Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hortikultura » Mekar yang Memikat, Nasib yang Mengkhawatirkan: Ancaman Nyata bagi Bunga Bangkai

Mekar yang Memikat, Nasib yang Mengkhawatirkan: Ancaman Nyata bagi Bunga Bangkai

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Amorphophallus titanum, atau yang lebih dikenal dengan bunga bangkai, bukan hanya salah satu tanaman paling unik di dunia, tapi juga yang paling terancam punah. Meskipun banyak orang mengenalnya karena ukuran dan aromanya yang ekstrem, tak banyak yang tahu bahwa justru kurangnya dokumentasi dan data perawatan menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kelangsungan hidupnya.

Aroma Busuk yang Menjadi Daya Tarik

Dikenal karena bau menyengat seperti daging busuk saat mekar, bunga bangkai memikat penyerbuk alami seperti kumbang bangkai dan lalat daging. Proses mekarnya pun merupakan peristiwa langka dan singkat hanya terjadi setiap beberapa tahun dan hanya berlangsung 24 hingga 48 jam.

“Biasanya Anda harus mendekati bunga untuk mencium aromanya,” jelas Olivia Murrell, peneliti utama dari studi terbaru. “Tapi tidak dengan bunga bangkai. Saat Anda masuk ke rumah kaca tempat ia berada, bau itu langsung menyeruak ke wajah.”

Menariknya, saat mekar, bunga bangkai juga menghasilkan panas, membantu penyebaran aroma untuk menarik penyerbuk lebih luas dan cepat.

Perawatan yang Rumit dan Tidak Konvensional

Berbeda dari kebanyakan tanaman, biji bunga bangkai tidak bisa dikeringkan dan disimpan dalam bank benih. Satu-satunya cara mempertahankannya adalah dengan memelihara tanaman hidup secara langsung dalam koleksi botani—dan ini bukan tugas mudah.

Bunga bangkai sulit diprediksi kapan akan mekar. Penyerbukan pun jadi tantangan, karena bunga betina mekar lebih dulu dan sudah tidak subur saat bunga jantan mulai menghasilkan serbuk sari. Kombinasi ini membuat upaya pelestarian jadi sangat kompleks.

Masalah yang Tak Terduga: Kurangnya Dokumentasi

Studi gabungan dari Northwestern University dan Chicago Botanic Garden menemukan fakta mencengangkan: banyak tanaman dalam koleksi hidup yang memiliki riwayat tak lengkap. Ketika tanaman dipindahkan dari satu institusi ke institusi lain, informasi penting seperti asal-usul, sejarah penyerbukan, dan kesehatan sering kali tidak disertakan.

Dari 1.200 tanaman yang diteliti di 111 institusi, ditemukan bahwa:

  • 24% adalah klon (salinan genetik identik)

  • 27% merupakan hasil persilangan antar kerabat dekat

Hasil uji genetik terhadap 65 tanaman menunjukkan tingkat keberagaman genetik yang rendah serta tingginya inbreeding, yang berdampak pada kemampuan tanaman untuk berkembang dan bertahan hidup.

“Inbreeding bisa menyebabkan tanaman tidak menghasilkan serbuk sari yang cukup atau bahkan mati setelah berbunga,” ungkap Murrell. “Beberapa anak tanaman bahkan lahir albino, tanpa klorofil, dan tidak bisa bertahan hidup.”

Dampak dan Ancaman Nyata

Rendahnya keragaman genetik membuat bunga bangkai lebih rentan terhadap penyakit, hama, dan perubahan iklim. Di habitat aslinya di Sumatra, populasi liar bunga bangkai hanya diperkirakan berjumlah sekitar 162 individu. Dengan jumlah itu, koleksi hidup di kebun raya menjadi harapan terakhir.

Sayangnya, proses penyerbukan yang mengandalkan serbuk sari dari tanaman yang secara genetik serupa malah memperparah krisis inbreeding.

