Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peternakan » Pakan Bebek Petelur: Cara Hemat dan Alami untuk Maksimalkan Produksi Telur

Pakan Bebek Petelur: Cara Hemat dan Alami untuk Maksimalkan Produksi Telur

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Telur bebek terkenal dengan ukurannya yang lebih besar dibandingkan telur ayam dan cita rasa yang khas. Tidak hanya itu, telur bebek juga sering diolah menjadi telur asin yang banyak diminati, menjadikannya sebagai produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan telur ayam biasa. Hal ini mendorong banyak orang untuk memulai usaha ternak bebek petelur.

Namun, keberhasilan usaha ternak bebek petelur sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pemberian pakan yang berkualitas. Pakan ternak yang baik sangat penting agar bebek bisa menghasilkan telur yang berkualitas tinggi. Meski sudah ada banyak pakan siap konsumsi yang dijual di pasaran, harga pakan bebek petelur yang cukup mahal bisa menjadi tantangan, terutama bagi peternak skala kecil yang baru memulai usaha.

Untuk mengatasi masalah biaya pakan, banyak peternak yang memilih untuk membuat pakan bebek petelur mereka sendiri. Selain lebih hemat, pembuatan pakan secara mandiri juga bisa menghindarkan peternak dari penggunaan bahan kimia yang mungkin terkandung dalam pakan komersial. Dengan memilih bahan alami yang bersifat organik, bebek bisa tumbuh sehat dan produktif.

Bahan-Bahan Alami untuk Pakan Bebek Petelur

Bahan-bahan alami untuk pakan bebek petelur bisa ditemukan di sekitar kita, bahkan di alam bebas. Beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai pakan alternatif antara lain:

  1. Keong dan Bekicot
    Keong dan bekicot memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, sehingga sangat baik untuk mendukung pertumbuhan bebek petelur. Kedua bahan ini bisa diiris kecil-kecil, dikeringkan, atau dicampur langsung dengan bahan pakan lainnya seperti kosentrat, nasi aking, dan jagung giling.

  2. Kerang
    Kerang juga bisa menjadi bahan pakan alternatif yang kaya akan protein dan kalsium. Seperti halnya keong, kerang harus diiris kecil dan dicampur dengan bahan pakan lainnya agar lebih mudah dicerna oleh bebek.

  3. Ikan Rucah
    Ikan rucah, yang merupakan ikan hasil tangkapan nelayan yang tidak layak konsumsi, bisa dimanfaatkan sebagai sumber protein tinggi. Ikan rucah ini tersedia dengan harga murah dan dapat meningkatkan kualitas telur yang dihasilkan oleh bebek.

  4. Limbah Pemotongan Ayam
    Limbah dari pemotongan ayam, seperti kulit ayam, usus, dan bagian-bagian lainnya yang tidak terpakai, dapat dijadikan pakan alternatif yang mengandung protein tinggi. Namun, sebelum diberikan kepada bebek, limbah ayam ini harus dicuci dengan bersih.

  5. Keong Emas dan Hewan Kecil Lainnya
    Hewan kecil lainnya seperti kodok, cacing, atau kepiting juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber protein alami untuk bebek petelur. Keberadaan bahan-bahan ini di alam sangat melimpah dan mudah ditemukan, membuatnya menjadi pilihan pakan alternatif yang murah.

  6. Kacang-Kacangan
    Kacang kedelai, kacang hijau, dan bungkil kedelai adalah sumber protein nabati yang sangat baik untuk pakan bebek. Kacang-kacangan ini bisa dicampurkan dengan bahan pakan lain untuk meningkatkan kandungan gizinya.

  7. Jagung
    Jagung adalah bahan pakan yang kaya akan karbohidrat dan vitamin. Walaupun jagung mengandung protein yang lebih rendah dibandingkan bahan pakan lain, ia tetap penting untuk memberikan energi bagi bebek petelur.

Komposisi Pakan Bebek Petelur

Untuk membuat pakan bebek petelur yang seimbang, diperlukan komposisi yang tepat. Berikut adalah contoh komposisi bahan pakan bebek petelur untuk 100 kilogram pakan:

  • Bekatul: 5 kg
  • Tepung ikan: 8 kg
  • Bungkil kelapa: 7 kg
  • Jagung kuning: 25 kg
  • Kacang kedelai: 20 kg
  • Kacang hijau: 20 kg
  • Beras merah: 20 kg

Selain itu, perlu diperhatikan bahwa kebutuhan pakan akan berbeda-beda tergantung pada usia bebek. Bebek muda membutuhkan kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan bebek dewasa atau yang siap bertelur.

Pakan Fermentasi untuk Bebek Petelur

Selain pakan alami, pakan fermentasi juga bisa menjadi alternatif yang baik. Pakan fermentasi memiliki keuntungan karena dapat bertahan lebih lama dan dapat menurunkan biaya produksi. Pakan fermentasi biasanya dibuat dengan mencampurkan bahan-bahan alami seperti bekatul, dedak, dan bahan lainnya, kemudian difermentasi agar kandungan gizinya lebih mudah diserap oleh bebek.

