Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perkebunan » Strategi Tanam Bawang Merah di Musim Hujan, Hasil Tinggi dengan Perawatan Efisien

Strategi Tanam Bawang Merah di Musim Hujan, Hasil Tinggi dengan Perawatan Efisien

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Selama ini musim hujan sering dianggap waktu yang “kurang bersahabat” untuk menanam bawang merah. Risiko penyakit tinggi, lahan becek, dan umbi rawan busuk membuat banyak petani memilih menunggu musim kemarau. Namun di tangan petani yang tepat, musim hujan justru berubah menjadi ladang peluang.

Budidaya bawang merah yang dipraktikkan petani bawang di Kecamatan Tempel, Sleman, membuktikan bahwa dengan teknik sederhana namun terukur, bawang merah bisa tumbuh optimal di musim hujan. Kuncinya terletak pada penggunaan mulsa plastik, manajemen air yang tepat, serta perawatan nutrisi yang konsisten.

Mulsa plastik digunakan untuk memaksimalkan pembentukan umbi, menekan pertumbuhan gulma, dan menjaga kelembapan tanah tetap stabil meski curah hujan tinggi. Jarak tanam diset 20 x 20 cm, dengan lubang tanam berdiameter sekitar 3 inci. Bibit berasal dari umbi, dengan total kebutuhan sekitar 1 kuintal 80 kilogram.

Hasilnya terbilang mencengangkan. Setiap 1 kilogram bibit mampu menghasilkan 12–15 kilogram bawang merah. Dengan harga jual yang menembus Rp25.000 per kilogram, nilai panen bisa mencapai hingga Rp40 juta hanya dalam waktu sekitar dua bulan masa tanam. Angka yang manis, menggoda, dan sulit diabaikan. Tak heran jika semakin banyak petani mulai melirik bawang merah sebagai alternatif usaha tani di musim hujan.

Lantas, apa saja kunci perawatannya?

Teknis Perawatan Bawang Merah di Musim Hujan

Menanam bawang merah di musim hujan menuntut pendekatan berbeda dibanding musim kemarau. Curah hujan tinggi bisa menjadi berkah atau ancaman, tergantung bagaimana petani mengelolanya. Di lahan petani bawang, fokus perawatan diarahkan pada keseimbangan air, nutrisi, dan kesehatan tanaman agar tetap stabil hingga panen.

1. Pengairan Mengandalkan Alam

Di musim hujan, pengairan manual praktis ditiadakan. Tanaman sepenuhnya mengandalkan air hujan. Berbeda dengan musim kemarau yang bisa membutuhkan penyiraman harian, pada musim hujan justru kelebihan air harus dihindari karena berisiko memicu penyakit akar dan umbi.

Penggunaan mulsa plastik sangat membantu menjaga kelembapan tanah tetap ideal tanpa membuat lahan tergenang atau becek.

2. Pemupukan Kocor Bertahap

Pemupukan menjadi kunci utama keberhasilan budidaya ini. petani bawang memilih metode pemupukan kocor yang dilakukan sebanyak empat kali, dengan interval 10 hari sekali. Meski membutuhkan tenaga ekstra, metode ini lebih efisien dari sisi biaya dan serapan nutrisi.

  • Kocor pertama: asam humat + NPK 16 + Ultradhap untuk merangsang pertumbuhan awal dan memperkuat perakaran.

  • Kocor kedua: Calha + NPK 16 + Ultradhap guna menopang fase vegetatif agar tanaman tumbuh seragam dan sehat.

  • Kocor ketiga dan keempat: difokuskan pada fase pembesaran umbi menggunakan kalium humat + NPK berkadar kalium tinggi.

Asam humat selalu disertakan di setiap tahap karena berfungsi mengawetkan pupuk di dalam tanah, meningkatkan efisiensi serapan, dan menjaga kestabilan tanaman. Hasilnya, bawang merah tetap hijau dan sehat meski ditanam di musim hujan.

3. Batang Kokoh Berkat Silika dan Kalsium

Salah satu momen menarik di lahan ini adalah saat terjadi angin kencang. Alih-alih rebah, tanaman bawang merah tetap berdiri kokoh. Rahasianya terletak pada aplikasi silika dan kalsium secara rutin.

Silika mulai diberikan sejak umur 35 HST, bertepatan dengan awal pembentukan umbi, untuk memperkuat jaringan dan batang tanaman. Sementara itu, kalsium diaplikasikan melalui kocor dan semprot daun, sehingga struktur tanaman lebih kuat dan tidak mudah roboh.

