Program Listrik PLN Dongkrak Produktivitas Pertanian Sidrap 48 Persen
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
- print Cetak

Sumber foto: ANTARA News
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Produktivitas pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, meningkat berkat program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN. Program ini memanfaatkan energi listrik untuk mengoperasikan pompa air guna mendukung pengairan lahan persawahan, terutama saat musim kemarau.
Salah satu penerapan program tersebut berada di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap. Pada panen Agustus 2026, produktivitas padi di wilayah tersebut tercatat mencapai sekitar 10,4 ton per hektare, meningkat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang berada di kisaran tujuh ton per hektare.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Sidrap, Ibrahim, mengatakan peningkatan produktivitas tersebut didukung oleh sejumlah upaya, termasuk penyediaan sumber air dan pemanfaatan listrik untuk pengairan.
“Panen Agustus 2026, produktivitas tercatat sekitar 10,4 ton per hektare. Ini meningkat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang berada di kisaran tujuh ton per hektare,” ujar Ibrahim dalam keterangannya di Makassar, Senin.
Ia menjelaskan, sekitar 395 hektare lahan pertanian di Desa Takkalasi dikelola oleh 13 kelompok tani. Sebelumnya, petani mengandalkan pasokan air dari Bendung Takkalasi yang berpotensi mengering ketika terjadi kemarau panjang.
Untuk mengatasi keterbatasan air, sebanyak 39 titik sumur bor telah tersedia sejak 2025. Sumber air tersebut kemudian dimanfaatkan melalui program listrik masuk sawah untuk mendukung pengoperasian pompa air bagi kebutuhan irigasi pertanian.
“Upaya ini berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah itu,” tambahnya.
Menurut Ibrahim, peningkatan hasil panen tidak terlepas dari berbagai langkah yang dilakukan secara terpadu, mulai dari optimalisasi lahan, bantuan benih, penyediaan sumber air, hingga pemanfaatan listrik untuk mendukung pengairan sawah.
Dengan dukungan listrik, petani juga memiliki alternatif energi untuk mengoperasikan pompa air tanpa sepenuhnya bergantung pada bahan bakar minyak (BBM).
Pengembangan program Electrifying Agriculture membutuhkan sinergi antara PLN, pemerintah daerah, kelompok tani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Kerja sama tersebut diperlukan agar pemanfaatan listrik sesuai dengan kebutuhan di lapangan, termasuk dukungan infrastruktur ketenagalistrikan yang memadai.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, mengatakan pemanfaatan listrik di sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pelanggan dan daya tersambung, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha melalui proses produksi yang lebih efisien.
“PLN juga mendorong pemanfaatan listrik untuk berbagai kebutuhan usaha agrikultur, mulai dari pompa irigasi dan sistem pengairan hingga pencahayaan, ventilasi, serta peralatan pendukung peternakan,” ujarnya.
Pemanfaatan teknologi berbasis listrik tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha pertanian menjalankan kegiatan produksi secara lebih praktis dan modern. Dengan dukungan infrastruktur serta kolaborasi berbagai pihak, program ini diharapkan turut memperkuat produktivitas pertanian dan mendukung keberlanjutan usaha tani di Kabupaten Sidrap.
- Penulis: Admin
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar