Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perkebunan » Panduan Membuat Komposter: Mengelola Limbah Organik dengan Mudah

Panduan Membuat Komposter: Mengelola Limbah Organik dengan Mudah

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Mengompos merupakan salah satu upaya efektif dalam mengelola sisa organik di rumah agar tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Namun, mengapa penting untuk mengolah sampah organik sendiri? Bukankah sisa organik akan terurai dengan sendirinya?

Faktanya, sisa organik yang berakhir di TPA hanya akan menumpuk bersama sampah lainnya dan terurai tanpa oksigen (anaerob).

Proses ini menghasilkan gas metana (CH4), yang berbahaya bagi lingkungan karena memiliki efek rumah kaca 30 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida (CO2).

Oleh karena itu, mengompos menjadi langkah penting dalam mengurangi dampak negatif terhadap bumi.

Manfaat Mengompos

Banyak orang menganggap membuang sisa organik ke tempat sampah sebagai kebiasaan yang wajar karena diyakini akan terurai dengan sendirinya.

Namun, data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa 60% sampah di TPA merupakan sampah organik.

Dengan mengompos, kita bisa:

  • Mengurangi sampah yang berakhir di TPA
  • Menghindari produksi gas metana yang memicu pemanasan global
  • Memanfaatkan kompos sebagai pupuk alami untuk meningkatkan kesuburan tanah
  • Mendukung pertanian berkelanjutan dengan cara yang ramah lingkungan

Studi dari Princeton University bahkan menyatakan bahwa gas metana memiliki dampak 30 kali lebih besar terhadap pemanasan global dibandingkan karbon dioksida. Oleh karena itu, mengompos adalah salah satu solusi yang mudah dan efektif dalam menjaga lingkungan.

Panduan Membuat Komposter di Rumah

Jika ingin mulai mengompos sendiri, berikut langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan:

Peralatan dan Bahan yang Dibutuhkan

Sebelum membuat komposter, siapkan beberapa alat dan bahan berikut:

  • Paralon (untuk ventilasi kompos)
  • Spidol (untuk menandai lubang pada ember)
  • Gergaji (untuk memotong paralon)
  • Bor atau obeng kembang (untuk membuat lubang udara)
  • Keran air dan plester (untuk saluran pembuangan air lindi)
  • Meteran paralon (untuk mengukur panjang paralon)
  • Gunting
  • Fiber (untuk menyaring kompos)

Langkah-Langkah Pembuatan Komposter

Setelah semua peralatan siap, ikuti langkah berikut untuk membuat komposter:

  1. Siapkan ember sebagai wadah kompos, lalu buat beberapa lubang di bagian bawah ember menggunakan bor atau obeng panas. Lubang ini berfungsi sebagai ventilasi dan pembuangan air lindi.
  2. Buat lubang pada bagian samping ember sekitar 9 cm dari dasar. Lubang ini digunakan untuk memasukkan paralon berdiameter 1/2 inci yang berfungsi sebagai ventilasi udara.
  3. Buat dua lubang di atas ember, sejajar dengan lubang di bagian bawah. Ini berfungsi untuk memasukkan paralon yang akan membantu sirkulasi udara.
  4. Tambahkan lubang untuk keran air di bagian bawah ember. Ini digunakan untuk mengalirkan air lindi yang dihasilkan selama proses pengomposan.
  5. Siapkan paralon berukuran 2 inci, potong dengan panjang sekitar 38 cm (sesuai tinggi ember). Paralon ini dipasang di tengah ember dan berfungsi sebagai aerasi.
  6. Buat beberapa lubang kecil di paralon besar, lalu buat lubang tambahan untuk memasukkan paralon kecil berukuran 1/2 inci.
  7. Siapkan paralon kecil berukuran 46 cm untuk dipasang di bagian atas dan bawah ember.
  8. Potong fiber berbentuk lingkaran sesuai ukuran ember, lalu buat lubang sebesar 2 inci di tengahnya agar bisa dipasang di atas paralon besar.
  9. Pasang semua paralon dan saringan fiber ke dalam ember sesuai dengan lubang yang telah dibuat.
  10. Pasang keran air di bagian bawah untuk memudahkan pembuangan air lindi.

Setelah semua komponen terpasang, komposter siap digunakan!

