Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perkebunan » Biochar Revolusioner: Kotoran Manusia sebagai Solusi Nutrisi Tanah dan Iklim

Biochar Revolusioner: Kotoran Manusia sebagai Solusi Nutrisi Tanah dan Iklim

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Sebuah studi ilmiah terbaru membawa angin segar bagi masa depan pertanian dan lingkungan. Para peneliti menemukan bahwa biochar, arang hasil pembakaran limbah padat manusia, bisa menjadi jawaban atas kelangkaan pupuk global, sekaligus mengurangi polusi dan konsumsi energi secara signifikan.

Apa Itu Biochar?

Biochar adalah bentuk arang yang dihasilkan dari pemanasan bahan organik (seperti limbah tanaman atau kotoran manusia) dalam kondisi minim oksigen. Hasil akhirnya dimanfaatkan sebagai pupuk alami yang kaya nutrisi dan mampu menyerap karbon, menjadikannya solusi dua arah: memperbaiki kualitas tanah sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Temuan Mengejutkan: 7% Kebutuhan Fosfor Dunia Bisa Dipenuhi

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal PNAS (Proceedings of the National Academy of Sciences) ini memperkirakan bahwa biochar dari limbah manusia bisa memenuhi hingga 7% dari kebutuhan fosfor dunia per tahun. Jika nutrisi dari urine juga ditambahkan, angka ini bisa melonjak menjadi:

  • 15% kebutuhan fosfor

  • 17% kebutuhan nitrogen

  • 25% kebutuhan kalium

Semua nutrisi ini adalah tiga elemen utama yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Biochar dibuat dengan cara membakar limbah padat manusia di suhu tinggi. Proses ini:

  • Menstabilkan karbon yang tersimpan dalam limbah

  • Mencegah pelepasan gas rumah kaca

  • Menghasilkan pupuk alami yang kaya nutrisi

  • Mengurangi ketergantungan pada pupuk sintetis impor

Uniknya, proporsi nutrisi dalam biochar bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan pupuk konvensional.

Menekan Risiko Eutrofikasi

Salah satu kelebihan penggunaan biochar adalah mengurangi risiko eutrofikasi — kondisi saat kelebihan nutrisi mencemari air tanah, menyebabkan ledakan pertumbuhan alga, menurunnya kadar oksigen, dan kerusakan ekosistem air.

Dengan nutrisi yang lebih terkendali, biochar menghindari “overdosis” pupuk yang sering terjadi dalam sistem pertanian intensif.

Mengapa Ini Penting?

Menurut IPCC, sektor pertanian menyumbang sekitar 25% emisi gas rumah kaca global. Di sisi lain, produksi pupuk sintetis juga tidak ramah lingkungan:

  • Proses Haber untuk membuat amonia (pupuk nitrogen) menyumbang 2,6 miliar ton CO2 per tahun — lebih besar dari gabungan emisi seluruh penerbangan dan pengiriman global.

  • Penambangan fosfat meninggalkan limbah radioaktif (fosfogipsum)

  • Produksi potas menyebabkan kontaminasi air tawar dan salinisasi tanah

Dengan kata lain, sistem pupuk saat ini boros energi dan merusak lingkungan.

Jalan Menuju Ekonomi Sirkular

Dr. Johannes Lehmann, profesor dari Cornell University dan penulis utama studi ini, menegaskan pentingnya pendekatan sirkular dalam pengelolaan nutrisi.

“Membicarakan limbah memang tidak sepopuler energi terbarukan. Tapi membangun ekonomi sirkular adalah langkah penting menuju transisi hijau,” ujar Lehmann, dikutip dari The Guardian (Senin, 11 Agustus 2025).

Ia menambahkan bahwa penggunaan biochar bisa mengurangi ketergantungan negara-negara berkembang pada pupuk impor, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan keadilan lingkungan, terutama di negara-negara Global Selatan.

Harapan Masa Depan

Biochar dari kotoran manusia mungkin terdengar tabu, tapi justru di sanalah letak kekuatannya — mengubah limbah menjadi berkah, membangun sistem pertanian yang lebih adil, sehat, dan berkelanjutan.

