wartanionline.com – Terong dikenal sebagai sayuran serbaguna yang mudah ditanam, bahkan untuk pemula. Tanaman ini tumbuh cepat dan subur di kebun rumah serta mampu menghasilkan panen melimpah jika dirawat dengan tepat.
Dikutip dari Southern Living, Kamis (19/2/2026), berikut panduan lengkap menanam hingga merawat tanaman terong agar terus berbuah.
Cara Menanam Terong dari Biji
Cara paling umum menanam terong adalah memulainya dari biji. Penyemaian dapat dilakukan di dalam ruangan sekitar enam minggu sebelum dipindahkan ke luar.
1. Siapkan Media Tanam
Isi pot berdiameter sekitar delapan sentimeter atau gunakan baki semai dengan campuran media tanam steril dan lembap.
2. Semai Benih
Tanam benih sedalam 0,6 sentimeter dengan jarak lima hingga delapan sentimeter. Tutupi tipis dengan media tanam, lalu siram secukupnya.
Tutup pot atau baki dengan plastik bening untuk menjaga kelembapan.
3. Simpan di Tempat Hangat
Letakkan di lokasi terang dengan suhu minimal 21 derajat Celsius, idealnya 27 derajat Celsius. Alas pemanas di bawah pot dapat membantu mempercepat perkecambahan.
4. Rawat Bibit
Setelah berkecambah, lepaskan plastik penutup. Jaga media tetap lembap dan pastikan tanaman mendapat sinar matahari terang. Beri jarak antartanaman agar tumbuh optimal. Lampu tumbuh (grow light) bisa digunakan bila pencahayaan kurang.
5. Pindahkan ke Luar Ruangan
Saat suhu siang hari mencapai 21 derajat Celsius, letakkan bibit di luar ruangan pada area teduh. Jika malam masih dingin, bawa kembali ke dalam.
Tingkatkan paparan sinar matahari secara bertahap sebelum memindahkan tanaman ke kebun dengan jarak tanam 45–60 sentimeter.
Cara Merawat Tanaman Terong
1. Tanah
Terong menyukai tanah subur bertekstur lempung atau berpasir dengan drainase baik. Tambahkan bahan organik seperti kompos atau daun cincang untuk memperkaya unsur hara sekaligus menjaga kelembapan.
2. Air
Meski tahan kondisi kering, terong tumbuh lebih baik di tanah lembap. Tambahkan mulsa untuk menjaga kelembapan dan menekan gulma.
Lakukan penyiraman rutin hingga bibit tumbuh kuat. Pastikan tanaman menerima sekitar 2–2,5 sentimeter air per minggu. Saat memasuki fase berbuah, kelembapan konsisten penting untuk menjaga kualitas buah. Tanah harus tetap lembap hingga kedalaman 15 sentimeter, tetapi tidak becek.
3. Cahaya Matahari
Terong membutuhkan sinar matahari penuh sedikitnya enam jam per hari. Kekurangan cahaya dapat menyebabkan tanaman kerdil dan minim buah.
4. Suhu dan Kelembapan
Tanaman ini sensitif terhadap suhu dingin dan tumbuh optimal pada suhu 21–29 derajat Celsius. Meski menyukai kondisi hangat dan lembap, panas berlebihan dapat mengganggu proses penyerbukan.
5. Pupuk
Berikan pupuk sejak awal penanaman, kecuali media tanam sudah mengandung nutrisi cukup. Ikuti petunjuk pada kemasan karena kelebihan pupuk dapat memicu pertumbuhan daun berlebihan tetapi sedikit bunga.
Cara Memanen dan Memperbanyak Terong
Panen
Periksa permukaan buah saat musim berbuah. Kulit yang cerah dan mengilap menandakan terong siap dipanen. Warna kusam biasanya menunjukkan buah terlalu matang dan berpotensi pahit.
Gunakan gunting kecil untuk memotong batang yang tebal dan keras.
Perbanyakan dengan Stek
Metode stek efektif untuk mendapatkan tanaman baru dalam waktu singkat.
-
Potong batang sehat sepanjang 10–15 sentimeter menggunakan gunting steril. Sisakan beberapa ruas daun dan buang daun bagian bawah.
-
Masukkan stek ke dalam stoples berisi air dan letakkan di tempat terang tanpa sinar matahari langsung. Ganti air setiap beberapa hari.
-
Setelah sekitar dua minggu, akar mulai tumbuh. Tanam stek berakar ke pot besar berisi tanah dan siram dengan baik.
-
Letakkan di tempat terang dan jaga tanah tetap lembap.
Hama dan Penyakit yang Sering Menyerang
Hama seperti kutu daun, lalat putih, dan tungau laba-laba dapat mengisap getah daun hingga tanaman melemah. Semprotkan air bertekanan atau gunakan sabun insektisida untuk mengendalikan hama.
Penyakit serius meliputi layu verticillium, layu bakteri, hawar phytophthora, dan hawar selatan yang dapat menyebabkan tanaman mati.
Untuk mencegah penyakit:
-
Hindari menanam terong di lahan bekas tomat, kentang, atau paprika dalam tiga tahun terakhir.
-
Beri jarak antartanaman sekitar 90 sentimeter untuk sirkulasi udara baik.
-
Siram di bagian pangkal tanaman, bukan pada daun.
-
Gunakan tanah dengan drainase baik dan hindari penyiraman berlebihan.
Masalah Umum pada Terong
1. Tidak Berbuah
Tanaman kadang berbunga tetapi gagal berbuah. Penyebabnya bisa karena suhu malam terlalu dingin, kekurangan air, atau penyerbukan tidak optimal.
Jika sering terjadi, goyangkan tanaman secara lembut setiap hari atau gunakan kuas kecil untuk membantu memindahkan serbuk sari.
2. Daun Menguning
Penyiraman berlebihan maupun kekurangan air dapat menyebabkan daun menguning. Pastikan tanaman mendapat air sekitar 2–5 sentimeter per minggu dan tanah tetap lembap, tetapi tidak tergenang.
Dengan memperhatikan kebutuhan tanah, air, cahaya, suhu, serta pencegahan hama dan penyakit, tanaman terong dapat tumbuh sehat dan produktif. Perawatan yang konsisten akan membantu menghasilkan buah yang lebat, segar, dan tidak pahit.






Saat ini belum ada komentar