Waspada! Pertanian Rentan Terdampak Perubahan Iklim, BMKG Mendorong Strategi Mitigasi dan Adaptasi
- account_circle Saiful Rachman
- calendar_month Rabu, 2 Agt 2023
- print Cetak

Kepala BMKG mengatakan, adanya perubahan iklim seperti pola curah hujan dan kenaikan suhu udara ini menyebabkan penurunan produksi pertanian. (Canva by andreas)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Untuk membantu para petani memahami informasi iklim dengan lebih baik, BMKG berkomitmen untuk menyediakan informasi dan prakiraan cuaca yang akurat dan dapat diandalkan.
SLI (Sekolah Lapang Iklim) yang dilaksanakan untuk komoditas Buah Jeruk di Balai Desa Bringin, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo adalah salah satu upaya dari BMKG dalam mendukung pertanian Indonesia.
Dwikorita menekankan bahwa pertanian adalah kegiatan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan iklim karena dilakukan di tempat terbuka.
Oleh karena itu, penting bagi para petani dan tenaga penyuluh pertanian untuk memanfaatkan informasi cuaca dan iklim dengan baik serta mampu beradaptasi dengan situasi cuaca dan iklim yang terjadi saat ini.
Dalam upayanya untuk memberikan informasi yang lebih akurat, BMKG juga mencatat bahwa fenomena El Nino dan IOD (Indian Ocean Dipole) Positif dapat berpengaruh pada musim kemarau.
Tahun ini, musim kemarau diprediksi akan lebih kering dengan curah hujan pada kategori rendah hingga sangat rendah.
- Penulis: Saiful Rachman




