Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SDM Pertanian » Tani Modern » Perkuat Fungsi Kostratani, BPP Gumukmas Gandeng Siswa Siswi Sekolah Sosialisasikan Program CSA Kementan

Perkuat Fungsi Kostratani, BPP Gumukmas Gandeng Siswa Siswi Sekolah Sosialisasikan Program CSA Kementan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 9 Jun 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Malang — Climate Smart Agriculture (CSA) atau yang biasa disebut Pertanian Cerdas Iklim merupakan salah satu program yang dilaksanakan di Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman. CSA juga dapat meningkatan pendapatan petani pada lahan sawah beririgasi menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Penyuluh Pertanian di BPP Gumukmas Kabupaten Jember – Jawa Timur, melakukan kegiatan Kepramukaan Bhakti Saka Taruna Bumi dengan melaksanakan pengembangan pendampingan dan pengawalan Teknologi CSA SIMURP bekerjasama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Rabu (8/6/2022).

Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Madrasah Aliyah Negeri 3 Jember di Desa Jombang Kecamatan Jombang. Kegiatan tersebut juga merupakan kegiatan ekstrakurikuler bagi 350 siswa kelas III MAN 3 Jember dan 7 Mahasiswa semester V Polbangtan Malang.

Menteri SYL sapaannya menerangkan kalau CSA sangat penting unuk menghadapi perubahan iklim ekstrem dan memicu serangan hama penyakit tanaman di berbagi wilayah. “Climate Smart Agriculture (CSA) dapat menyelamatkan produksi pertanian kita,” ujar Mentan Syahrul.

“Saya mendorong berbagai inovasi dan teknologi seperti Climate Smart Agriculture atau CSA untuk menghadapi perubahan iklim,” kata Mentan Syahrul.

Apalagi dengan adanya dampak perubahan iklim yang saat ini semakin ekstrem, seperti cuaca yang tidak menentu akibat kekeringan, hujan dengan curah tinggi serta terus menerus yang mengakibatkan banjir, ledakan hama dan penyakit bisa menyebabkan gagal panen.

“Krisis iklim juga menyebabkan perubahan pola musim hujan dan kemarau yang semakin tidak menentu dapat mempengaruhi kegiatan budidaya tanaman serta produktivitas pertanian turun, sehingga menyebabkan penurunan produktivitas, produksi dan mutu hasil pertanian,” ujar Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi memberikan apresiasi kepada penyuluh dan petani di seluruh Indonesia, termasuk BPP Gumukmas Kabupaten Jember, sebagai lokasi SIMURP telah mendukung transformasi BPP Menjadi Kostratani.

“Kostratani merupakan penguatan peran dan fungsi BPP yang berbasis Teknologi Informasi serta BPP yang mampu memberikan contoh dalam penerapan pertanian cerdas iklim (CSA) tentunya membutuhkan SDM yang berkualitas.
Dengan melatih kelompok tani, tentunya menjadi sangat strategis sebagai sarana untuk memberdayakan petani dalam mengatasi dampak perubahan iklim, penguasaan teknologi ramah lingkungan serta persaingan global yang tdak dapat dihindari lagi,” tutur Dedi.

Dedi mengatakan, dengan kemajuan teknologi, saat ini petani dapat memanfatkan teknologi tepat guna khususnya dalam pemanfaatan alat tanam padi menggunakan mesin transplanter, alat panen dengan combine hardvester, mesin pengolah lahan berupa traktor roda 2 dan roda 4. Hasilnya tentu lebih efektif dan efisien, sehingga petani yang telah dilatih dapat menularkan pada petani lainnya, ujar

Sosialisasi CSA yang dilaksanakan BPP Gumukmas dibawah Koordinator penyuluh pertanian Murdoso Mulyo dan para mahasiswa Polbangtan Malang mengajarkan kepada para siswa kelas III MAN 3 Jember tentang bagaimana cara pembuatan pupuk organik padat, pupuk organik cair, pestisida nabati dan cara membuat baglog untuk budidaya jamur tiram. Setelah pengarahan dan sosialisasi kegiatan para siswa MAN 3 Jember dia bagi menjadi 8 kelompok yg masing-masing kelompok mendapat pengawalan bimbingan praktek teknologi CSA SIMURP

Murdoso Mulyo selaku Koordinator BPP Gumukmas menyampaikan salah satu tujuan yang ingin diraih pada kegiatan ini adalah memperkenalkan dan menarik minat generasi hijau atau generasi muda pada dunia pertanian yang notabene kurang diminati oleh para pemuda. Tanpa diduga ternyata para siswa juga menyambut antusias kegiatan ini, ujarnya.

