Kementan Melalui Teknologi CSA Berhasil Tingkatkan Produksi Pertanian Di Tengah Ancaman El Nino
- account_circle redaksi
- calendar_month Sabtu, 27 Mei 2023
- print Cetak

Tim World Bank (WB) melakukan kunjungan kerja ke lokasi Demplot CSA di Desa Jatimulya, Kec Compreng, Kab Subang, Jawa Barat, Sabtu (26/05/23) dalam rangka evaluasi penerapan kegiatan SIMURP di lapangan. (Sumber: Humas Kementan).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan produktivitas pertanian walaupun sedang menghadapi fenomena El Nino. Peran Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui teknologi CSA untuk antisipasi dan mitigasi El Nino diantaranya adalah melalui pemupukan berimbang, memasifkan penggunaan pupuk organik selain kegiatan utamanya pemanfaatan irigasi dan penerapan teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah berulang kali memperingatkan bahwa El Nino akan melanda Indonesia diperkirakan pada akhir Mei hingga September 2023 yang diprediksi memiliki intensitas yang kuat sehingga dampaknya akan lebih besar.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) berencana akan segera membentuk gugus tugas untuk menghadapi ekstrimnya El Nino tersebut. Mentan Syahrul mengatakan gugus tugas nantinya harus berbasis wilayah, karena setiap wilayah memerlukan penanganan yang berbeda-beda.
- Penulis: redaksi


Comment