Petani Blitar Tembus Pasar Singapura, Kualitas Melon Lokal Naik Kelas
- account_circle redaksi
- calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Pengembangan sektor hortikultura di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas petani, kualitas produksi, hingga perluasan akses pasar. Kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan dunia usaha menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing produk pertanian daerah hingga mampu menembus pasar internasional.
Salah satu hasil dari kolaborasi tersebut terlihat dari keberhasilan melon yang dibudidayakan petani mitra Sunpride di Kabupaten Blitar menembus pasar Singapura.
Pengiriman melon tersebut menjadi bagian dari kegiatan “Berbagi Energi untuk Negeri” yang digelar pada 26 Agustus 2026 dalam rangka menyambut Hari Tani Nasional. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengapresiasi peran petani sekaligus memperkuat pengembangan hortikultura di Kabupaten Blitar.
Selain pengiriman melon ke Singapura, kegiatan diisi dengan panen melon bersama, pemeriksaan kesehatan bagi petani, penyerahan peralatan pertanian, serta pemberian apresiasi kepada para petani.
Pengembangan hortikultura di Blitar kini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi. Aspek kualitas hasil panen, penanganan pascapanen, serta keberlanjutan akses pasar juga menjadi perhatian penting agar produk pertanian memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar berperan dalam menciptakan ekosistem pertanian yang kondusif bagi petani. Sementara dunia usaha berkontribusi melalui pendampingan budidaya, pemberdayaan petani, hingga membuka akses distribusi dan pasar.
Great Giant Foods (GGF) melalui PT Sewu Segar Nusantara (SSN) atau Sunpride berperan dalam pengembangan distribusi dan akses pasar. Sementara PT Nusantara Segar Abadi (NSA) berfokus pada aspek budidaya serta pemberdayaan petani.
CEO PT Sewu Segar Nusantara Cindyanto Kristian mengatakan, sinergi antara pemerintah, petani, dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mendorong produk hortikultura daerah agar mampu bersaing di pasar internasional.
“Kami percaya kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan dunia usaha menjadi pondasi penting agar produk hortikultura daerah tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga semakin mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir diperlukan agar peningkatan kualitas produksi berjalan seiring dengan terbukanya akses pasar. Dengan demikian, petani tidak hanya didorong untuk menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mendapatkan peluang pemasaran yang lebih luas.
Bagi petani, keberhasilan melon Blitar menembus pasar ekspor menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan konsistensi kualitas.
Edi Santoso, mitra sekaligus koordinator pemasok Sunpride di Blitar, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi para petani untuk terus meningkatkan kualitas produksi.
“Ketika melon dari kebun kami bisa dipasarkan hingga Singapura tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas dan berkembang bersama,” kata Edi.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa penguatan kemitraan dapat membuka peluang baru bagi petani lokal. Dengan dukungan pemerintah, teknologi budidaya, pendampingan, serta akses pasar, produk hortikultura dari daerah memiliki peluang untuk naik kelas dan menjangkau konsumen internasional.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan dunia usaha diharapkan dapat terus diperluas, tidak hanya untuk komoditas melon, tetapi juga berbagai produk hortikultura unggulan lainnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan sektor pertanian Blitar lebih berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai ekonomi yang semakin besar bagi petani.
- Penulis: redaksi
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar