Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hortikultura » Ciptakan Sejarah, PalmCo Turn Around Komoditas Teh dan Karet Hingga Untung

Ciptakan Sejarah, PalmCo Turn Around Komoditas Teh dan Karet Hingga Untung

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Sub Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV menciptakan sejarah dalam capaian komoditas non core (bukan inti)-nya. Untuk pertama kali sejak 1996 lalu, Perusahaan pengelola sawit terluas di dunia tersebut mampu membukukan raihan laba positif bagi komoditas teh dan karet.

Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Utama PTPN IV Jatmiko Santosa di Jakarta menyebutkan PalmCo berhasil membukukan laba unaudit pada komoditas karet dan untuk teh di Sumatera Utara.

“Alhamdulillah, komoditas non core PalmCo seperti karet dan teh sudah mampu mencatatkan laba,” buka Jatmiko, Selasa (20/10) di Jakarta.

“Posisi exclude impairment, setelah lebih satu dasawarsa merugi, komoditas karet mampu membukukan laba bersih unaudit tahun 2024 sebesar Rp 14 miliar,” katanya lagi.

Disampaikannya pencapaian tersebut patut disyukuri sebab tanaman yang oleh PalmCo di olah menjadi produk Standard Indonesian Rubber dan Ribbed Smoke Sheet itu telah berkontribusi menekan losis dan berkontribusi hingga Rp 310 miliar jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya.

Sementara untuk teh, khususnya di Sumatera Utara, menurut Jatmiko juga telah mampu menunjukkan hasil positif setelah lebih 25 tahun tidak pernah memperoleh laba.

“Teh sudah mampu mencatatkan laba untuk pertama kalinya sejak tahun 1996,” tukas Jatmiko.

Terkait industri teh, menurut Asosiasi Teh Indonesia (ATI), akibat kenaikan impor dan penurunan ekspor teh, maka selama 15 tahun terakhir industri teh di dalam negeri mengalami penurunan baik dari segi luas areal dan produksinya. Luas kebun teh turun dari 140 ribu Ha menjadi 90 ribu Ha dengan produksi yang juga turun dari 40 ribu ton per tahun dari sebelumnya rata-rata 70 ribu ton pertahun. Kondisi yang membawa Indonesia turun peringkat dari 3 besar penghasil teh di dunia menjadi posisi ke tujuh.

Maka menurut Jatmiko, berbagai langkah dan program inisiatif turn around komoditas non inti seperti karet dan teh yang digesa PalmCo sejak pertengahan tahun 2024 tersebut harus dijaga konsistensinya.

Berbagai upaya seperti smart production strategy yang bertumpu pada penataan kebun, tenaga kerja, dan rasionalisasi ancak maupun pekerjaan panen, peningkatan kualitas mutu produk yang berorientasi pada pasar, cost reduction program, hingga peningkatan nilai tambah melalui EU Deforestation Regulation atau Peraturan Deforestasi UE menjadi program Turn Around yang akan diusung PalmCo pada 2025 ini.

“Memang upaya mengendalikan biaya seefisien mungkin tanpa mengurangi kinerja produksi dan mutu produk terbukti menjadi pendekatan yang mampu menciptakan tonggak sejarah pada sisi laba. Maka selanjutnya bagi kami yang juga penting adalah bagaimana menjaganya agar berkelanjutan,” sebutnya.

Harapan yang sejalan dengan kinerja PalmCo sampai dengan pertengahan Triwulan II 2025. Hingga pertengahan Mei, baik komoditas karet dan teh PTPN IV secara konsolidasi masih memperlihatkan kinerja positif. Cash cost terkendali didukung capaian operasional yang memenuhi sasaran.

“Tugas berat lainnya adalah memastikan seluruh unit kebun dan pabrik teh serta karet yang ada di lingkungan perusahaan mencapai target baik dari sisi operasional dan tentunya finansial. Jika disparitas dapat diminimalisir, maka Karet serta Teh di PalmCo tidak hanya akan membalikkan keadaan, tapi tumbuh dan berkelanjutan,” tutup Jatmiko.

