Tim Ekspedisi Temukan Spesies Anggrek Baru di Bukit Sapat Hawung, Kalimantan Tengah
- account_circle redaksi
- calendar_month Jumat, 6 Sep 2024
- print Cetak

Tim Ekspedisi dari Cagar Alam Bukit Sapat Hawung di Kabupaten Murung Raya, menemukan spesies anggrek jenis baru dari genus Bulbophyllum. (sumber CNN Indonesia)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tim Ekspedisi telah menerbitkan lebih dari delapan publikasi ilmiah mengenai spesies baru serta temuan catatan distribusi baru anggrek di Indonesia. Penemuan ini menjadi dasar klaim bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia sangat melimpah, sehingga masih memungkinkan untuk ditemukan spesies tumbuhan baru saat hutan-hutan dieksplorasi.
Namun, Yuda Yudistira juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap banyaknya spesies flora dan fauna yang terancam punah sebelum sempat diidentifikasi dan dicatat sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia. Ancaman ini datang dari pesatnya eksploitasi alam dan perubahan iklim.
“Seperti degradasi pembukaan lahan hutan, untuk lahan kebun sawit, yang di mana hal ini merusak ekosistem dan secara langsung berdampak pada perubahan iklim,” tambah Yuda.
Saat ini, diperkirakan masih ada ratusan spesies flora dari berbagai famili di Indonesia yang belum ditemukan secara resmi, khususnya spesies dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Yuda menekankan bahwa riset botani sangat minim dilakukan di Indonesia akibat terbatasnya akses, biaya, serta kurangnya tenaga ahli di bidang ini.
- Penulis: redaksi




