Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perkebunan » Daun Tanaman Hias Tak Lagi Segar? Ini Penyebab Daun Keriting dan Cara Mengatasinya

Daun Tanaman Hias Tak Lagi Segar? Ini Penyebab Daun Keriting dan Cara Mengatasinya

  • account_circle Admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Keindahan tanaman hias dalam ruangan (indoor) sangat ditentukan oleh kondisi daunnya yang hijau, segar, dan tumbuh sempurna. Karena itu, ketika daun mulai keriting, menggulung, atau melengkung, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan. Perubahan bentuk daun merupakan tanda bahwa tanaman sedang mengalami stres atau gangguan tertentu, baik akibat faktor lingkungan maupun serangan organisme pengganggu. Dengan mengenali penyebabnya sejak dini, kamu dapat memberikan penanganan yang tepat sehingga tanaman kembali sehat.

Melansir dari Gardening Know How, terdapat tiga penyebab utama daun tanaman hias indoor menjadi keriting, yaitu serangan hama, penyiraman yang berlebihan, dan paparan sinar matahari yang terlalu terik.

1. Serangan hama pengisap

Hama pengisap menjadi salah satu penyebab paling umum daun tanaman hias berubah bentuk. Jenis hama seperti kutu daun (aphids), thrips, dan lalat putih (whiteflies) mengisap cairan dari jaringan daun sehingga mengganggu pertumbuhan sel. Akibatnya, daun menjadi melengkung, keriting, bahkan pertumbuhannya terhambat.

Kutu daun memiliki tubuh kecil dan lunak dengan warna yang bervariasi, seperti hijau, hitam, atau cokelat. Hama ini biasanya bersembunyi di bagian bawah daun atau pada pucuk tanaman yang masih muda. Selain menyebabkan daun keriting, serangan hama juga dapat membuat daun menguning, muncul bercak, serta menghasilkan embun madu yang memicu pertumbuhan jamur jelaga.

Apabila jumlah hama masih sedikit, bersihkan daun secara rutin dan semprotkan sabun insektisida atau insektisida nabati hingga populasinya hilang. Namun, jika serangan sudah meluas, pangkas bagian tanaman yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran ke daun atau tanaman lain.

2. Penyiraman berlebihan (overwatering)

Terlalu sering menyiram tanaman juga dapat menyebabkan daun menjadi keriting. Saat media tanam terus-menerus basah, akar kekurangan oksigen sehingga kemampuan menyerap air dan unsur hara menurun. Kondisi ini membuat tanaman mengalami stres dan memunculkan gejala berupa daun yang menggulung, menguning, hingga layu.

Dalam jangka panjang, kelembapan yang berlebihan juga meningkatkan risiko busuk akar akibat pertumbuhan jamur atau bakteri.

Agar hal tersebut tidak terjadi, siram tanaman hanya ketika lapisan tanah bagian atas, sekitar 2,5–5 sentimeter, sudah terasa kering saat disentuh. Selain itu, gunakan pot yang memiliki lubang drainase agar kelebihan air dapat keluar dengan baik. Hindari membiarkan air menggenang di tatakan pot karena dapat membuat akar terus terendam.

3. Paparan sinar matahari yang terlalu terik

Meskipun tanaman membutuhkan cahaya untuk berfotosintesis, tidak semua tanaman hias indoor mampu bertahan di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama. Intensitas cahaya yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tanaman mengalami stres panas.

Gejala yang sering muncul antara lain ujung daun melengkung atau keriting, tepi daun berubah kecokelatan seperti terbakar, daun tampak kering, dan daun baru tumbuh lebih kecil dibandingkan ukuran normal. Pada beberapa jenis tanaman, warna daun juga bisa memudar akibat paparan sinar matahari yang berlebihan.

Jika tanaman menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera pindahkan ke lokasi yang mendapatkan cahaya terang tetapi tidak langsung, atau sesuaikan penempatannya dengan kebutuhan masing-masing jenis tanaman. Beberapa tanaman indoor, seperti monstera, philodendron, dan aglaonema, umumnya lebih menyukai cahaya tidak langsung dibandingkan paparan sinar matahari yang terik.

