Mentan Tertibkan Gula Rafinasi demi Lindungi Harga Petani Tebu Nasional
- account_circle redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi Gula Rafinasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dampak dari ketidakseimbangan pasar ini dirasakan secara langsung oleh para petani tebu di berbagai daerah. Harga molase atau tetes tebu dilaporkan anjlok drastis dari kisaran Rp1.900 menjadi sekitar Rp1.000 per liter pada Maret 2026, yang berarti penurunan hampir separuh dari harga sebelumnya. Selain itu, petani tebu di Jawa Timur sempat menyatakan ancaman mogok massal sebagai bentuk protes atas menumpuknya puluhan ribu ton gula hasil panen di gudang yang tidak terserap pasar, sembari menanti kepastian pencairan dana sebesar Rp1,5 triliun dari Danantara untuk pembelian gula petani yang tertunda selama delapan periode panen.
Strategi Penguatan Sinergi dan Produktivitas
Untuk mendukung target swasembada gula nasional, pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek penertiban distribusi, tetapi juga melakukan transformasi mendasar pada sisi hulu industri. Kementerian Pertanian terus mempercepat program peremajaan tebu, pengembangan kawasan tebu skala besar, serta penyediaan benih unggul untuk meningkatkan produktivitas lahan. Pemerintah menargetkan produksi Gula Kristal Putih (GKP) nasional dapat mencapai angka sekitar 3,04 juta ton pada tahun 2026 sebagai langkah konkret menuju kemandirian pangan.
- Penulis: redaksi





Saat ini belum ada komentar