Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Cara Mencangkok Tanaman dengan Mudah dan Praktis

Cara Mencangkok Tanaman dengan Mudah dan Praktis

  • account_circle Saiful Rachman
  • calendar_month Minggu, 27 Nov 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Cara mencangkok tanaman dengan mudah dan praktis. Proses mencangkok tanaman ini adalah proses perkembangbiakan yang sangat sederhana dan juga mudah.

Mencangkok ini menjadi salah satu solusi tercepat untuk bisa menumbuhkan akar pada batang tanaman. Maka dari itu, kebanyakan proses mencangkok ini menggunakan ranting yang tidak terlalu besar.

Mencangkok ini memiliki tujuan utama, yaitu untuk menghasilkan buah secara lebih cepat dengan pertumbuhan tanamannya tidak terlalu besar.

Berikut ini cara mencangkok tanaman dengan cara konvensional hingga dengan cara menggunakan kantung plastik, yaitu:

  • Secara Konvensional

Berikut ini cara mencangkok tanaman dengan secara konvensional dan sering digunakan oleh petani, yaitu:

  1. Pilihlah cabang yang telah sehat dan kuat maupun sudah berkayu.
  2. Ukuran diameternya ini sekitar 0,5-2 cm atau tidak lebih kecil dari ukuran pensil. Pilihlah warna kulit cabang cokelat muda atau hijau kecokelatan, tergantung dari jenis tanaman buah-buahannya.
  3. Cabang yang telah dipilih kemudian disayat menggunakan pisau secara melingkar dan dibuat memanjang ke bawah sepanjang 3 hingga 5 cm atau dua kali diameter cabang.
  4. Selanjutnya, kulitnya dikelupas sehingga bagian dari kambium yang seperti lendir tersebut tampak jelas. Kambium ini bisa dihilangkan dengan cara dikerik menggunakan mata pisau sehingga bersih atau kering.
  5. Setelah dikerik, pada keratan yang ada di bagian atas ini diolesi ataupun tanpa diolesi menggunakan hormon tumbuh. Misalnya, menggunakan hormon tumbuh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air.
  6. Menyiapkan lembaran plastik maupun sabut kelapa melingkar yang menyelubungi batang di bagian bawah keratan (1-2 cm). Lalu, ikat dengan tali plastik atau rafia.
  7. Kemudian, bekas sayatan tersebut ditutup dengan menggunakan media cangkok, media tersebut diatur penempatannya supaya rata menutupi luka keratan hingga melewati luka keratan bagian atas (1-2 cm).
  8. Cangkokan tersebut harus dirawat dengan cara disiram secara rutin agar tidak kering. Umumnya, setelah 2 atau 3 bulan pada cangkokan yang berhasil akan tumbuh akar.
  9. Pada cangkok, akar akan keluar karena aliran zat makanan atau karbohidrat dan auksin atau hormon tumbuh yang mendorong keluarnya akar ini mengalir ke bawah melalui kulit kayu (phloem) dan tertahan di bagian keratan sebelah atas sehingga pada keratan bagian atas tersebut penimbunan karbohidrat dan hormon menjadi meningkat dan berbentuk kalus yang berubah menjadi akar tanaman.
  10. Apabila akar telah memenuhi media, hasil cangkokan tersebut sudah dianggap berhasil. Daun yang ada pada cabang terlihat segar dan cangkokan sudah bisa dipotong atau disapih dari induknya. Pemotongan cangkokan bisa menggunakan gunting stek atau gergaji di bawah ikatan cangkok.
  11. Setelah dipotong dari induknya, maka sebagian daun bisa dikurangi untuk menghindari penguapan yang berlebihan. Kemudian, plastik pembungkus media bisa dilepaskan.
  12. Setelah itu cangkok dapat disemaikan dalam polybag dan setelah cukup besar cangkokan bisa dipindah ke kebun.
  • Menggunakan Media Kantong Plastik

Teknik ini sebenarnya sama dengan cara mencangkok tanaman konvensional hanya saja media cangkok yang gunakan berbeda, yaitu cocopit atau serbuk sabut kelapa yang sudah lebih dulu dimasukkan ke kantong plastik. Berikut ini langkah-langkahnya, yaitu:

