Belajar dari Jamaika, Sukun Jadi Andalan Ketahanan Pangan Cuaca Ekstrem
- account_circle redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Buah Sukun (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Masyarakat di Jamaika serta berbagai negara tropis lainnya, termasuk Indonesia, kini mulai menjadikan sukun (Artocarpus altilis) sebagai komoditas pangan lokal andalan untuk menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata. Pada Agustus 2026, langkah strategis ini menjadi sorotan global sebagai upaya konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian iklim yang mengancam stabilitas pasokan bahan makanan pokok di berbagai wilayah.
Pemanfaatan sukun menjadi sangat krusial karena tanaman ini dikenal memiliki ketahanan yang tinggi, produktif, serta mudah dibudidayakan, sehingga mampu menjadi solusi efektif di tengah ancaman cuaca ekstrem yang kerap mengganggu sektor pertanian. Dengan menanam pohon sukun di halaman rumah, masyarakat dapat memiliki cadangan pangan mandiri yang dapat dikonsumsi sehari-hari, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pangan impor yang rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan distribusi akibat perubahan iklim global.
Ringkasan cepat
- Penulis: redaksi





Saat ini belum ada komentar