Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hortikultura » Panen Raya Bawang Merah di Cirebon, Kementan Pastikan Pasokan Aman Jelang Ramadan hingga Lebaran

Panen Raya Bawang Merah di Cirebon, Kementan Pastikan Pasokan Aman Jelang Ramadan hingga Lebaran

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com, Cirebon — Pemerintah memastikan pasokan bawang merah asal Kabupaten Cirebon dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga Lebaran. Kepastian tersebut disampaikan Kementerian Pertanian (Kementan) saat pelaksanaan panen raya bawang merah di Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (31/1/2026).

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Agung Sunusi, mengatakan produktivitas bawang merah di Kecamatan Pangenan rata-rata mencapai 10 ton per hektare. Capaian tersebut dinilai sangat baik, mengingat wilayah Cirebon dalam beberapa bulan terakhir terdampak cuaca ekstrem.

“Jika mengacu pada data BPS, rata-rata nasional berada di kisaran 11 hingga 12,5 ton per hektare. Dengan kondisi hujan hampir setiap hari dan cuaca ekstrem, capaian Cirebon ini sudah di atas ekspektasi dan sangat luar biasa,” ujar Agung.

Ia mencontohkan, pada satu hamparan lahan seluas 26 hektare di Desa Ender saja, potensi produksi bawang merah dapat mencapai sekitar 260 ton. Jumlah tersebut baru berasal dari satu lokasi panen.

Agung menjelaskan, berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon dan Champion Bawang Merah setempat, hingga menjelang Lebaran terdapat sekitar 350 hektare lahan bawang merah siap panen yang tersebar di empat kecamatan sentra produksi. Dengan asumsi produktivitas rata-rata 10 ton per hektare, pasokan bawang merah dari Cirebon dinilai cukup untuk mengamankan kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran.

Panen Raya. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

“Artinya, Kabupaten Cirebon siap mengamankan pasokan bawang merah untuk puasa dan tentunya Lebaran,” tegasnya.

Menurut Agung, pola tanam bawang merah di Cirebon berlangsung secara berkelanjutan. Setelah panen, petani langsung melakukan pengolahan lahan dan penanaman kembali tanpa jeda panjang. Saat ini, selain 350 hektare yang sedang dipanen, terdapat sekitar 500 hektare lahan yang sudah kembali ditanami.

“Tidak ada istilah lahan tidur. Panen ada, tanam juga ada. Ini sejalan dengan arahan Bapak Menteri Pertanian agar produksi dan harga bawang merah tetap aman dan stabil,” ujarnya.

Dari sisi distribusi, bawang merah hasil panen Cirebon hanya memerlukan waktu pengeringan sekitar dua hingga tiga hari sebelum dipasarkan, termasuk ke wilayah Jabodetabek. Hal ini dinilai mendukung kelancaran pasokan nasional.

Terkait harga, Agung menyebut harga bawang merah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp25.000 per kilogram. Dengan kondisi tersebut, diharapkan harga di tingkat konsumen berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, sesuai dengan harga acuan pemerintah.

“Harga berada di rel yang tepat. Petaninya tersenyum, konsumennya juga tenang dan bisa fokus beribadah menyambut Ramadan,” katanya.

Ketua Champion Bawang Merah Kabupaten Cirebon, Syaiful, mengakui bahwa produktivitas bawang merah di Kecamatan Pangenan sedikit menurun akibat cuaca ekstrem. Dalam kondisi normal, produktivitas bisa mencapai 12–14 ton per hektare, namun saat ini rata-rata berada di angka 10 ton per hektare.

“Meski turun, petani masih untung. Dengan luas panen sekitar 350 hektare dan produktivitas 10 ton per hektare, pasokan bawang merah Cirebon aman hingga pasca-Lebaran,” ujar Syaiful.

Ia menambahkan, harga bawang merah di tingkat petani untuk ukuran sedang berada di kisaran Rp25.000 per kilogram, sementara kualitas super di pasaran dapat mencapai Rp30.000 per kilogram. Dengan biaya produksi sekitar Rp15.000–Rp18.000 per kilogram, margin keuntungan petani dinilai masih sangat layak.

“Petani untung, konsumen tersenyum. Semua senang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Makam Wada, Nashori, menyampaikan bahwa pada harga Rp20.000–Rp25.000 per kilogram, petani sudah berada pada posisi menguntungkan. Namun demikian, ia menyoroti masih kuatnya peran tengkulak dalam rantai perdagangan bawang merah di Cirebon.

“Rata-rata bawang di sini sudah dibeli tengkulak sejak usia tanaman 45 hari, dan transaksi dilakukan langsung di lahan,” ungkapnya.

Ia menyebut sebagian besar bawang merah Cirebon dibeli oleh tengkulak dari Brebes, sehingga di pasar sering dikenal sebagai bawang Brebes meski berasal dari Cirebon. Ke depan, ia berharap adanya dukungan pemerintah berupa permodalan dan fasilitas pergudangan.

“Harapan kami, Cirebon bisa difasilitasi menjadi kawasan sentra bawang merah seperti Brebes, sehingga nilai tambahnya tetap berada di daerah,” ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni, menjelaskan bahwa penurunan produktivitas dari kondisi normal 12–14 ton per hektare menjadi sekitar 10 ton per hektare merupakan dampak langsung dari cuaca ekstrem. Meski demikian, capaian tersebut masih tergolong aman dan menguntungkan bagi petani.