  1. Sabut kelapa dikupas dan dipisahkan dengan bagian kulit luarnya yang keras, sehingga yang digunakan hanya sabut kelapa tanpa kulitnya.
  2. Sabut kelapa tersebut kemudian direndam dalam air sekitar satu minggu agar melunak
  3. Kemudian sabut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya.
  4. Media, serbuk atau potongan sabut kelapa yang telah disiapkan ditaruh di dalam wadah.
  5. Jangan lupa untuk menambahkan hormon pertumbuhan atau vitamin, contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air.
  6. Media tersebut dimasukkan ke kantong plastik ukuran ¼ kg untuk diameter batang yang kecil dan ½ kg untuk diameter batang yang lebih besar.
  7. Usahakan untuk mengisi media dan padatkan sampai ¾ plastik, kemudian tarik ujung kantong plastik dan ditalikan.
  8. Cara penggunaan media tersebut bisa dilakukan dengan cara tinggal menyobek atau mengiris memanjang satu sisi kantong plastik. Sisi sobekan tadi dapat dimasukkan dari bagian bawah luka bila posisi batang melintang atau datar. Pada posisi batang yang tegak bebas dimasukkan, kemudian diselubungkan secara merata ke keratan batang tanaman tersebut.
  9. Selanjutnya bisa diikat supaya media pada posisi yang benar.
  • Penulis: Saiful Rachman

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • APLIKASIKAN PERTANAMAN CSA, KABUPATEN BANJARNEGARA MAMPU CAPAI IP 300

      APLIKASIKAN PERTANAMAN CSA, KABUPATEN BANJARNEGARA MAMPU CAPAI IP 300

      • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
      • account_circle admin
      • 0Komentar

      JAKARTA — Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation (SIMURP) merupakan kegiatan modernisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi yang mendesak dan penting yang pelaksanaannya dilakukan lintas Kementerian. Kegiatan ini difokuskan pada upaya strategis pemerintah untuk mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim global yang saat semakin terasa untuk membangun pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) yang tersebar […]

    • Biosaka

      Klaim Biosaka Dapat Menggantikan Pupuk NPK 50% Tidak Valid

      • calendar_month Jumat, 9 Jun 2023
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      Jakarta – Klaim bahwa Biosaka dapat menjadi substitusi 50% pupuk NPK dan meningkatkan hasil produksi tanaman pangan, tidak dapat dibuktikan. Perlakuan dengan Biosaka justru memberikan hasil yang lebih rendah ketimbang perlakuan tanpa pupuk. Sanggahan tersebut dikemukakan Dr. Ir. Arief Hartono M.Sc Agr dari Tim Kajian Institut Pertanian Bogor [IPB] pada webinar bertajuk ‘Pandangan HITI dan […]

    • Mengetahui Ciri Ternak Sakit: Panduan Praktis untuk Peternak

      Cara Mengetahui Ciri Ternak Sakit: Panduan Praktis untuk Peternak

      • calendar_month Minggu, 2 Jun 2024
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Mengetahui Ciri Ternak Sakit adalah keterampilan penting bagi setiap peternak. Ternak yang sakit tidak hanya mengurangi produktivitas, tetapi juga dapat menularkan penyakit kepada ternak lain, menyebabkan kerugian besar. Berikut adalah panduan praktis untuk mengenali atau Mengetahui Ciri Ternak Sakit. 1. Perubahan Perilaku Salah satu indikator utama ternak yang sakit adalah perubahan perilaku. Ternak […]

    • Mentan Amran Lepas Ribuan Mahasiswa Polbangtan, Kawal Program Pertanian

      Mentan Amran Lepas Ribuan Mahasiswa Polbangtan, Kawal Program Pertanian

      • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
      • account_circle redaksi
      • 2Komentar

      BOGOR – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas 1.000 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kementerian Pertanian  untuk ikut terlibat pada program pertanian modern serta program perluasan areal tanam (PAT) yang saat ini terus digencarkan kementan.   Menurut Mentan, mahasiswa Polbatan  sangat strategis terutama dalam meningkatkan produksi melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi.   “Sementara yang […]

    • Manfaat Energi Matahari Bagi Tumbuhan

      Bukan Hanya untuk Fotosintesis! Ternyata Ini Dia Manfaat Energi Matahari yang Belum Kamu Tahu bagi Pertumbuhan Tanaman

      • calendar_month Selasa, 2 Mei 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Manfaat energi matahari bagi tumbuhan. Energi matahari adalah sumber energi yang sangat penting bagi kehidupan tumbuhan. Tanaman menggunakan energi matahari untuk melakukan fotosintesis, yaitu proses di mana tanaman mengubah karbon dioksida dan air menjadi gula dan oksigen. Proses ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berikut ini adalah beberapa manfaat energi matahari bagi tumbuhan: […]

    • Lingkungan

      Selamatkan Bumi, Kementan Dorong Kesadaran Pertanian Ramah Lingkungan

      • calendar_month Jumat, 31 Mar 2023
      • account_circle redaksi
      • 2Komentar

      JAKARTA – Pertanian ramah lingkungan merupakan sistem pertanian yang mengelola seluruh sumber daya pertanian dan input usahatani secara bijak, berbasis inovasi teknologi untuk mencapai peningkatan produktivitas berkelanjutan dan secara ekonomi menguntungkan serta diterima secara sosial budaya dan berisiko rendah. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa pertanian ramah lingkungan merupakan suatu bentuk adaptasi […]

    expand_less