Belajar dari Jamaika, Sukun Jadi Andalan Ketahanan Pangan Cuaca Ekstrem
- account_circle redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Buah Sukun (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
- Sukun terbukti menjadi komoditas pangan yang tangguh dan bergizi bagi masyarakat di negara tropis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
- Pemanfaatan sukun secara mandiri di tingkat rumah tangga mampu memperkuat ketahanan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor.
- Pengalaman Jamaika dalam mengelola sukun dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem terhadap sektor pertanian.
Sukun sebagai Solusi Pangan Tangguh
Di Jamaika, sukun telah lama menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat dan kini kembali diposisikan sebagai senjata utama dalam menjaga stabilitas pangan. Tanaman ini tidak hanya sekadar sumber karbohidrat, tetapi juga simbol kemandirian pangan yang mampu bertahan di tengah kondisi lingkungan yang sulit diprediksi.
Keunggulan sukun terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi tanah dan iklim tropis. Dengan produktivitas yang tinggi, pohon sukun memberikan jaminan ketersediaan pangan yang berkelanjutan bagi keluarga, terutama saat terjadi gangguan pasokan bahan makanan di pasar akibat bencana alam atau krisis global.
- Penulis: redaksi





Saat ini belum ada komentar