Cara Membuat Pakan Bebek Petelur Organik

Untuk membuat pakan bebek petelur organik sendiri, berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti:

Bahan yang Dibutuhkan:

  • Serat (seperti gedebog pisang) sekitar 20-30%
  • Dedak atau bekatul sekitar 20%
  • Konfit BR 511 sekitar 30%
  • Air sebanyak 10 liter
  • Suplemen organik cair (SOC) sekitar 20 tutup botol
  • Tepung ikan atau tepung dari daging hewan seperti bekicot sekitar 10%
  • Vitamin bebek seperti Vibro sekitar 1 sendok
  • Gula pasir sebanyak seperempat kg

Langkah-langkah Pembuatan:

  1. Larutkan Vibro dalam 5 liter air, kemudian aduk hingga larut.
  2. Campurkan SOC, gula pasir, dan air, kemudian diamkan selama 15 menit agar mikroba dalam SOC tumbuh dengan baik.
  3. Sebarkan serat atau gedebog pisang di atas terpal dengan ketebalan sekitar 20 cm.
  4. Sebarkan Konfit BR 511 di atas serat pisang.
  5. Tambahkan tepung ikan dan tepung hewan di atasnya.
  6. Campurkan larutan SOC dan bekatul, lalu aduk rata dan sebarkan di atas bahan pakan.
  7. Tambahkan larutan Vibro yang telah diencerkan di atas bahan yang sudah tercampur.
  8. Setelah semua bahan tercampur rata, fermentasikan campuran tersebut dalam tong yang ditutup rapat selama sekitar 3 jam.
  9. Setelah fermentasi selesai, pakan siap diberikan kepada bebek petelur.

Pakan ini bisa diberikan untuk sekitar 100 ekor bebek petelur dengan takaran 20-30 kilogram per hari.

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Standar Pemeliharaan Tanaman

    Standar Pemeliharaan Tanaman Mulai dari Penanaman hingga Pemupukan

    • calendar_month Sabtu, 12 Nov 2022
    • account_circle Saiful Rachman
    • 3Komentar

    Standar pemeliharaan tanaman ini menjadi salah satu ukuran dalam kegiatan budidaya tanaman pangan. Tak hanya itu, masih ada beberapa kriteria lain yang perlu diterapkan seperti standar penanaman serta standart pemupukan. Saat proses pemeliharaan tanaman terutaman pangan, ada beberapa unsur yang harus diketahui, mulai dari media tanam, bibit atau benih, nutrisi dan air, pelindung tanaman hingga […]

  • Program Pompanisasi

    Manfaatkan Program Pompanisasi, Warga Sinjai Tanam 3 Kali Setahun

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    Gowa | Kementerian Pertanian (Kementan) secara massif terus menggalakkan program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan Pompanisasi untuk mengatasi kekeringan lahan dan meningkatkan produksi tanaman pangan. Program pompanisasi merupakan pemberian bantuan pompa kepada petani untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari yang 0 menjadi 1 atau yang dari 1 menjadi 2 kali tanam dalam setahun serta mempercepat […]

  • SDM

    Wujudkan SDM Pertanian Berkualitas, Kementan Optimalkan Pemberdayaan Wanita Tani

    • calendar_month Jumat, 9 Sep 2022
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Kementerian Pertanian terus mendorong pembinaan dan pendampingan terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) agar dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani Indonesia. Untuk lebih mengembangkan dan meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanin (BPPSDMP) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian, melakukan Pertemuan Evaluasi Kelompok Wanita Tani melalui Kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent […]

  • Penyuluh dan

    Kementan Pastikan Penyuluh Dampingi Petani Optimalisasi Percepatan Produksi Padi dan Jagung di Banten

    • calendar_month Minggu, 12 Nov 2023
    • account_circle redaksi
    • 5Komentar

    BANTEN – Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi dan jagung. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya fokus kerja dalam satu tahun masa jabatannya adalah memperkuat produksi berbagai komoditas strategis seperti padi dan jagung. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Satu tahun ini saya fokus pada produksi […]

  • Ekstensifikasi Pertanian Beserta Contohnya

    Ekstensifikasi Pertanian sabagai Upaya Mengatasi Kekurangan Lahan

    • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Ekstensifikasi pertanian adalah suatu teknik pertanian yang menggunakan teknologi dan metode yang sederhana untuk meningkatkan produksi tanaman. Tak hanya intensifikasi, diversifikasi, rehabilitasi, mekanisasi, cara meningkatkan produksi tanaman ini adalah dengan melakukan ekstensifikasi. Ekstensifikasi ini merupakan sebuah bentuk dari cara untuk menigkatakan sebuah hasil produksi dengan cara melakukan penambahan dan juga perluasan dari faktor produksi yang […]

  • Polbangtan Gowa

    Dampingi Petani Muda, Dosen Polbangtan Gowa Seberangi Sungai ke Lokasi Brigade Pangan

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Kegiatan pendampingan Brigade Pangan merupakan bagian dari upaya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa untuk memastikan pelaksanaan program Brigade Pangan berjalan optimal di tingkat lapangan. Mappideceng, salah satu kelompok BP aktif di Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, diketuai oleh Andi Fajar (21/05). Perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah. Untuk mencapai lahan pertanian yang dikelola oleh BP […]

expand_less