wartanionline.com – Stroberi menjadi salah satu buah favorit untuk ditanam di kebun rumah. Selain rasanya manis dan segar, buah ini kerap diolah menjadi berbagai hidangan, seperti selai hingga aneka dessert. Namun, untuk menghasilkan buah yang besar dan lezat, perawatan tanaman terutama penyiraman tidak boleh dilakukan sembarangan.

Dilansir dari Better Homes and Gardens, kebutuhan air tanaman stroberi tergolong cukup tinggi sehingga penting memahami frekuensi dan metode penyiraman yang tepat, baik saat ditanam di pot maupun di lahan terbuka.

Kebutuhan Air Tanaman Stroberi

Stroberi termasuk buah dengan kandungan air sangat tinggi, yakni sekitar 91 persen. Karena itu, tanaman ini membutuhkan pasokan air yang cukup dan konsisten.

Secara umum, tanaman stroberi memerlukan sekitar 1,7–3,5 liter air per minggu per pot. Penyiraman sebaiknya dilakukan ketika lapisan tanah bagian atas sedalam 2–5 cm sudah terasa kering saat disentuh.

Pada cuaca panas, stroberi yang ditanam di pot biasanya perlu disiram setiap hari. Sementara itu, stroberi yang ditanam langsung di tanah umumnya cukup disiram secara menyeluruh satu kali dalam seminggu atau bahkan lebih jarang, tergantung kondisi cuaca dan kelembapan tanah.

Meski demikian, kelebihan air justru lebih berbahaya dibandingkan kekurangan air. Tanaman stroberi sangat sensitif terhadap tanah yang terlalu basah. Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa kondisi tanah sebelum menyiram.

Cara Menyiram Stroberi yang Tepat

Metode penyiraman berpengaruh besar terhadap kesehatan tanaman. Sistem irigasi tetes atau selang rembes menjadi pilihan terbaik karena air langsung disalurkan ke tanah tanpa membasahi daun. Cara ini membantu mencegah munculnya penyakit jamur, seperti embun tepung, yang kerap menyerang daun stroberi.

Jika penyiraman dilakukan secara manual menggunakan selang atau gembor, arahkan air langsung ke permukaan tanah dan hindari membasahi daun. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar daun memiliki waktu cukup untuk mengering sebelum malam.

Untuk stroberi yang ditanam di pot, pastikan wadah memiliki lubang drainase yang baik. Tanah yang terlalu lembap dapat memicu busuk akar dan membuat tanaman cepat mati.

Tanda Tanaman Kelebihan Air

Tanaman stroberi yang terlalu sering disiram biasanya menunjukkan gejala seperti:

  • Daun menguning atau kecokelatan

  • Batang terlihat layu

  • Akar berbau tidak sedap dan berlendir

Jika tanda-tanda ini muncul, segera kurangi frekuensi penyiraman. Untuk tanaman dalam pot, sebaiknya ganti media tanam dengan tanah baru yang lebih gembur dan memiliki drainase baik.

Perawatan Tambahan agar Panen Maksimal

Selain penyiraman, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar stroberi menghasilkan buah berkualitas:

  • Sinar matahari: Stroberi menyukai sinar matahari penuh, idealnya minimal delapan jam per hari.

  • Pupuk dan kompos: Tambahkan kompos atau pupuk kandang matang sebelum tanam untuk meningkatkan kesuburan tanah. Jika menggunakan pupuk cair, pilih pupuk organik seimbang dan hindari kandungan nitrogen tinggi agar tanaman tidak hanya rimbun daun tetapi minim buah.

  • Mulsa jerami: Penggunaan mulsa membantu menjaga kelembapan tanah dan menekan pertumbuhan gulma.

  • Pengendalian hama: Stroberi rentan diserang siput, burung, dan hewan pengerat. Penanaman tanaman pendamping beraroma kuat dapat menjadi solusi alami untuk mengurangi gangguan hama.

Dengan penyiraman yang tepat dan perawatan menyeluruh, tanaman stroberi dapat tumbuh sehat serta menghasilkan buah yang manis dan melimpah sepanjang musim panen.