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dr. Muh. Natsir: Jaga Mutu Pelayanan dan Kebersihan Pasca Re-akreditasi Puskesmas Wawotobi

    dr. Muh. Natsir: Jaga Mutu Pelayanan dan Kebersihan Pasca Re-akreditasi Puskesmas Wawotobi

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Wawotobi, Kabupaten Konawe wartanionline.com – Tim Surveyor Pelayanan Kesehatan dari seluruh Indonesia (LASKEN) melakukan kunjungan selama tiga hari di Puskesmas Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Kunjungan ini berlangsung sejak hari Senin, 27 Mei 2024, hingga Rabu, 29 Mei 2024, dalam rangka proses Re-akreditasi Puskesmas. Dalam konfirmasi dengan media, Kepala Puskesmas Wawotobi, dr. Muh. Natsir, menyampaikan […]

  • Mengatasi Tantangan Teknologi Pertanian Bagi Petani Kecil Di Era Modern

    Mengatasi Tantangan Teknologi Pertanian Bagi Petani Kecil Di Era Modern

    • calendar_month Minggu, 18 Agt 2024
    • account_circle redaksi
    • 3Komentar

    wartanionline.com – Di era modern, teknologi pertanian menawarkan potensi besar untuk meningkatkan hasil panen dan efisiensi. Namun, petani kecil di banyak wilayah, termasuk di Indonesia, sering kali menghadapi berbagai tantangan dalam mengadopsi teknologi ini. Salah satu mengatasi tantangan utama adalah biaya investasi. Banyak teknologi pertanian canggih, seperti mesin pemanen otomatis atau sistem irigasi pintar, memerlukan […]

  • Menciptakan kolam air yang indah dan sehat, penting bagi kita untuk memilih tanaman yang tepat, ini tips memilih tanaman aquascape yang tepat

    Manfaat Ajaib Tanaman Aquascape untuk Keindahan dan Kesehatan Akuarium di Rumah!

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Tanaman aquascape merupakan komponen penting dalam akuarium karena memberikan banyak manfaat bagi ekosistem akuatik di dalamnya. Aquascape adalah seni mendesain dan mengatur taman air dalam sebuah akuarium. Aquascape mini adalah versi kecil dari aquascape yang cocok untuk pemula yang ingin mencoba membuat taman air yang indah di dalam akuarium kecil. Manfaat Tanaman Aquascape Berikut adalah […]

  • organik

    Kementan Maksimalkan Produktivitas Pertanian Melalui Program Genta Organik

    • calendar_month Jumat, 27 Jan 2023
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menghadapi tantangan ekonomi global di tahun 2023, Kementan melalui BPPSDMP terus melakukan kegiatan yang bisa meningkatkan kemampuan insan pertanian yang profesional, mandiri, memiliki daya saing serta menguasai teknologi. Tak hanya itu diharapkan insan pertanian jg memiliki jiwa enterpreneur sehingga petani-petani milenial mampu tak hanya sekadar memenuhi kebutuhan produksi pertanian dalam negeri tetapi juga […]

  • Tingkatan Produktivitas melalui Dukungan Penyuluh Pertanian di Lokasi Gernas Penanganan Dampak El Nino

    Tingkatan Produktivitas melalui Dukungan Penyuluh Pertanian di Lokasi Gernas Penanganan Dampak El Nino

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2023
    • account_circle redaksi
    • 2Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pembenahan besar-besaran untuk meningkatkan produksi pangan strategis utamanya padi dan jagung. Di antaranya dengan penggunaan teknologi, pendampingan petani melalui penyuluh, mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul serta optimalisasi lahan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan dalam satu tahun ini tengah fokus meningkatkan produksi dan produktivitas, khususnya tanaman padi […]

  • Pakan yang Bagus untuk Peternakan Ikan Lele

    Pakan yang Bagus untuk Peternakan Ikan Lele

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 2Komentar

    Peternakan ikan lele merupakan salah satu usaha yang populer di Indonesia karena ikan lele memiliki pertumbuhan yang cepat dan permintaan yang tinggi di pasaran. Agar ikan lele tumbuh dengan baik dan sehat, pemilihan pakan yang baik sangatlah penting. Berikut ini adalah beberapa jenis pakan yang bagus untuk peternakan ikan lele:   1. Pelet ikan komersial […]

expand_less