“Dengan luas panen sekitar 350 hektare dan produktivitas rata-rata 10 ton per hektare, pasokan bawang merah Cirebon tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan hingga pasca-Lebaran,” katanya.

Deni menambahkan, dari sisi harga, kondisi di tingkat petani masih berada dalam koridor yang sehat. Harga bawang merah di kisaran Rp20.000–Rp25.000 per kilogram, bahkan hingga Rp30.000 per kilogram untuk kualitas super, masih memberikan margin keuntungan yang memadai. Namun, pihaknya mencatat adanya tantangan tata niaga, khususnya ketergantungan pada tengkulak serta keterbatasan permodalan dan fasilitas pascapanen.

“Masukan dari kelompok tani menjadi perhatian kami. Ke depan, kami akan mendorong fasilitasi pembiayaan dan penguatan pascapanen agar bawang merah Cirebon memiliki identitas sendiri dan mampu bersaing sebagai kawasan sentra,” pungkasnya.

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perlunya Mengelola Peternakan Sapi Secara Strategis dan Ekonomis di Indonesia

    Perlunya Mengelola Peternakan Sapi Secara Strategis dan Ekonomis di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 13 Feb 2024
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Peternakan sapi merupakan salah satu sektor penting dalam industri peternakan di Indonesia. Potensi pengembangannya masih besar, namun masih terdapat berbagai kendala yang dihadapi peternak, seperti: – Harga jual sapi yang tidak stabil: Harga jual sapi sering kali turun di saat panen raya, sehingga peternak mengalami kerugian. – Ketersediaan pakan yang terbatas dan mahal: Pakan merupakan […]

  • Tips Beternak Ayam di Rumah tanpa Bau

    Siapa Bilang Beternak Ayam di Rumah Pasti Bau? Coba Tips Ini dan Buat Tetanggamu Terkejut!

    • calendar_month Minggu, 2 Apr 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Tips untuk beternak ayam di rumah tanpa bau. Ternak ayam merupakan salah satu jenis ternak yang banyak dipelihara oleh masyarakat. Namun, seringkali ada masalah bau yang ditimbulkan ketika beternak ayam di rumah. Namun, jangan khawatir karena ada beberapa tips untuk beternak ayam di rumah tanpa bau yang bisa dicoba. Gunakan kandang yang tepat Pemilihan kandang […]

  • Penas

    Menteri Pertanian Berharap Konsolidasi Ancaman Krisis Pangan Di Tengah Meninjau Kesiapan PENAS XVI di Sumbar

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle redaksi
    • 3Komentar

    Padang (30/5) – Pekan Nasional (Penas) XVI Petani dan Nelayan akan berlangsung di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada 10-15 Juni 2023. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, saat meninjau kesiapan lokasi di Lanud Sutan Stahrir Padang, menyebut bahwa Penas tahun ini harus menjadi bagian strategis dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional ditengah ancaman […]

  • Cara Merawat Tanaman Keladi

    Mau Tanaman Keladi Tumbuh Lebat dan Cantik? Yuk Ikuti 5 Tips Merawatnya Agar Selalu Sehat dan Menarik!

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Cara merawat tanaman keladi dengan tips efektif ini. Tanaman keladi atau dalam bahasa latin disebut dengan Colocasia esculenta, adalah tanaman yang populer di Indonesia karena mudah tumbuh dan memiliki bentuk daun yang menarik. Namun, untuk merawat tanaman keladi dengan baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat tanaman keladi dengan […]

  • Pohon Ginkgo Biloba ini masih hidup, setelah kejadian bom Hiroshima. Namun malah rusak, karena angin topan. Kok bisa? Yuk, intip ceritanya.

    Ginkgo Biloba, Sang Korban Selamat Bom Atom Hiroshima

    • calendar_month Minggu, 13 Agt 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Di Kuil Myojin, Hiroshima, Jepang, terdapat pohon Ginkgo Biloba yang terkena radiasi bom atom. Umur pohon Ginkgo Biloba tersebut diperkirakan lebih dari 150 tahun. Walaupun terpapar radiasi bom atom sejak 78 tahun yang lalu, namun pohon Ginkgo Biloba tersebut masih tetap bertahan hidup hingga saat ini. Selain terkena dampak bom atom, pohon tersebut masih bertahan […]

  • Petani: Pilar Pangan Berkualitas dan Berkelanjutan untuk Masa Depan

    Petani: Pilar Pangan Berkualitas dan Berkelanjutan untuk Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle redaksi
    • 2Komentar

    wartanionline.com – Petani memiliki peran krusial dalam mewujudkan pangan yang berkualitas dan berkelanjutan, yang menjadi dasar penting bagi kesehatan masyarakat dan keberlangsungan lingkungan. Dalam setiap langkah produksi pangan, mulai dari pemilihan benih hingga panen, petani bertanggung jawab memastikan bahwa hasil pertanian mereka memenuhi standar kualitas yang baik. Hal ini tidak hanya terkait dengan kandungan gizi, […]

expand_less