Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SDM Pertanian » Pengaruh Cuaca Ekstrem Bagi Para Nelayan Menangkap Ikan, Berikut Solusinya

Pengaruh Cuaca Ekstrem Bagi Para Nelayan Menangkap Ikan, Berikut Solusinya

  • account_circle Saiful Rachman
  • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Cuaca ekstrem merupakan fenomena alam yang terjadi di luar kondisi normal, terutama bagi para nelayan.

Fenomena ini dapat berupa hujan deras, angin kencang, gelombang tinggi, atau badai.

Cuaca ekstrem dapat berdampak negatif bagi berbagai sektor, termasuk sektor perikanan.

Bagi para mereka, cuaca ekstrem dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti:

1. Merugikan Hasil Tangkapan

Cuaca ekstrem dapat menyebabkan ikan bermigrasi ke perairan yang lebih aman, sehingga mereka sulit untuk menangkap ikan.

Selain itu, cuaca ekstrem juga dapat menyebabkan ikan mati, sehingga hasil tangkapan nelayan menjadi berkurang.

2. Meningkatkan Risiko Kecelakaan

Cuaca ekstrem dapat menyebabkan gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan deras.

Kondisi ini dapat membahayakan keselamatan para nelayan saat melaut.

Selain itu, cuaca ekstrem juga dapat menyebabkan kapal mereka tenggelam, sehingga meraka dapat kehilangan nyawa.

3. Meningkatnya Biaya Operasional

Cuaca ekstrem dapat menyebabkan mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki kapal atau peralatan melaut yang rusak.

  • Penulis: Saiful Rachman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Smart Gerdana

    Kementan Dukung Inovasi Smart Gerdana, Ini Dampak Pada Pertanian!

    • calendar_month Rabu, 7 Des 2022
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong para petani untuk meningkatkan produktivitas dengan menggunakan varietas unggul, memperluas penggunaan pupuk organik, dan melakukan pemupukan secara berimbang. Langkah ini penting dilakukan untuk menghasilkan produksi pertanian berkualitas. Di beberapa kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengajak para petani di seluruh Indonesia untuk meningkatkan penggunaan pupuk sendiri alias […]

  • Bimtek Kemenparekraf, Mengajak Pemusik Memanfaatkan Digital

    Bimtek Kemenparekraf, Mengajak Pemusik Memanfaatkan Digital

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    MEDAN – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pelaku industri musik di Medan, Sumatera Utara, untuk mengembangkan kreativitas. Salah satunya dengan memanfaatkan digital. Ajakan itu disampaikan Joody M. Poulan, atau Yoyo Bassman, yang menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Temu Teman Insan Kreatif (TEMATIK) Subsektor Musik yang dilaksanakan di LePolonia Hotel […]

  • Tahun Baru 2023

    Pastikan Kestabilan Pangan, Kementan Lakukan Monitoring Pangan Jelang Tahun Baru 2023 di Provinsi Sumatera Selatan

    • calendar_month Kamis, 29 Des 2022
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus memastikan stok kebutuhan pokok di pasar aman dalam menghadapi tingginya permintaan kebutuhan pokok menghadapi Tahun Baru 2023. Untuk itu, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan terjun langsung ke lapangan untuk monitoring stok dan harga pangan. Menteri […]

  • Potensi dan Prospek Peternakan Rakyat di Kalimantan Timur

    Potensi dan Prospek Peternakan Rakyat di Kalimantan Timur

    • calendar_month Selasa, 21 Nov 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Kalimantan Timur (Kaltim) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi dan peluang pengembangan peternakan rakyat. Peternakan rakyat adalah suatu sistem peternakan yang dilakukan oleh masyarakat dengan menggunakan lahan, ternak, dan sumber daya alam yang tersedia di sekitar mereka. Peternakan rakyat biasanya berskala kecil, berorientasi pada kebutuhan lokal, dan mengandalkan pengetahuan tradisional. Menurut data […]

  • Penas

    Hadirkan Berbagai Inovasi, Stand BPPSDMP di PENAS XVI 2023 di Banjiri Pengunjung

    • calendar_month Minggu, 11 Jun 2023
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    PADANG – Gempita gelaran Pekan Nasional (PENAS) XVI Petani Nelayan Indonesia tahun 2023 di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sangat terasa. Resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto, secara virtual, Sabtu (10/6/2023), PENAS XVI Petani Nelayan Indonesia menjadi momentum yang legendaris, sangat ditunggu, dirindukan petani, nelayan, pekebun. Seperti diketahui, pada pembukaan PENAS Tani Nelayan […]

  • Kompos Sapina

    Gelar MSPP Volume 14, Kementan Bahas Fungsi Kompos Sapina Tingkatkan Produktivitas Tanah

    • calendar_month Sabtu, 15 Apr 2023
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta – Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas hasil pertanian di Indonesia adalah ketersediaan dan kecukupan pupuk anorganik. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa seperti diketahui tempat bahan baku maupun produksi pupuk adalah negara Rusia dan Ukraina yang sedang berperang. Oleh sebab itu, Kementan mendorong para petani menggunakan pupuk organik dan […]

expand_less