Saat dunia menghadapi krisis pangan, perubahan iklim, dan ketimpangan sumber daya, solusi dari hal-hal yang selama ini dianggap “kotor” bisa menjadi penyelamat tak terduga.

Dari yang dibuang, menjadi yang dibutuhkan. Biochar adalah bukti bahwa masa depan pertanian bisa datang dari tempat yang paling tak terduga.

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Tips Ampuh Menjaga Tanaman Hias Tidak Layu Saat Musim Hujan

    5 Tips Ampuh Menjaga Tanaman Hias Tidak Layu Saat Musim Hujan

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2024
    • account_circle Saiful Rachman
    • 3Komentar

    Musim hujan identik dengan curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan tanaman hias layu dan mati. Kelembapan udara yang tinggi dan genangan air dapat menjadi penyebab utama kerusakan tanaman. Berikut adalah 5 tips ampuh menjaga tanaman hias tidak layu saat musim hujan: 1. Kurangi Frekuensi Penyiraman Saat musim hujan, air hujan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan […]

  • Cara Mencangkok Tanaman

    Cara Mencangkok Tanaman dengan Mudah dan Praktis

    • calendar_month Minggu, 27 Nov 2022
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Cara mencangkok tanaman dengan mudah dan praktis. Proses mencangkok tanaman ini adalah proses perkembangbiakan yang sangat sederhana dan juga mudah. Mencangkok ini menjadi salah satu solusi tercepat untuk bisa menumbuhkan akar pada batang tanaman. Maka dari itu, kebanyakan proses mencangkok ini menggunakan ranting yang tidak terlalu besar. Mencangkok ini memiliki tujuan utama, yaitu untuk menghasilkan […]

  • Optimalkan PAT, Kementan Luncurkan Program IMMACo

    Optimalkan PAT, Kementan Luncurkan Program IMMACo

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Untuk mendukung program Perluasan Areal Tanam atau yang dikenal dengan PAT, Kementerian Pertanian meluncurkan program Indonesian Millenial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo) atau Pertanian Milenial untuk Pertanian Modern Berbasis Korporasi khusus di lahan rawa. Program ini merupakan integrasi manajemen agribisnis dan korporasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing petani melalui pembentukan kelembagaan ekonomi petani berbasis […]

  • Animal

    Tingkatkan Pengelolaan Peternakan Dan Kesehatan Hewan, Kementan Gelar Online Training on Animal Husbandry and Health Management

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    Jakarta – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) akan menggelar Online Training on Animal Husbandry and Health Management. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, krisis iklim yang terjadi saat ini membuat ketahanan pangan terganggu dan harus ditanggulangi bersama. “Pangan menjadi dunia dan cara menghadapi salah satunya kebersamaan. Kita […]

  • Pemanfaatan Limbah dari Industri Peternakan Ayam: Mengurangi Dampak Lingkungan dengan Cara yang Kreatif

    Tips Meningkatkan Kualitas Telur Ayam, Ini Cara Pemeliharaan yang Tepat

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Tips meningkatkan kualitas telur ayam. Telur ayam merupakan salah satu sumber protein yang penting dalam pola makan sehari-hari. Untuk memastikan telur ayam memiliki kualitas tinggi, dibutuhkan pemeliharaan yang tepat yang melibatkan monitoring pengendalian penyakit, kualitas nutrisi, pemberian pakan, menciptakan suasana kandang yang nyaman, dan memberikan pencahayaan yang cukup. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mencapai […]

  • Jenis Semprotan Tanaman Kecil

    5 Jenis Semprotan Tanaman Kecil yang Perlu Kamu Ketahui untuk Hasil Panen yang Maksimal

    • calendar_month Kamis, 27 Apr 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Jenis semprotan tanaman kecil atau yang biasa disebut semprotan tangan (hand sprayer) adalah salah satu alat penting bagi para petani atau penghobi tanaman. Semprotan tanaman adalah salah satu alat yang sangat penting bagi para petani atau penghobi tanaman dalam menjaga kesehatan dan kebersihan tanaman. Berikut ini adalah beberapa nama jenis semprotan tanaman kecil yang sering […]

expand_less