Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SDM Pertanian » APLIKASIKAN PERTANAMAN CSA, KABUPATEN BANJARNEGARA MAMPU CAPAI IP 300

APLIKASIKAN PERTANAMAN CSA, KABUPATEN BANJARNEGARA MAMPU CAPAI IP 300

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation (SIMURP) merupakan kegiatan modernisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi yang mendesak dan penting yang pelaksanaannya dilakukan lintas Kementerian.

Kegiatan ini difokuskan pada upaya strategis pemerintah untuk mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim global yang saat semakin terasa untuk membangun pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) yang tersebar di 24 Kabupaten dalam10 Provinsi.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Pertanian Cerdas Iklim memiliki dampak positif untuk pertanian. Dan proyek SIMURP ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian yang difokuskan pada tiga tujuan pembangunan pertanian.

“Tepatnya, penyediaan pangan bagi 273 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, climate change atau perubahan iklim menyebabkan elnino, kemarau berkepanjangan dan banjir.

“Menyebabkan produksi turun bahkan akan gagalkan panen dan tanam. Petani kita bakal gagal dapat duit”, ujarnya saat membuka Pertemuan Pemantauan dan Evaluasi Kegiatan SIMURP Komponen A Tahun 2022 di Aruss Hotel, Semarang secara virtual (24/5/2022).

Dedi menambahkan, dampak lain serangan Organisme Penggangu Tanaman (OPT). Untuk mengantisipasinya dengan ciptakan inovasi yang mampu perlambat gas rumah kaca. “Kementan telah melakukan antisipasi tersebut, yaitu menghasilkan inovasi berupa varietas padi yang toleran terhadap kekeringan, banjir, tapi produktivitasnya tetap tinggi. Selain itu dengan melakukan pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) melalui pemupukan berimbang dan lemanfaatan air secara baik”, tegasnya.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya mengungkapkan, dari dari laporan bahwa kegiatan SIMURP mampu menibgkatkan produktivitas dan penurunan gas rumah kaca. “Melihat manfaat kegiatan tersebut, lokasi proyek SIMURP yang awalnya hanya di 8 Provinsi, sekarang bertambah menjadi 10 Provinsi”, ujarnya.

Selain meningkatkan produktivitas, menurut Bustanul kegiatan SIMURP sekaligus sebagai penguatan fungsi penyuluhan. “Selama pandemi covid 19, APBN dan APBD fokus untuk menghadapi pandemi. Dengan kegiatan yang d biayai SIMURP memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan pertanian. Selain terus melakukan penguatan sinergi, kordinasi dan sinkronisasi lintas Kementerian untuk bekerja bersama salam pembangunan pertanian”, tegas Bustanul.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara, Totok Setya Winarna mengatakan, sinergi lintas Kementerian untuk menaukseakan suatu kegiatan sangat diperlukan. Untuk meningkatkan hasil pertanian, diperlukan peningkatan kapasitas SDM. “Dengan SDM yang cerdas, maka alam bisa dikuasai, contohnya dengan perubahan iklim ini, kita tetap bisa meningkatkan produkrivitas”, katanya.

“Petani sekarang sudah banyak yang melaksanakan CSA, mulai dari mengelola tanah, menggunakan dan membuat pupuk organik, sampai pemilihan benih yang mampu meningkatkan produktivitas. Dari kegiatan SIMURP tersebut, kini Kabupaten Banjarnegara mampu menaikkan produktivitas dar IP200 menjadi IP300. Harapan saya, kedepan bisa menjadi IP400”, tegas Totok. (NF)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Smart Farming

    Smart Farming: Revolusi Pertanian 4.0 Menuju Masa Depan Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Revolusi Pertanian 4.0 membawa perubahan besar dalam cara petani mengelola lahan, memantau tanaman, dan meningkatkan hasil panen. Di era ini, teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), drone, dan big data menjadi pilar utama dalam mendukung transformasi smart farming, termasuk di Indonesia. Apa Itu Smart Farming? Smart farming adalah metode […]

  • Keterangan Pers Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana Play Button

    Keterangan Pers Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar
  • Genjot Produksi dan Produktivitas, Kementan Lakukan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian

    Genjot Produksi dan Produktivitas, Kementan Lakukan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Jakarta, Guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus berupaya meningkatan kapasitas SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Guna mendukung semua itu, BPPSDMP melaksanakan Pertemuan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian melalui Dana Dekonsentrasi (APBN Dan SIMURP), Bimtek Penyuluh Pertanian Swadaya di Lokasi IPDMIP Wilayah […]

  • tanaman Kaktus terkenal mudah dirawat dan memiliki daya tahan tinggi. Namun, perawatan yang salah, terutama terkait penyiraman dan lingkungan

    Rahasia Merawat Kaktus Agar Tidak Mudah Membusuk

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Kaktus adalah salah satu tanaman yang terkenal mudah dirawat dan memiliki daya tahan tinggi. Namun, perawatan yang salah, terutama terkait penyiraman dan kondisi lingkungan, bisa menyebabkan kaktus membusuk. Berikut adalah beberapa tips penting untuk merawat tanaman Kaktus agar tetap sehat dan tidak mudah membusuk: 1. Pilih Media Tanam yang Tepat Kaktus membutuhkan media […]

  • Menanam Sayuran Musim Hujan: Alternatif Pertanian yang Menguntungkan

    Menanam Sayuran Musim Hujan: Alternatif Pertanian yang Menguntungkan

    • calendar_month Minggu, 12 Nov 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 2Komentar

    Pertanian sayuran musim hujan semakin populer di kalangan para petani sebagai destinasi alternatif yang menguntungkan. Musim hujan, yang dikenal dengan curah hujan yang lebih tinggi, memungkinkan tanaman sayuran untuk tumbuh subur dan mencapai hasil yang optimal. Fenomena tersebut menarik minat petani untuk beralih ke pertanian sayuran sebagai salah satu pilihan yang menjanjikan. Berbagai jenis sayuran […]

  • Pertahankan Kualitas Pendidikan, Prodi Polbangtan Kementan Ditetapkan Kembali Akreditasi A

    Pertahankan Kualitas Pendidikan, Prodi Polbangtan Kementan Ditetapkan Kembali Akreditasi A

    • calendar_month Senin, 13 Mei 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    GOWA – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa adalah perguruan tinggi di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kementan yang melaksanakan pendidikan vokasi serta memiliki 4 program studi yaitu D4 Penyuluhan Peternakan dan kesejahteraan hewan, D4 penyuluhan Pertanian berkelanjutan, D3 Budidaya ternak dan D3 Budidaya tanaman hortikultura. Sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Vokasi, […]

expand_less