Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hortikultura » Cara Menanam Tanaman Kelor di Halaman Rumah dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Cara Menanam Tanaman Kelor di Halaman Rumah dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • account_circle Saiful Rachman
  • calendar_month Rabu, 26 Jul 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pohon kelor dapat tumbuh di berbagai lokasi, namun menanam dan merawatnya tidak selalu mudah, terutama jika ditanam di iklim yang tidak cocok, karena pohon kelor dapat mati.

Ada dua cara umum untuk menanam kelor, yaita dengan biji dan batang.

Menanam kelor dengan biji memiliki beberapa kelebihan, seperti produktivitas yang lebih tinggi, ketahanan terhadap penyakit, dan usia tanam yang lebih lama, bisa mencapai hingga 50 tahunan.

Di sisi lain, penanaman dengan batang hanya bertahan paling lama 30 hingga 40 tahun dan lebih rentan terhadap serangan penyakit.

Namun, menanam dengan batang mempunyai kelebihan yaitu masa panen yang lebih cepat.

Kelor yang ditanam dengan batang dapat dipanen dalam waktu sembilan bulan, bahkan lebih cepat.

Sementara itu, menanam dengan biji memerlukan waktu hingga satu tahun sebelum dapat dipanen.

1. Cara Menanam Tanaman Kelor dengan Batang

Cara menanam kelor dengan batang cukup mudah dan mampu berproduksi lebih cepat.

  • Pertama, pilihlah pohon kelor besar yang dalam kondisi sehat.
  • Ambil batang pohon dengan usia yang tidak terlalu tua maupun terlalu muda, dengan ukuran sekitar 50 sampai 70 cm.
  • Batang kelor yang akan ditanam tidak perlu ditancapkan dalam-dalam tanah, tapi cukup diletakkan miring dengan ujungnya yang dicacah dan diletakkan kontak langsung dengan tanah.
  • Tanaman kelor ini harus disiram dengan interval 5 sampai 7 hari sekali, dan pastikan agar tanah di sekitar pohon tidak terlalu becek dan menggenang air dalam waktu yang lama untuk mencegah pembusukan akar.

Selalu usahakan agar tanah selalu lembab meskipun pohon kelor dapat tetap bertahan tanpa disiram, namun dengan penyiraman yang cukup maka pertumbuhannya akan lebih sehat.

  • Penulis: Saiful Rachman

Komentar (2)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Kementan Gelar Pelatihan Cegah PMK

      Kementan Gelar Pelatihan Cegah PMK

      • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
      • account_circle admin
      • 1Komentar

      JAKARTA – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyebar di sebagian wilayah Indonesia, 18 Provinsi dan 180 Kab/Kota. Berdasarkan data per 12 Juni 2022, dari 140.298 ternak yang sakit, sebanyak 36.924 dinyatakan sembuh. Kementerian Pertanian melalui unit-unit kerjanya melakukan langkah solutif untuk mengatasi PMK. Di antaranya dengan mengadakan Posko, Tata Kelola lalu lintas ternak, bantuan […]

    • Budidaya Nilam: Mengenal Penyakit Layu Bakteri pada Nilam

      Mengenal Penyakit Layu Bakteri pada Tanaman Nilam

      • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      Budidaya Nilam Dengan langkah-langkah pengendalian yang tepat, petani nilam dapat mengurangi risiko serangan penyakit dan meningkatkan produktivitas serta kualitas tanaman nilam mereka. Perawatan yang konsisten dan monitoring rutin sangat penting untuk menjaga kesehatan tanaman nilam.

    • Penelitian terbaru oleh ICP, polusi udara menyebabkan panen global berkurang. Untuk kedelai, dampak penurunannya hingga 6-16%.

      Polusi Udara Bisa Ancam Produksi Kedelai Global, Tahu dan Tempe Terancam Punah? Ini Faktanya

      • calendar_month Rabu, 30 Agt 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 3Komentar

      Hasil penelitian tersebut tentu menjadi kabar buruk bagi Indonesia, mengingat kedelai menjadi bahan utama tahu tempe yang menjadi favorit utama masyarakat Indonesia. Bila polusi global memburuk maka produksi kedelai bisa terus turun sehingga tahu dan tempe akan semakin sulit diproduksi. Di tingkat Eropa, penelitian memperkirakan bahwa kerugian ekonomi akibat dampak ozon pada 23 tanaman berjumlah […]

    • Hewan Ternak yang Paling Menguntungkan

      Menghasilkan Cuan, Inilah Hewan Ternak yang Paling Menguntungkan

      • calendar_month Kamis, 24 Nov 2022
      • account_circle Saiful Rachman
      • 3Komentar

      2. Ayam Memelihara ayam sebagai hewan ternak akan menghasilkan untuk yang banyak. Dengan ternak ayam ini kamu bisa mengambil dan menjual daging atau telurnya. Bahkan, bulu ayam juga bisa digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kemoceng. Ternak ayam ini bisa memilik ayam pedaging seperti ayam cornish atau memilih ayam petelur seperti ayam Leghorn. 3. Lele […]

    • Manfaat Mengkonsumsi Belut untuk Tubuh!!

      Manfaat Mengkonsumsi Belut untuk Tubuh!!

      • calendar_month Senin, 18 Sep 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 2Komentar

      Omega-3 memiliki manfaat yang signifikan bagi kesehatan jantung dan otak. Mereka dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, mengurangi peradangan, dan meningkatkan fungsi otak dan kognitif. 4. Sumber vitamin dan mineral Belut juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin B12, fosfor, dan selenium. Vitamin A penting untuk kesehatan […]

    • Jenis Ayam Kate

      10 Jenis Ayam Kate yang Cocok Menjadi Peliharaan

      • calendar_month Rabu, 23 Nov 2022
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      American Game Bantam ini memiliki bentuk yang kecil dengan corak warna yang cantik dan memiliki kekuatan yang tidak kalah dari ayam petarung lainnya. Ayam Kate Berbulu Jenis ayam ini mempunyai bulu yang sangat lebat sehingga disebut ayam kate berbulu. Bulu jenis ayam ini lebatnya hanya di kaki saja dan ayam ini mempunyai bentuk yang kecil […]

    expand_less