Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Dampingi Petani Muda, Dosen Polbangtan Gowa Seberangi Sungai ke Lokasi Brigade Pangan

Dampingi Petani Muda, Dosen Polbangtan Gowa Seberangi Sungai ke Lokasi Brigade Pangan

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Kegiatan pendampingan Brigade Pangan merupakan bagian dari upaya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa untuk memastikan pelaksanaan program Brigade Pangan berjalan optimal di tingkat lapangan. Mappideceng, salah satu kelompok BP aktif di Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, diketuai oleh Andi Fajar (21/05).

Perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah. Untuk mencapai lahan pertanian yang dikelola oleh BP Mappideceng, dosen pendamping Aminuddin harus menyeberangi Sungai Walanae sungai besar yang membelah wilayah Cenrana menggunakan perahu tradisional bersama anggota brigade.

“Ini pengalaman luar biasa. Tidak hanya soal ilmu pertanian yang kita bawa, tapi juga menyatu langsung dengan kondisi nyata di lapangan. Semangat petani muda di sini luar biasa,” ujar Aminuddin usai tiba di lokasi.

Setibanya di lokasi, Aminuddin memberikan pendampingan, diskusi dan pentingnya manajemen kelompok tani yang solid. Kehadirannya disambut hangat oleh Ketua BP Mappideceng, Andi Fajar, dan anggota yang tengah bersiap memasuki musim tanam.

“Kehadiran dosen dari Polbangtan menjadi semangat bagi kami. Perjalanan beliau yang tidak mudah ke sini adalah bukti bahwa perjuangan membina pertanian milenial itu nyata, Kami merasa tidak sendiri dalam membangun pertanian di kampung” ungkap Andi Fajar.

Dalam sesi pembinaannya, Aminuddin menekankan pentingnya kolaborasi dan ketangguhan mental dalam membangun pertanian desa, terutama bagi kalangan muda yang seringkali harus berhadapan dengan pandangan negatif terhadap profesi petani.

Brigade Pangan Mappideceng menjadi salah satu contoh bagaimana sinergi antara institusi pendidikan vokasi Kementerian Pertanian dan petani muda di daerah mampu menghidupkan kembali semangat bertani. Di tengah medan sulit dan keterbatasan akses, komitmen dan semangat gotong royong menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.

  • Penulis: redaksi

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Penas

      Pada Penas XVI 2023, Petani: Terima Kasih Presiden Jokowi dan Mentan Karena Memperhatikan Produksi Pertanian

      • calendar_month Sabtu, 10 Jun 2023
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      Padang – Sejumlah petani yang hadir pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan Indonesia ke-XVI yang dihelat di Padang, Sumatera Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Pasalnya, meski di masa pandemi sektor pertanian masih bisa berproduksi maksimal dan diandalkan menopang perekonomian. Menteri Pertanian, Syahrul […]

    • 5 Perkebunan Buah Naga Terbesar di Indonesia

      5 Perkebunan Buah Naga Terbesar di Indonesia

      • calendar_month Kamis, 28 Des 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Buah naga merupakan salah satu buah yang populer di Indonesia. Di Indonesia, ada banyak perkebunan buah naga yang tersebar di berbagai daerah. Buah ini memiliki rasa yang manis dan segar, serta memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Oleh karena itu, banyak orang yang tertarik untuk menanam buah naga. Berikut adalah 5 perkebunan buah naga terbesar di […]

    • Boleh Dicoba, Berikut 7 Tanaman yang Cocok Dijadikan Microgreen

      Boleh Dicoba, Berikut 7 Tanaman yang Cocok Dijadikan Microgreen

      • calendar_month Kamis, 7 Mar 2024
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Microgreen adalah tanaman muda yang dipanen saat berusia 7-21 hari setelah berkecambah. Microgreen kaya akan nutrisi dan memiliki rasa yang lebih pekat dibandingkan dengan tanaman dewasa. Berikut adalah 7 tanaman yang cocok dijadikan microgreen: 1. Brokoli Microgreen brokoli memiliki rasa yang lebih lembut dan sedikit manis dibandingkan dengan brokoli dewasa. Microgreen brokoli kaya akan vitamin […]

    • Beasiswa Sawit 2023 dari Kementerian Pertanian RI

      Beasiswa Sawit 2023 dari Kementerian Pertanian RI Telah dibuka, Bisa Menjadi Peluang Emas bagi Mahasiswa dalam Mendukung Perkebunan Indonesia

      • calendar_month Jumat, 19 Mei 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 3Komentar

      Beasiswa Sawit 2023 dari Kementerian Pertanian RI telah dibuka. Baru-baru ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan telah merilis informasi tentang pendafataran beasiswa untuk para mahasiswa. Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mendukung perkembangan sektor perkebunan di Indonesia. Bekerja sama dengan BPDP Kelapa Sawit, Beasiswa Sawit 2023 ditawarkan kepada mahasiswa dari tingkat D1, D2, […]

    • Tips Budidaya Jamur yang Mudah di Rumah

      Tips Budidaya Jamur yang Mudah di Rumah

      • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Budidaya jamur di rumah dapat menjadi kegiatan yang menarik dan bermanfaat. Jamur adalah sumber protein nabati yang kaya, serta mengandung beragam nutrisi penting. Berikut adalah beberapa tips budidaya jamur yang mudah di rumah: 1. Pilih Media Tanam yang Tepat Media tanam yang umum digunakan untuk budidaya tumbuhan ini antara lain serbuk kayu, jerami, sekam padi, […]

    • Strategi Tanam Bawang Merah di Musim Hujan, Hasil Tinggi dengan Perawatan Efisien

      Strategi Tanam Bawang Merah di Musim Hujan, Hasil Tinggi dengan Perawatan Efisien

      • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Selama ini musim hujan sering dianggap waktu yang “kurang bersahabat” untuk menanam bawang merah. Risiko penyakit tinggi, lahan becek, dan umbi rawan busuk membuat banyak petani memilih menunggu musim kemarau. Namun di tangan petani yang tepat, musim hujan justru berubah menjadi ladang peluang. Budidaya bawang merah yang dipraktikkan petani bawang di Kecamatan Tempel, […]

    expand_less