Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perkebunan » Program SMART: Restorasi Mangrove yang Berpotensi Serap 180 Ton Karbon di Banyuasin

Program SMART: Restorasi Mangrove yang Berpotensi Serap 180 Ton Karbon di Banyuasin

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Program restorasi mangrove bernama Sungsang Mangrove Restoration and Ecotourism (SMART) menargetkan mampu menyerap 180 ton karbon dioksida setelah tahun 2025. Target ambisius ini bisa tercapai jika mangrove yang ditanam berhasil tumbuh subur dan ekosistemnya direstorasi secara optimal. Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara masyarakat setempat dengan Center for International Forestry Research (CIFOR).

Latar Belakang dan Lokasi

Program SMART dimulai pada tahun 2021 dan berlokasi di kawasan Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Kawasan ini dipilih karena Banyuasin memiliki luas area mangrove sebesar 134.024 hektare, yang sebagian besar terletak di Taman Nasional Sembilang. Banyuasin juga menjadi tempat di mana separuh dari mangrove yang tersisa di Sumatera Selatan berada. Sayangnya, Kabupaten Banyuasin telah kehilangan sekitar 34.000 hektare lahan mangrove dalam periode 1990 hingga 2019.

Kolaborasi dan Dukungan

Program SMART dilaksanakan melalui kolaborasi antara CIFOR, Universitas Sriwijaya, Forum Daerah Aliran Sungai Sumatera Selatan (Forum DAS Sumsel), serta didukung oleh Temasek Foundation, sebuah organisasi filantropi asal Singapura. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk merestorasi mangrove, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat.

Tantangan dan Solusi

Director CIFOR Indonesia, Herry Purnomo, mengungkapkan bahwa keberhasilan restorasi mangrove tidak hanya bergantung pada penanaman bibit, tetapi juga pada pemantauan dan perawatan setelah penanaman. Selama ini, banyak upaya penanaman mangrove hanya berakhir sebagai seremoni tanpa tindak lanjut, sehingga bibit-bibit yang ditanam sering kali hilang karena tidak dirawat, menyebabkan tingkat kegagalan hingga 90 persen.

  • Penulis: redaksi

Komentar (2)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Pemberantasan Hama Secara Biologi

      Rahasia Pemberantasan Hama Tanpa Pestisida yang Efektif dan Ramah Lingkungan

      • calendar_month Rabu, 8 Mar 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Pemberantasan hama secara biologi adalah suatu metode pengendalian hama yang mengandalkan penggunaan organisme hidup untuk mengontrol populasi hama secara alami. Inilah beberapa cara pemberantasan hama secara biologi, yaitu: Penggunaan predator alami Salah satu cara pemberantasan hama secara biologi adalah dengan memanfaatkan predator alami, seperti burung pemangsa, kumbang predator atau laba-laba. Predator alami ini nantinya akan […]

    • Mengenal 5 Hama Padi dan Cara Efektif Mengendalikannya

      Mengenal 5 Hama Padi dan Cara Efektif Mengendalikannya

      • calendar_month Sabtu, 18 Nov 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Hama Padi, yang merupakan tanaman pangan penting di Indonesia, namun sering kali diserang oleh berbagai hama yang dapat mengurangi hasil panen. Untuk memastikan kesejahteraan tanaman padi, penting untuk mengenali hama-hama utama yang mengancam dan cara mengatasi mereka secara efektif. Berikut adalah 5 hama padi yang umum dan cara mengendalikannya: 1. Wereng Coklat Wereng coklat adalah […]

    • Pembangunan

      Penutupan Penas 2023, Kementan Ajak Petani Percepat Pembangunan Pertanian

      • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
      • account_circle redaksi
      • 2Komentar

      Padang,- Serangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVI di Kota Padang telah berlangsung selama 5 hari di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Kegiatan ini diharapkan menjadi monumental komitmen pemerintah pusat, daerah dan seluruh pemangku kepentingan mempercepat pembangunan pertanian menuju Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi […]

    • Tiga Tanaman Hias Besar yang Dapat Memberi Keteduhan dan Kesan Tinggi pada Rumah

      Tiga Tanaman Hias Besar yang Dapat Memberi Keteduhan dan Kesan Tinggi pada Rumah

      • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      wartanionline.com – Berbeda dengan pohon pada umumnya yang dapat tumbuh melebihi atap, tanaman hias berukuran besar biasanya tumbuh tegak hingga beberapa meter di bawah plafon. Kehadirannya tidak hanya memberi keteduhan, tetapi juga mampu menciptakan kesan ruangan yang lebih tinggi dan lapang. Dirangkum dari Gardening Know How, Selasa (20/1/2026), berikut sejumlah tanaman hias besar yang dapat […]

    • jasa cleaning rumah tangerang

      Panduan Lengkap Membersihkan Keramik Dinding Dapur

      • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Keramik dinding dapur adalah elemen penting yang tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dinding dari percikan minyak, uap, dan kotoran, tetapi juga sebagai bagian dari dekorasi interior. Namun, seiring waktu, permukaan keramik dapur mudah terserang noda, kotoran, dan lemak yang menempel. Artikel ini akan membahas secara mendalam langkah demi langkah cara membersihkan keramik dinding […]

    • Kemenkeu Sampaikan Laporan Dihadapan Komisi XI DPR RI

      Kemenkeu Sampaikan Laporan Dihadapan Komisi XI DPR RI

      • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
      • account_circle redaksi
      • 3Komentar

      Jakarta –  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia memenuhi panggilan Komisi XI DPR RI guna melaporkan program keuangan negara, turut hadir dalam rapat tersebut Menteri

    expand_less