4. Pengendalian Penyakit yang Efisien

Musim hujan identik dengan tekanan penyakit yang tinggi. Namun kondisi tanaman di lahan ini relatif sehat. Penggunaan fungisida masih tergolong standar, sementara pestisida diaplikasikan dengan dosis rendah.

Penyemprotan dilakukan dua hari sekali, menggunakan kombinasi fungisida, insektisida, dan nutrisi daun dalam dosis ringan. Pendekatan ini cukup efektif menjaga tanaman tetap terlindungi tanpa membuatnya bergantung pada bahan kimia berlebihan.

5. Antisipasi pH Tanah yang Turun

Curah hujan tinggi sering menyebabkan pH tanah menurun. Di beberapa titik lahan, kondisi ini sempat terjadi. Namun berkat aplikasi kalsium dan asam humat secara konsisten, pH tanah dapat distabilkan kembali.

Kombinasi keduanya tidak hanya menetralkan pH, tetapi juga memperbaiki struktur tanah dan menciptakan lingkungan tumbuh yang lebih aman bagi perakaran bawang merah.

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantaeng

    Sukses Tumbuhkan Petani Millenial, Kementan dan Pemkab Bantaeng Pastikan Regenerasi Petani Terus Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2023
    • account_circle redaksi
    • 2Komentar

    BANTAENG – District Multi Stakeholder Forum (DMSF) Kuartal II di Kabupaten Bantaeng kembali dilaksanakan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS) Bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati, Kabupaten Bantaeng, Senin 23 Oktober 2023, Pj Bupati Bantaeng Andi Abu Bakar bersama Wakil Direktur […]

  • Penyedia Unsur Hara Makro yang Penting Bagi Tanaman

    Penyedia Unsur Hara Makro yang Penting Bagi Tanaman

    • calendar_month Senin, 20 Mar 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Penyedia unsur hara makro yang penting bagi tanaman. Tanaman memerlukan nutrisi yang seimbang untuk tumbuh dengan baik dan sehat. Salah satu nutrisi yang penting bagi tanaman adalah unsur hara makro. Unsur hara makro adalah unsur hara yang diperlukan dalam jumlah yang relatif besar oleh tanaman. Ada tiga unsur hara makro yang paling penting bagi tanaman, […]

  • FFD Program CSA Kementan, Bantu Petani Jember Tingkatkan Produktivitas Ramah Lingkungan

    FFD Program CSA Kementan, Bantu Petani Jember Tingkatkan Produktivitas Ramah Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • account_circle redaksi
    • 2Komentar

    Jember – Kegiatan Farm Field Day (FFD) merupakan kegiatan antara petani, penyuluh, peneliti serta stake holder lainnya saling bertukar informasi dalam mengembangkan sektor pertanian. Baru-baru ini di Kabupaten Jember sebagai penerima manfaat Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) telah melaksanakan FFD berbarengan dengan panen padi inpari nutrizink. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, […]

  • Tanaman Pembawa Rezeki

    Jenis Tanaman Hias Depan Rumah Pembawa Rezeki

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Menanam tanaman hias di depan rumah tidak hanya mempercantik halaman tetapi juga dipercaya membawa energi positif, keberuntungan, dan rezeki. Berikut beberapa jenis tanaman hias yang cocok untuk ditanam di depan rumah beserta manfaatnya: 1. Money Plant Money plant sering dianggap sebagai simbol kekayaan dan keberuntungan. Dalam feng shui, tanaman ini dianjurkan untuk ditempatkan […]

  • XVII

    Kementan Mulai Persiapkan Pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVII

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai langkah persiapan pelaksanaan PENAS Petani Nelayan. Sesuai dengan hasil Rembug Utama PENAS Petani Nelayan XVI Padang Sumatera Barat, disepakati bahwa pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 adalah Provinsi Gorontalo. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SY) mengatakan bahwa PENAS Petani Nelayan memiliki peranan yang sangat strategis […]

  • Budidaya Ikan Bandeng

    Peluang Budidaya Ikan Bandeng: Potensi Besar dengan Keuntungan Menjanjikan

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Budidaya ikan bandeng merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan di sektor perikanan. Ikan bandeng (Chanos chanos) tidak hanya digemari masyarakat sebagai sumber protein berkualitas, tetapi juga memiliki pasar yang luas baik di tingkat lokal maupun ekspor. Berikut adalah alasan mengapa budidaya ikan bandeng menjadi peluang yang patut dipertimbangkan serta langkah-langkah untuk memulainya. […]

expand_less