Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peternakan » Teknologi Masuk Tambak: IoT dan Sensor untuk Budidaya Vaname Modern

Teknologi Masuk Tambak: IoT dan Sensor untuk Budidaya Vaname Modern

  • account_circle redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Beberapa tahun terakhir, istilah sensor dan IoT mulai sering terdengar di pertemuan petambak vaname. Sebagian menyambutnya sebagai jawaban atas pekerjaan malam yang melelahkan, sebagian lagi menganggapnya mainan mahal yang tidak menambah bobot udang satu gram pun. Keduanya punya alasan. Yang membedakan hasil di lapangan bukan mereknya, melainkan apakah teknologi itu dipasang untuk menjawab masalah yang memang nyata di tambak tersebut.

Masalah yang paling sering dijawab sensor adalah oksigen terlarut pada malam hari. Di tambak intensif, titik terendah oksigen terjadi menjelang subuh, antara pukul tiga sampai lima pagi. Pengukuran manual pada jam itu menuntut seseorang berjalan ke petak dalam gelap, dan dalam praktiknya sering terlewat, terutama di musim hujan. Sensor oksigen yang terpasang tetap dan mengirim angka ke ponsel mengubah hal ini. Nilainya bukan pada angka yang tercatat, melainkan pada peringatan yang datang sebelum oksigen menyentuh batas berbahaya, sehingga kincir bisa ditambah saat masih sempat.

Sensor kedua yang paling berguna adalah pH, terutama di musim hujan. Air hujan menurunkan alkalinitas sehingga pH mudah berayun lebar antara siang dan malam. Ayunan ini mengganggu proses ganti kulit udang, dan dampaknya sering baru terbaca sebagai kematian beberapa hari kemudian. Pencatatan pH otomatis setiap jam memperlihatkan lebar ayunan itu secara utuh, sesuatu yang hampir mustahil ditangkap oleh pengukuran dua kali sehari.

Sensor suhu dan salinitas melengkapi gambaran, khususnya pada tambak yang sering diguyur hujan deras. Yang dicari bukan angka tunggal melainkan selisihnya antara permukaan dan dasar, karena selisih yang melebar menandakan air sedang terbagi menjadi dua lapisan yang tidak bercampur. Beberapa sistem memasang sensor di dua kedalaman justru untuk alasan ini.

Setelah data terkumpul, muncul masalah berikutnya yang jarang diantisipasi, yaitu apa yang harus dilakukan dengan angka sebanyak itu. Banyak tambak memasang sensor lalu berhenti pada tahap melihat grafik. Data baru berguna ketika diterjemahkan menjadi aturan tindakan yang disepakati, misalnya menambah kincir bila oksigen turun di bawah ambang tertentu pada jam tertentu, atau menurunkan ransum bila selisih suhu permukaan dan dasar melebihi batas yang ditetapkan. Tanpa aturan semacam itu, sensor hanya mengubah cara mencatat, bukan cara mengelola.

Pertimbangan biaya juga perlu dibuat jujur. Selain harga perangkat, ada biaya kalibrasi berkala, penggantian elektroda yang usianya terbatas di air payau, dan ketergantungan pada jaringan internet di lokasi yang sering tidak stabil. Sensor pH yang tidak dikalibrasi selama berbulan-bulan akan memberi angka yang salah, dan keputusan yang diambil dari angka salah lebih berbahaya daripada tidak punya angka sama sekali. Karena itu rencana perawatan sebaiknya disusun bersamaan dengan rencana pembelian, bukan sesudahnya.

Perlu juga diingat bahwa sensor hanya mengukur, tidak memperbaiki. Peringatan oksigen rendah pada pukul tiga pagi tidak berguna jika kapasitas aerasinya memang tidak mencukupi untuk kepadatan tebar yang dipakai. Dalam banyak kasus, menambah dan menata ulang aerasi memberi hasil yang jauh lebih besar daripada memasang sistem pemantauan. Aerator AT21 ME500 untuk kolam kecil sampai menengah atau ME1500 untuk kapasitas lebih besar, keduanya dikembangkan tim Aquaculture Technology Department STP, dirancang hemat energi sehingga penambahan jam operasi tidak langsung membengkakkan biaya listrik. Urutan yang masuk akal adalah memastikan kapasitas aerasi memadai lebih dulu, baru menambahkan pemantauan untuk mengatur pemakaiannya secara lebih tepat.

Bagi tambak yang baru mulai, pendekatan bertahap biasanya lebih berhasil daripada memasang sistem lengkap sekaligus. Mulailah dengan satu sensor oksigen di petak yang paling padat dan paling sering bermasalah. Jalankan selama satu siklus penuh sambil mencatat tindakan apa yang diambil berdasarkan peringatannya dan apa hasilnya. Setelah itu baru putuskan apakah layak diperluas ke petak lain. Cara ini juga memberi waktu bagi pekerja lapangan untuk terbiasa, karena teknologi yang tidak dipercaya operatornya biasanya berakhir diabaikan.

