Indonesia kaya akan tumbuhan dengan berbagai khasiat untuk kesehatan. Pemanfaatan jenis tumbuhan obat-obatan di Indonesia tidak hanya berakar pada tradisi tapi juga didukung oleh pengetahuan turun-temurun tentang properti penyembuhan alami. Misalnya, […]

    • Manfaat Bergabung dengan Kelompok Tani

      7 Manfaat Bergabung dengan Kelompok Tani: Nomor 3 Paling Menguntungkan

      • calendar_month Senin, 15 Apr 2024
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      Wt Online – Manfaat bergabung dengan Kelompok Tani merukan akses penting bagi para petani di tengah maraknya industrialisasi dan perkembangan teknologi, sektor pertanian masih memegang peranan vital dalam perekonomian dan keberlanjutan lingkungan. Bergabung dengan kelompok tani bukan hanya sebuah kegiatan sosial, tetapi juga langkah strategis yang menawarkan berbagai peluang dan keuntungan bagi petani. Berikut ini […]

    • Tanaman Hias Pot Gantung Perlu Disiram? Ini Cara Mengetahuinya

      Perawatan Tanaman Hias di Pot Gantung, Ini Tips Penting agar Tetap Terhidrasi dengan Baik di Musim Panas

      • calendar_month Kamis, 8 Jun 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 3Komentar

      Tanaman hias pot gantung merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk menambahkan keindahan dan warna pada taman. Namun, penting bagi kita untuk memperhatikan kebutuhan air tanaman hias yang ada di dalam pot gantung tersebut, terutama saat cuaca sedang panas. Menjaga tanaman tetap terhidrasi dengan baik merupakan faktor penting dalam menjaga keberhasilan pertumbuhan dan keindahan […]

    • Tingginya Manfaat Budidaya Tanaman Singkong dari Umbi Hingga Daunnya

      Tingginya Manfaat Budidaya Tanaman Singkong dari Umbi Hingga Daunnya

      • calendar_month Sabtu, 2 Des 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Tanaman singkong, juga dikenal sebagai cassava atau manihot, adalah tanaman umbi-umbian yang banyak tumbuh di daerah tropis. Umbi singkong dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat dalam berbagai bentuk makanan dan juga digunakan dalam industri sebagai bahan baku untuk produk seperti tepung tapioka dan bioetanol.   Singkong atau cassava merupakan tanaman yang memiliki beragam manfaat, baik dari umbinya […]

    • Program Pompanisasi

      Manfaatkan Program Pompanisasi, Warga Sinjai Tanam 3 Kali Setahun

      • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      Gowa | Kementerian Pertanian (Kementan) secara massif terus menggalakkan program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan Pompanisasi untuk mengatasi kekeringan lahan dan meningkatkan produksi tanaman pangan. Program pompanisasi merupakan pemberian bantuan pompa kepada petani untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari yang 0 menjadi 1 atau yang dari 1 menjadi 2 kali tanam dalam setahun serta mempercepat […]

    expand_less