Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SDM Pertanian » Beasiswa Sawit 2023 dari Kementerian Pertanian RI Telah dibuka, Bisa Menjadi Peluang Emas bagi Mahasiswa dalam Mendukung Perkebunan Indonesia

Beasiswa Sawit 2023 dari Kementerian Pertanian RI Telah dibuka, Bisa Menjadi Peluang Emas bagi Mahasiswa dalam Mendukung Perkebunan Indonesia

  • account_circle Saiful Rachman
  • calendar_month Jumat, 19 Mei 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Beasiswa Sawit 2023 dari Kementerian Pertanian RI telah dibuka. Baru-baru ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan telah merilis informasi tentang pendafataran beasiswa untuk para mahasiswa.

Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mendukung perkembangan sektor perkebunan di Indonesia. Bekerja sama dengan BPDP Kelapa Sawit, Beasiswa Sawit 2023 ditawarkan kepada mahasiswa dari tingkat D1, D2, D3, D4, hingga S1.

Dalam situs resmi ditjenbun.pertanian.go.id, tercatat bahwa terdapat sebanyak 2.000 kuota beasiswa yang tersedia untuk program Beasiswa Sawit 2023 ini.

Para penerima beasiswa akan mendapatkan berbagai jenis dukungan pendanaan, mulai dari biaya tempat tinggal selama masa pembelajaran hingga biaya transportasi, buku, dan uang saku.

Selain itu, mereka juga berkesempatan untuk mengikuti program magang dan menerima sertifikat sebagai pengakuan atas prestasi mereka.

Adapun rinciannya kampus yang menerima Beasiswa Sawit 2023 tersebut  sebagai berikut:

  1. Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta
  2. Politeknik LPP Yogyakarta
  3. Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan
  4. Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Bekasi
  5. Politeknik Kampar Riau
  6. Universitas Prima Indonesia, Medan
  7. Sekolah Vokasi IPB
  8. Politeknik ATI Padang
  9. Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan
  10. Politeknik Aceh
  11. Instiper Yogyakarta
  12. Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  13. Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia, Riau

Beasiswa ini ditujukan bagi para pekebun, keluarga pekebun, karyawan di usaha perkebunan, keluarga karyawan di usaha perkebunan, Aparatur Sipil Negara (ASN)/Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas di sektor perkebunan, serta anggota atau pengurus lembaga pekebun.

  • Penulis: Saiful Rachman

Komentar (3)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • nilai

      Tingkatkan Nilai Tambah Produk Pertanian, Kementan Latih Jutaan Petani dan Penyuluh

      • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
      • account_circle redaksi
      • 6Komentar

      Jakarta – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh (PSPP) volume delapan dengan tema “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian Mengantisipasi El Nino.” Melalui pelatihan ini diharapkan peningkatan nilai tambah komoditas pertanian semakin besar. Widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian dapat mengajarkan dan mendampingi petani dalam menghasilkan […]

    • Penas

      Penas Petani Nelayan XVI di Padang Jadi Terobosan Kolaborasi Industri dan Peneliti Membangun Pertanian

      • calendar_month Sabtu, 10 Jun 2023
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      PADANG – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengapresiasi kehadiran pelaku industri dan para peneliti pertanian Indonesia yang menghadirkan berbagai varietas unggul terutama untuk menghadapi musim kemarau panjang atau cuaca ektrem el nino. Menurut SYL, kehadiran industri dan peneliti semakin menambah daya gedor produktivitas dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dan yang terpenting, kata SYL, […]

    • Apa Itu Gulma

      Apa Itu Gulma? Memahami Kerugian yang Ditimbulkannya

      • calendar_month Sabtu, 20 Apr 2024
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      Wt Online – Apa itu gulma? Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh di tempat yang tidak diinginkan, seringkali bersaing dengan tanaman budidaya atau alami untuk mendapatkan sumber daya seperti nutrisi, air, dan cahaya matahari. Meskipun beberapa jenis tanaman pengganggu ini dapat memiliki kegunaan ekologis atau bahkan nutrisi, dalam konteks pertanian dan perkebunan, keberadaan mereka umumnya dianggap […]

    • Aeroponik Vertikal, Teknologi Pertanian Masa Depan yang Hemat Lahan dan Air

      Aeroponik Vertikal, Teknologi Pertanian Masa Depan yang Hemat Lahan dan Air

      • calendar_month Rabu, 22 Nov 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 4Komentar

      Aeroponik vertikal, berawal dari salah satu tantangan terbesar dalam bidang pertanian adalah bagaimana memanfaatkan lahan yang terbatas untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan berkelanjutan. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan pangan, diperlukan inovasi dan teknologi pertanian yang mampu mengatasi masalah tersebut. Salah satu teknologi pertanian yang menjanjikan adalah aeroponik vertikal. Aeroponik adalah metode […]

    • Tanaman Bisa Berbicara Ketika Merasa Stres

      Terungkap! Ternyata Tanaman Juga Bisa Berbicara, Mereka Mengeluarkan Suara Saat Merasakan Stres!

      • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 2Komentar

      Tanaman bisa berbicara ketika merasa stres? Ini faktanya. Menurut sebuah penelitian, tanaman juga dapat mengeluarkan suara saat merasa stres. Ahli biologi evolusi Lilach Hadany bersama tim peneliti di Universitas Tel Aviv menemukan bahwa tanaman seperti tomat dan tembakau mengeluarkan bunyi ‘klik’ saat mengalami dehidrasi atau dipotong. Namun sayangnya, manusia sendiri tidak dapat mendengarnya bunyi yang […]

    • Lampung

      Program Genta Organik Sukses Perdana di Lampung

      • calendar_month Selasa, 13 Des 2022
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      Bandar Lampung – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian melakukan sosialiasi Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) di Provinsi Lampung usai dilaunching baru-baru ini. Gerakan ini mendorong para petani untuk memproduksi pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah secara mandiri. Di samping itu, gerakan ini juga mengajak petani untuk melakukan pemupukan berimbang. Menteri Pertanian […]

    expand_less