Satu hal yang sering terlupa adalah bahwa catatan manual tetap diperlukan. Sensor mencatat kondisi air, tetapi tidak mencatat perilaku udang, kondisi anco, warna air yang terlihat mata, atau gejala pada tubuh udang. Pengamatan langsung tetap menjadi sumber informasi yang tidak tergantikan, dan pemantauan otomatis paling berguna ketika dipakai bersama pengamatan itu, bukan menggantikannya.

Teknologi di tambak vaname bukan soal modern atau tradisional, melainkan soal apakah keputusan harian menjadi lebih tepat. Sensor yang dipasang tanpa aturan tindakan, tanpa kalibrasi, dan tanpa kapasitas aerasi yang memadai hanya menambah biaya. Sebaliknya, pemantauan sederhana yang dipakai dengan disiplin bisa menutup jendela waktu paling berbahaya di tambak. Dasar pengelolaan yang menjadi pijakan semua itu dapat ditelusuri lewat panduan budidaya udang vaname. Sebelum menambah perangkat baru pada siklus berikutnya, periksa dulu apakah kapasitas aerasi di petak Anda sudah sepadan dengan kepadatan tebarnya, karena di situlah perbaikan terbesar biasanya masih tersedia.

  • Penulis: redaksi
  • Editor: Editor wartanionline.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Kesulitan dalam Merawat Tanaman Hias Populer, Janda Bolong dan Solusinya

    5 Kesulitan dalam Merawat Tanaman Hias Populer, Janda Bolong dan Solusinya

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2024
    • account_circle Saiful Rachman
    • 2Komentar

    Tanaman janda bolong (Monstera deliciosa) merupakan tanaman hias yang populer dengan daunnya yang berlubang besar dan unik. Meskipun indah, tanaman ini dapat menjadi rumit untuk dirawat. Berikut adalah 5 kesulitan dalam merawat tanaman janda bolong dan solusinya: 1. Daun Menguning Penyebabnya antara lain Penyiraman berlebihan Kekurangan cahaya Kurangnya nutrisi Hama dan penyakit Solusi: Siram tanaman […]

  • Budidaya Ikan Melalui Tambak: Hal yang Perlu Diperhatikan

    Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Budidaya Ikan Melalui Tambak

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Budidaya ikan melalui tambak adalah salah satu metode yang banyak digunakan di Indonesia untuk menghasilkan ikan dalam jumlah besar. Proses ini membutuhkan perhatian yang cermat terhadap berbagai faktor untuk memastikan keberhasilan budidaya dan kesehatan ikan. Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan melalui tambak. Pemilihan Lokasi Tambak Kualitas Air: […]

  • Romanticdinnerbali.com: Stjacques.id, Restoran Bernuansa Romantis di Seminyak

    Romanticdinnerbali.com: Stjacques.id, Restoran Bernuansa Romantis di Seminyak

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – St-Jacques, restoran fine dining yang memperoleh penghargaan terbaru Tripadvisor 2024, menyajikan cita rasa Mediterania seafood autentik yang berpadu dengan kehangatan budaya Bali. Sebagai salah satu destinasi top di Seminyak, restoran ini wajib dikunjungi saat Anda menikmati liburan di Bali, terutama untuk merayakan momen spesial seperti Valentine dan romantic dinner. Nikmati hidangan unggulan seperti […]

  • Manfaat Tumbuhan Paku untuk Tanaman Hias

    Bisa Menyuburkan Tanah, Inilah Manfaat Tumbuhan Paku untuk Tanaman Hias

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Manfaat tumbuhan paku untuk tanaman hias antara lain bisa untuk menyuburkan tanah. Tumbuhan paku yang sering disebut juga dengan paku-pakuan ini merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai struktur berupa akar, batang, daun sejati hingga alat pengangkut atau berkas pembuluh. Tumbuhan paku ini asalnya dari divisi Pterophyta, dimana kata “Pterophyta” ini terdiri dari dua kata yaitu kata […]

  • Cara Meningkatkan Populasi Cacing Tanah di Lahan Pertanian

    4 Praktik Mudah untuk Meningkatkan Populasi Cacing Tanah di Lahan Pertanian Organik

    • calendar_month Senin, 15 Mei 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 2Komentar

    Cara meningkatkan populasi cacing tanah di lahan pertanian organik. Cacing tanah memiliki peran yang sangat penting dalam pertanian organik. Selain membantu meningkatkan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman, cacing tanah juga membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman serta meningkatkan resistensi tanaman terhadap hama dan penyakit. Kotoran cacing tanah ini sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. […]

  • Mengenal Lebih Dalam Tentang Usaha Pertanian

    Usaha Pertanian: Menghasilkan Makanan dan Bahan Baku Secara Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Apa itu usaha pertanian? Usaha pertanian ini adalah kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan produk pertanian, seperti tanaman, sayuran, buah-buahan, dan produk hewan seperti daging, susu, dan telur. Apa itu usaha pertanian ini umumnya bisa dilakukan oleh petani kecil maupun petani besar dengan skala yang berbeda-beda. Pertanian sendiri hingga saat ini telah menjadi bagian penting dari […]

expand_less