Tags
  • Penulis: redaksi

Komentar (2)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Kenali Potensi Peternakan Kambing di Jawa Timur

      Kenali Potensi Peternakan Kambing di Jawa Timur

      • calendar_month Minggu, 24 Des 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam bidang peternakan kambing. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, yaitu: 1. Kondisi geografis Provinsi ini  memiliki kondisi geografis yang cocok untuk pengembangan peternakan kambing. Provinsi ini memiliki iklim tropis yang hangat dan lembap, sehingga cocok untuk budidaya rumput sebagai pakan kambing. Selain […]

    • Pembudidayaan Ikan di Kolam Terpal Semakin Populer, Ini Keuntungannya

      Pembudidayaan Ikan di Kolam Terpal Semakin Populer, Ini Keuntungannya

      • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Pembudidayaan ikan merupakan salah satu kegiatan usaha yang memiliki potensi besar di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis Indonesia yang dikelilingi oleh lautan dan memiliki banyak sungai. Salah satu metode budidaya ikan yang semakin populer di Indonesia adalah budidaya ikan di kolam terpal. Metode ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan metode budidaya ikan […]

    • Banggol bunga

      Penyebab Banggol Bunga Kamboja Membusuk dan Cara Mengatasinya

      • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      wartanionline.com – Banggol bunga kamboja (Plumeria) yang membusuk adalah masalah umum yang sering dihadapi para pecinta tanaman hias. Kondisi ini tidak hanya mengganggu penampilan tanaman, tetapi juga bisa mengancam kesehatan dan kelangsungan hidup bunga kamboja. Berikut beberapa penyebab utama banggol bunga kamboja membusuk dan cara mengatasinya. 1. Kelebihan Air Penyebab paling umum banggol bunga kamboja […]

    • Krisis Pangan Global

      Simak Cara Kementan Hadapi Krisis Pangan Global Melalui Genta Organik

      • calendar_month Jumat, 3 Mar 2023
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      JAKARTA – Salah satu langkah yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengantisipasi ketersediaan pangan agar terpenuhi bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia, diantaranya adalah dengan terus memasifkan Program Genta Organik. Genta Organik mendorong petani menggunakan pupuk organik secara masif. Gerakan ini juga bukan berarti petani meninggalkan pupuk kimia sepenuhnya, melainkan boleh menggunakan pupuk kimia tidak […]

    • Peran Peternakan Sapi dalam Pemenuhan Kebutuhan Protein dan Kontribusinya terhadap Ketahanan Pangan

      Peran Peternakan Sapi dalam Pemenuhan Kebutuhan Protein dan Kontribusinya terhadap Ketahanan Pangan

      • calendar_month Kamis, 30 Nov 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 4Komentar

      Peternakan sapi memainkan peran penting dalam pemenuhan kebutuhan protein masyarakat serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ketahanan pangan. Daging sapi merupakan salah satu sumber protein hewani utama yang menjadi konsumsi pokok masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Disamping itu, peternakan hewan ini juga menyumbang dalam ketahanan pangan secara global melalui produksi susu, kulit, […]

    • Langkah-langkah inovatif untuk meningkatkan kedaulatan pangan Indonesia dengan 6 strategi hilirisasi pertanian.

      Hilirisasi Pertanian Bisa Meningkatkan Kedaulatan Pangan, Ini 6 Langkah Strategisnya

      • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 4Komentar

      Hilirisasi pertanian jadi langkah untuk  meningkatkan kedaulatan pangan. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai petani. Meskipun sumber daya alam dan jumlah petani melimpah, kesejahteraan petani masih menjadi perhatian utama yang perlu ditingkatkan. Dalam upaya mewujudkan visi Indonesia maju, pemerintah fokus pada hilirisasi sumber daya alam (SDA) melalui delapan sektor yang mencakup […]

    expand_less