Tantangan Perubahan Iklim Picu Peningkatan Kerugian di Sektor Pertanian
- account_circle Saiful Rachman
- calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
- print Cetak

Tantangan Perubahan Iklim Picu Peningkatan Kerugian di Sektor Pertanian (Foto: nikitauba on freepik)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Berdasarkan laporan Bank Dunia, kerugian ekonomi akibat perubahan iklim di sektor pertanian diperkirakan mencapai USD 200 miliar per tahun pada tahun 2030.
Kerugian tersebut diprediksi akan meningkat menjadi USD 500 miliar per tahun pada tahun 2050.
Peningkatan kerugian di sektor pertanian akibat perubahan iklim dapat memiliki dampak negatif yang luas, termasuk:
1. Krisis Pangan
Krisis pangan dapat terjadi jika produksi pangan tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
2. Kemiskinan
Petani yang mengalami kerugian akibat perubahan iklim akan semakin miskin.
3. Instabilitas sosial
Instabilitas sosial dapat terjadi jika masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya.
Untuk mengatasi dampak negatif perubahan iklim terhadap sektor pertanian, perlu dilakukan berbagai upaya, antara lain:
– Pengurangan emisi gas rumah kaca
Pengurangan emisi gas rumah kaca merupakan upaya yang paling penting untuk mengatasi perubahan iklim.
– Adaptasi
Adaptasi merupakan upaya untuk menyesuaikan diri dengan dampak perubahan iklim yang sudah terjadi.
- Penulis: Saiful Rachman