Murdoso berharap agar sosialisasi CSA SIMURP dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah menengah atas lainnya yang berada dibawah jangkauan wilayah kerja BPP Gumukmas

Di akhir acara Murdoso mengatakan bahwa kegiatan serupa akan dilaksanakan pada siswa-siswi di sekolah-sekolah menengah atas lainnya yang berada pada wilayah kerja BPP Gumukmas. “Kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti pada hari ini saja akan ada kesinbunangan dimasa yang akan datang, pungkasnya. (MZ/GH/NF)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tanaman mentimun

    Mengapa Mentimun Bisa Terasa Pahit? Penyebab dan Cara Mencegahnya

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Mentimun dikenal sebagai tanaman yang produktif karena mampu tumbuh cepat dan sering berbuah. Meskipun secara teknis termasuk dalam jenis tanaman buah, mentimun lebih sering dimanfaatkan sebagai sayuran dalam lalapan, salad, atau hidangan lainnya. Selain memberikan sensasi segar karena kandungan airnya yang tinggi, mentimun juga memiliki rasa yang cenderung manis. Namun, dalam beberapa kasus, […]

  • Tak Perlu Menggunakan AC, Berikut 5 Tanaman Hias yang Menyejukkan Ruangan

    Tak Perlu Menggunakan AC, Berikut 5 Tanaman Hias yang Menyejukkan Ruangan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mar 2024
    • account_circle Saiful Rachman
    • 3Komentar

    Cuaca panas yang terik tentu pada suatu ruangan, dapat diatasi dengan menggunakan tanaman hias yang menyejukkan ruangan. Selain menggunakan pendingin ruangan, Anda bisa memanfaatkan tanaman hias untuk menciptakan kesejukan alami. Berikut 5 tanaman hias yang efektif menyejukkan ruangan: 1. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) Dikenal dengan sebutan tanaman ular, lidah mertua mudah dirawat dan tahan terhadap […]

  • Pertanian Modern

    Gelar Kuliah Umum, Kementan Tekankan Partisipasi Milenial dalam Pertanian Modern

    • calendar_month Senin, 6 Mar 2023
    • account_circle redaksi
    • 7Komentar

    Gowa – Kementerian Pertanian mendorong kalangan muda mengembangkan pertanian modern untuk meningkatkan daya saing kebutuhan pangan. Peningkatan mutu sumberdaya manusia (SDM) Pertanian, terutama generasi milenial dan zilenial merupakan salah satu target utama Kementerian Pertanian. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung terwujudnya Indonesia Mandiri Pangan 2045 Pada kesempatan lain Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan […]

  • 5 Perkebunan Lada Terbesar di Indonesia

    5 Perkebunan Lada Terbesar di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 16 Des 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 2Komentar

    Lada merupakan salah satu komoditas pertanian penting di Indonesia. Perkebunan Lada Indonesia dikenal dengan kualitasnya yang baik dan telah diekspor ke berbagai negara di dunia. Berikut adalah 5 perkebunan lada terbesar di Indonesia: 1. Perkebunan PT. Perkebunan Nusantara VII Perkebunan PT. Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) merupakan salah satu perusahaan perkebunan terbesar di Indonesia. Perusahaan […]

  • Padi di Leuit Desa Urug Bisa Bertahan hingga 30 Tahun Tanpa Bahan Kimia

    Padi di Leuit Desa Urug Bisa Bertahan hingga 30 Tahun Tanpa Bahan Kimia

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Di tengah arus modernisasi gudang penyimpanan beras dan distribusi logistik pangan, masyarakat adat di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, tetap teguh menjaga tradisi leluhur: leuit. Bangunan sederhana dari kayu dan bambu ini bukan sekadar tempat menyimpan gabah, melainkan simbol kemakmuran, ketahanan, dan kearifan lokal yang telah teruji lintas generasi. Bagi warga Desa […]

  • Dampak Perubahan Iklim Terhadap Pertanian dan Upaya Penanganannya

    Dampak Perubahan Iklim Terhadap Pertanian dan Upaya Penanganannya

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

      Dampak Perubahan iklim merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh sektor pertanian di seluruh dunia. Artikel ini akan membahas dampak perubahan iklim terhadap pertanian dan upaya penanganannya. Dengan memahami dampaknya dan mengimplementasikan upaya mitigasi dan adaptasi yang tepat, pertanian dapat tetap berkelanjutan dan produktif di tengah perubahan iklim. Pertanian adalah sektor vital yang bertanggung jawab […]

expand_less