Jalin Kerjasama dengan BMKG, Kementan Polbangtan Utus Mahasiswa Praktik Lapangan
- account_circle redaksi
- calendar_month Rabu, 22 Feb 2023
- print Cetak

Mahasiswa Polbangtan Gowa saat melaksanakan praktik kunjungan lapang ke kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun klimatologi Sulawesi Selatan, (20/02/2023). (Sumber: Humas Polbangtan Gowa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GOWA – Pemanasan global yang terjadi saat ini, mengakibatkan perubahan iklim yang tidak menentu. Hal tersebut tentu akan memiliki dampak negatif serius terhadap sektor pertanian.
Untuk mengurangi dampak negatif atas perubahan iklim tersebut diperlukan tindakan antisipatif berupa strategi mitigasi dan adaptasi. Bagi para petani teknologi adaptasi yang dilakukan misalnya dengan melakukan penyesuaian waktu tanam, penggunaan varietas unggul maupun penggunaan teknologi pertanian.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghimbau untuk memelihara bumi dari fenomena perubahan iklim.
“Menghadapi tantangan yang ada dan antisipasi kondisi yang unpredictable seperti climate change saat ini luar biasa dan tidak bisa dispekulasi, kita harus memelihara bumi” ujar Mentan Syahrul
Mentan menyebutkan bahwa insan pertanian pasti bisa melewati dan menghadapi serta beradaptasi terhadap perubahan iklim tersebut dengan memanfaatkan teknologi.
Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menambahkan, saat ini dunia didera oleh dampak perubahan iklim.
- Penulis: redaksi