Cara mencegah daun tanaman menjadi keriting

Selain mengatasi penyebabnya, pencegahan juga penting agar tanaman tetap sehat. Periksa kondisi daun secara rutin, terutama bagian bawah daun yang sering menjadi tempat persembunyian hama. Siram tanaman sesuai kebutuhan, gunakan media tanam yang memiliki drainase baik, serta tempatkan tanaman pada lokasi dengan intensitas cahaya yang sesuai.

Dengan memahami kebutuhan dasar tanaman dan mengenali gejala sejak awal, kamu dapat mencegah kerusakan yang lebih parah. Jika daun mulai keriting, segera identifikasi penyebabnya dan lakukan penanganan yang tepat agar tanaman kembali tumbuh sehat, segar, dan tetap menjadi penghias ruangan yang indah.

  • Penulis: Admin
  • Editor: Editor wartanionline.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Rekomendasi Tanaman Hias Mini untuk Dekorasi Teras yang Menawan

    5 Rekomendasi Tanaman Hias Mini untuk Dekorasi Teras yang Menawan

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2024
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Teras merupakan area luar ruangan yang seringkali menjadi tempat bersantai dan menikmati suasana alam, yang sering didekorasi dengan tanaman hias. Dekorasi teras yang indah dan asri dapat memberikan efek relaksasi dan meningkatkan estetika hunian. Salah satu cara untuk mempercantik teras adalah dengan menggunakan tanaman hias mini. Berikut adalah 5 rekomendasi tanaman hias mini yang cocok […]

  • Casatopup

    Casatopup: Platform Top Up Game 24 Jam Murah dan 100% Aman untuk Mobile Legends

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Bagi para pemain Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), memiliki diamond yang cukup adalah hal penting untuk membeli skin, hero, dan berbagai item eksklusif. Karena itu, memilih tempat top up yang murah, cepat, dan aman menjadi kebutuhan utama setiap gamer. Salah satu platform yang banyak dibicarakan adalah Casatopup, sebuah situs penyedia layanan top up […]

  • Bagaimana Cara Mengolah Hasil Panen

    Bagaimana Cara Mengolah Hasil Panen? Cek Jawabannya di Sini

    • calendar_month Minggu, 26 Feb 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Bagaimana cara mengolah hasil panen? Hasil panen pertanian ini merupakan hasil yang bisa diperoleh dari bercocok tanam maupun berternak. Contoh hasil panen dari pertanian bercocok tanam ini adalah kacang kedelai, jagung dan juga kelapa. Sementara, untuk hasil dari peternakan ini adalah hasil yang dapat dimanfaatkan dari hewan ternak. Contoh hasil dari peternakan ini bisa dari […]

  • Budidaya Cabai

    Menjadi Petani Milenial: Peluang Besar di Tengah Krisis Regenerasi Petani

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Jumlah petani muda di Indonesia semakin hari semakin mengkhawatirkan. Data dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian mencatat bahwa petani berusia 20-39 tahun hanya berjumlah 2,7 juta orang, atau sekitar 8 persen dari total petani Indonesia yang mencapai 33,4 juta orang. Padahal, sektor pertanian memiliki omzet yang cukup tinggi. Misalnya, […]

  • Tanaman aglonema

    Aglonema: Tanaman Hias yang Indah, Mudah Dirawat, dan Bermanfaat

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle redaksi
    • 3Komentar

    wartanionline.com – Tanaman aglonema, yang dikenal dengan keindahan dan kelembutannya, menjadi salah satu tanaman hias favorit di kalangan pecinta tanaman. Selain mempercantik ruangan, aglonema juga mudah dirawat dan memberikan manfaat kesehatan bagi lingkungan sekitar. Berikut adalah lima kelebihan tanaman aglonema dan tips penting untuk merawatnya agar tetap sehat dan indah. Kelebihan Tanaman Aglonema 1. Tahan […]

  • Vertical Garden

    Vertical Garden: Solusi Cerdas untuk Lahan Sempit

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Vertical garden semakin populer sebagai solusi menanam di lahan terbatas. Tidak hanya mempercantik ruangan, vertical garden juga memberikan kesan segar dan alami yang menyenangkan. Menariknya, vertical garden tidak hanya bisa dibuat di luar ruangan, tetapi juga di dalam ruangan, sehingga sangat fleksibel untuk berbagai jenis hunian. Namun, keberhasilan vertical garden sangat dipengaruhi oleh […]

expand_less