Solusi: Data yang Terpadu, Harapan yang Terjaga

Murrell dan timnya menekankan pentingnya sistem pencatatan yang terstandarisasi dan konsisten di seluruh dunia. Institusi harus memastikan:

  • Riwayat penyerbukan dan asal tanaman terdokumentasi dengan baik

  • Data tetap menyertai tanaman saat dipindahkan ke institusi lain

  • Sistem berbagi informasi antarlembaga ditingkatkan

“Jam terus berdetak bagi Amorphophallus titanum,” tegas Murrell. “Kalau kita tidak bergerak sekarang, kita mungkin hanya akan melihat bunga bangkai di buku sejarah.”

  • Penulis: redaksi

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Gempa Cianjur

      Lepas Bantuan Gempa Cianjur, SYL Ungkap Kepedulian Pada Korban Bencana

      • calendar_month Sabtu, 26 Nov 2022
      • account_circle redaksi
      • 2Komentar

      JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo melepas bantuan kemanusiaan gempa Cianjur dari Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementanl, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (24/11). Bantuan tersebut berasal dari jajaran Kementan dan mitra. “Terima kasih kepada asosiasi-asosiasi serta mitra Kementan, dan seluruh jajaran pegawai Kementan yang turut merasakan bagaimana musibah yang sedang dialami saudara-saudara kita di […]

    • Podium Bukan Sekadar Tempat Berdiri, tapi Bagian dari Bahasa Visual Sebuah Acara

      Podium Bukan Sekadar Tempat Berdiri, tapi Bagian dari Bahasa Visual Sebuah Acara

      • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Dalam banyak acara resmi, perhatian panitia biasanya habis di suara, layar, backdrop, dan susunan kursi. Namun ada satu elemen yang sering dianggap kecil padahal efek visualnya besar: podium. Saya beberapa kali mendampingi penataan ruang seminar, aula sekolah, dan forum institusi, dan saya melihat sendiri bagaimana podium yang tepat bisa membuat panggung terasa jauh […]

    • Syarat Minimal Kandang Ternak yang Wajib Dipenuhi

      5 Syarat Minimal Kandang Ternak yang Wajib Dipenuhi agar Ternak Anda Sehat dan Produktif

      • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Syarat minimal kandang ternak yang harus dipenuhi. Kandang ternak adalah tempat bagi hewan ternak untuk tinggal dan tumbuh besar. Kandang yang baik akan memberikan lingkungan yang aman dan nyaman untuk hewan ternak. Ada beberapa syarat minimal yang harus dipenuhi agar kandang ternak dapat dianggap layak dan aman untuk hewan ternak. Berikut adalah beberapa syarat minimal […]

    • Limbah pertanian yang merangsang tumbuhnya gulma.

      Jangan Sembarangan! Ternyata Limbah Pertanian Ini Bisa Merangsang Pertumbuhan Gulma

      • calendar_month Senin, 11 Des 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Limbah pertanian khususnya limbah pupuk yang mengandung nitrogen dan fosfor, dapat menjadi pemicu pertumbuhan gulma yang merugikan bagi ekosistem perairan. Limbah pupuk, seperti urea yang mengandung fosfat, memiliki dampak negatif terhadap lingkungan air. Gulma air, yang merupakan jenis gulma yang tumbuh subur di lingkungan air, dapat berkembang tanpa kendali akibat stimulasi yang dihasilkan oleh limbah […]

    • El Nino

      Kementan Beserta Program Andalannya Siapkan Strategi dan Adaptasi Hadapi El Nino

      • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
      • account_circle redaksi
      • 4Komentar

      Ketika terjadi El Nino maka wilayah Indonesia akan mengalami penurunan curah hujan yang menyebabkan kemarau yang panjang. El Nino merupakan fenomena memanasnya suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong para petani membuat Indonesia menjadi negara paling kuat dalam menghadapi ancaman El Nino maupun krisis global […]

    • Musim penghujan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi peternak ayam

      Merawat Ternak Ayam di Musim Penghujan: Tips Menghadapi Tantangan Lingkungan Lembap dan Dingin

      • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      wartanionline.com – Musim penghujan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi peternak ayam. Kondisi lingkungan yang lembap dan dingin dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas ayam. Oleh karena itu, penting untuk memberikan perawatan ekstra pada ternak ayam selama musim hujan. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat ternak ayam di musim penghujan: 1. Perbaikan dan Pemeliharaan Kandang Pastikan kandang ayam […]

    expand_less